Tahanan Baru Bebas Berulah Lagi, Masyarakat Nilai Menteri Yasonna Salah Langkah

Tahanan Baru Bebas Berulah Lagi, Masyarakat Nilai Menteri Yasonna Salah Langkah

Jumat, 10 April 2020


Jakarta-CakrawalaOnline, Meteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna diminta untuk berhenti membebaskan para narapidana untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Masyarakat menilai kebijakan yang diterbitkan dalam Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri ini dinilai salah langkah dan tidak efektif.

Terbukti banyaknya kasus tahanan atau narapidana yang baru saja dibebaskan kembali berulah lagi.

Dikutip dari Kumparan, Total lebih dari 35 ribu napi tindak pidana umum sudah bebas dengan program asimilasi dan integrasi sejak aturan tersebut diterbitkan pada tanggal 30 maret 2020.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Onsoed), Prof Hibnu Nugroho meminta Kemenkumham untuk mengevaluasi program pembebasan ini. Hibnu juga menyampaikan lebih baik program ini dihentikan dulu agar para narapidana harus berfikir dua kali untuk melakukan tindak kejahatan lagi.

"Paling tidak tata cara evaluasi yang melibatkan peran serta masyrakat, keluarga harus lebih ditingkatkan" Imbuh Hibnu, Kamis (9/4)

Sementara ini banyak kasus dimana narapidana yang baru saja bebas berulah kembali. Contoh yang baru-baru ini terjadi di Sulawesi Selatan, narapidana yang baru saja bebas dua hari kembali berulah dengan melakukan tindak kejahatan pencurian, selanjutnya terjadi di Blitar dimana tertangkap kembali dalam kasus curanmor dan kejadian di Bali yang baru saja bebas lima hari sudah kembali tertangkap karena menerima paket ganja 2 kilogram. Han-Sumber:Kumparan