Fakta Lengkap Kasus Penamparan Perawat karena Tak Terima Diingatkan Pakai Masker

Fakta Lengkap Kasus Penamparan Perawat karena Tak Terima Diingatkan Pakai Masker

Minggu, 12 April 2020


Semarang-Cakrawalaonline, Pelaku penamparan seorang perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita Kota Semarang akhirnya ditangkap.

Pelaku (B) yang merupakan warga Kemijen, Semarang Timur, Jawa Tengah berprofesi sebagi seorang satpam ini nekat menampar MH (30) seorang perawat karena tidak terima saat diingatkan untuk menggunakan masker saat berada di klinik sekitar pukul 09.00 WIB.

MH (30) langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Semarang Timur hingga akhirnya pelaku tertangkap pada Sabtu (11/04).

Berikut fakta lengkap tentang kejadian ini :

1. Kronologis penamparan

 Korban yang saat itu sedang melayani antrean pendaftaran, mengingatkan peraturan untuk menggunakan masker saat berada di klinik. Pelaku merasa tidak terima langsung marah-marah dan menampar.

"Saat itu bapak itu (pelaku) mau periksain anaknya. Sesuai antrian kita panggil dan meminta nomer antrean BPJS. Kita ingetin bahwa periksa disini wajib menggunakan masker karena dokter gak mau periksa kalau tidak pakai masker. Lalu ia marah-marah dan langsung menampar" Jelas korban pada Kompas.com, Minggu (12/4)

2. Mengancam ingin membunuh

Tidak hanya menampar, pelaku juga mengancam korban ingin membunuh jika bertemu lagi.

"Dia mengancam awas kalau ketemu di jalan tak bunuh tak penggal lehernya."

Pelaku yang masih emosi langsung meninggalkan klinik dan tidak jadi periksa.

3. Korban mengalami trauma 

Akibat dari kejadian ini korban masih mengalami pusing dan trauma yang berat.

4. Pelaku berhasil ditangkap 

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep Mauludin mengatakan bahwa sudah berhasil pengamankan pelaku yang saat itu berada di rumahnya, Sabtu (11/4) pukul 20.15 WIB

Setelah ditangkap, pelaku mengaku menyesal dan meminta maaf atas kejadian yang terjadi.

"Saat itu saya bingung melihat anak saya batuk dan panas tapi disuruh memakai masker" Jelas pelaku

"Saya hanya menggetok wajah perawat itu, tidak menganiaya" Imbuh pelaku dalam konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Minggu (12/4)

Saat ini pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dan pasal 335 KUHPidana dengan ancaman hukum 2 tahun 8 bulan kurungan penjara. Han-Sumber:Kompas