Tragis, Siswi Kelas 2 SD Diperkosa Oleh Empat Kakak Kelasnya Secara Bergilir

Tragis, Siswi Kelas 2 SD Diperkosa Oleh Empat Kakak Kelasnya Secara Bergilir

Kamis, 12 Maret 2020


Jambi-CakrawalaOnline, Kasus pemerkosaan terhadap siswi sekolah kembali terjadi, kali siswi Kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bungo, Jambi diperkosa secara bergilir oleh empat kakak kelasnya didalam kelas.

Korban yang masih berusia 8 Tahun mengaku diperkora paksa oleh empat kakak kelasnya yang masih kelas 5. Kejadian tersebut berlangsung saat jam pelajaran pukul 09.00 WIB pada 26 Februati 2020.

Keempat pelaku memaksa korban untuk masuk kedalam kelas, salah satu diantaranya membekap mulut korban dan sisanya melepas pakaian serta celana dalam korban. Korban yang melawan langsung diperkosa secara bergilir oleh empat pelaku tersebut.

Korban yang masih dibawah umur mengalami trauma berat hingga tidak mau bersekolah lagi. Tragisnya saat korban melapor kepihak sekolah, salah satu guru memberikan korban uang senilai 50.000 untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun dan menyuruh korban mengaku yang memperkosanya adalah ayah tirinya.

Orang tua korban sangat tidak terima atas perbuatan pelaku ingin pihak kepolisian bertindak tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena masalah sudah diselesaikan secara adat

"Sebenarnya, kami tidak terima atas perlakuan pelaku. Anak kami jadi trauma gak mau sekolah lagi, kami ingin pihak berwajib melakukan tindakan secara adil. Tapi mau gimana lagi sudah diselesaikan secara adat" Ungkap orang tua korban, Selasa (10/3)

Secara adat pelaku yang sudah mengakui perbuatannya itu, dijatuhi hukuman berupa denda adat utang membangun, seekor kerbau, beras 100 Kg, kain 100 kali, niur 100 biji, dan uang Rp. 9 Juta. Hukuman tersebut harus dibayarkan pada 21 Maret 2020, dan perta adat akan dilaksanakan pada keesokan harinya, 22 Maret 2020. Namun pelaku tidak mau membayar hukuman yang sudah dijatuhkan.

Kepala Dinas Kabupaten Bungo, Musril menyarankan untuk keluarga korban segera bertindak secara hukum agar pihaknya dapat bertindak tegas kepada sekolah yang terlibat juga dalam kasus ini.

Sementara, hingga saat keluarga korban belum juga melaporkan kejadian ini kepihak berwajib.Han-Sumber:Kumparan