Korban PHK, Begini Kisah Rio Nekat Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo

Korban PHK, Begini Kisah Rio Nekat Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo

Selasa, 19 Mei 2020


Solo-CakrawalaOnline, Kisah korban PHK yang terpaksa mudik dengan berjalan kaki dari Jakarta Hingga Kabupaten Batang menjadi pembicaraan banyak kalangan.

Maulana Agus Arif Budi Satrio (38) yang merupakan warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamagan Jebres, Solo, Jawa tengah mengaku nekat melakukan ini karena sudah tidak mempunyai uang lagi.

Ia bekerja sebagai sopir bus pariwisata sejak 2017, namun ia terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahan akibat pademi Covid-19. Mau tidak mau perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan agar tidak mengalami kebangkrutan.

Sebelum nekat jalan kaki, Rio sempat membeli tiket bus dengan harga Rp.500.00 namun saat datang ternyata bukan bus namun elf dengan penumpang melebihi kapasitas. Ia langsung meminta uangnya kembali.

Setelah itu, Rio merental mobil pribadi untuk ia bawa ke kampung halaman. Sayang, saat sampai Cikarang ia diharuskan putar balik karena kebijakan PSBB.

Rio yang cukup kesal, akhirnya memutuskan untuk jalan kaki saja. Ia berfikir itu jalan satu-satunya agar bisa kembali ke kampung.

Rio berangkat dari Cibubur pada Senin (11/5) setelah shalat subuh. Lalu ia berinstirahat saat sampai Jatisari, Pamanukan pada pukul 10.00 WIB.

Hingga akhirnya Rio sampai Gringsing, Kabupaten Batang pada Kamis (14/5) sore. Setelah sampai ia dijemput oleh teman-teman Peparindo untuk diantarkan sampai Solo.

Total 440 kilometer yang sudah ditempuh ono Rio dengan berjalan kaki.

"Sampai Gringsing Kamis sore. Saya dijemput dari teman-teman Peparindo, diantar pulang ke Solo. Saya tiba di Solo hari Jumat pukul 08.00 WIB," Jelas Rio dikutip dari kompas.com, Rabu (20/5).

Setelah sampai Solo, Rio dibawa ke gedung karantina milik Pemkot Solo di Graha Wisata Niaga selama 14 hari. Han-Sumber:Kompas.com