Putaran Ke-16 Lomba Desa Tancep Pada 19-03-2020

Putaran Ke-16 Lomba Desa Tancep Pada 19-03-2020

Senin, 23 Maret 2020


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online –Lomba desa Tancep kecamatan Ngawen berlangsung pada hari Kamis Wage 19 Maret 2020 dipusatkan dengan acara seremonial di balai desa setempat. Rombongan tim penilai sebanyak 35 orang diboyong padukuhan Sumberan untuk menilai potensi yang ada di wilayah padukuhan Sumberan. Disini untuk menilai potensi padukuhan Sumberan yang ditetapkan untuk evaluasi lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul tahun 2020.

Secara administratif desa Tancep terdiri dari 8 padukuhan, yaitu padukuhan Bantengwareng, Sumberan, Sendangrejo, Jono, Tancep, Mundon, Bundelan dan padukuhan Wonongso. Meliputi 9 RW dan 36 RT. Luas wilayah keseluruhan desa Tancep adalah 639,1775 Ha. Dalam kesempatan ini  ketua tim penilai dan rombongan tim juga meresmikan Kampung KB di padukuhan Sendangrejo.

Seusai meresmikan kampung KB di padukuhan Sendangrejo rombongan tim istirahat sejenak di depan rumah Sukardi DPRD Gunungkidul dari PDIP yang menjabat dua periode ini. Di depan rumah dewan ini rombongan tim menilai tentang kegiatan kampung KB. Disini rombongan tim melihat senam ibu-ibu peserta KB dan istirahat sejenak untuk minum dan makan kecil. Juga dipersilahkan mampir di rumah Sukardi, di rumah pak dewan ini rombongan tim menikmati makan siang bersama gule kambing, tetapi Sukardi sendiri sedang ke Jawa Timur untuk tugas dewan.

Desa Tancep adalah salah satu desa dari enam desa di kecamatan Ngawen Gunungkidul. Desa Tancep berada pada perbatasan sebelah Utara yaitu desa Ngerangan Klaten, sebelah timur berbatasan dengn desa Sambirejo, sebelah selatan berbatasan dengan desa Jurangjero, sebelah barat berbatasan dengan desa Tegalrejo Gunungkidul. Terwujudnya pemerintahan desa yang baik untuk mendukung kesejahteraan warga masyarakat secara menyeluruh. Membangun semangat otonomi desa bersama masyarakat yang profesinya mayoritas petani.

Sukardi yang mantan kades Tancep dan kini DPRD dua periode ini menseponsori tentang Batik Nur Giri Indah dari desa Tancep. Sekarang ini batik Nur Giri Indah telah semakin besar dan produknya telah digunakan oleh para pejabat kabupaten. Dulu Sukardi berharap tentang Batik Nur Giri Indah dikembangkan terus menerus agar berkembang sesuai harapan para perajin batik di desa Tancep. “Alkhamdulilah sekarang ini Batik Nur Giri Indah dari desa Tancep sudah diakui dan sering diborong oleh pejabat kabupaten Gunungkidul,” kilah Sukaradi dulu.

Setelah meresmikan kampung KB dan menilai tentang kegiatannya di padukuhan Sendangrejo, rombongan tim penilai diboyong ke padukuhan Bantengwareng. Disini untuk menilai potensi yang ada di padukuhan sisi barat desa Tancep. Nampaknya desa Tancep karena berada di sisi utara kabupaten Gunungkidul harus mendapatkan perhatian khusus dari kabupaten. Sehingga nampak jelas perhatian para tim penilai mengamati potensi yang ada dan disiapkan oleh desa Tancep.

Selain itu mungkin juga untuk membedah paradigma lama yang mengatakan bahwa lomba desa kabupaten di sisi utara belum baik. Saat ini nampaknya paradigma itu sudah usang, artinya tidak bisa diremehkan bahwa peserta lomba desa kabupaten di sisi utara Gunungkidul semakin baik. Telah dicontohkan oleh desa Bendung Ngawen dalam lomba desa kabupaten Gunungkidul tahun 2018. Penampilan desa Bendung saat itu meraih juara tiga, sementara juara dua diraih desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo dan juara pertama diraih desa Kemadang Tanjungsari dalam lomba desa kabupaten 2018.

Untuk memberdayakan semangat gotong royong masyarakat dan membedah paradigma lama yang mengatakan bahwa lomba desa hanya diraih oleh desa kota Wonosari, nampaknya rombongan tim penilai dengan cermat dan hati-hati memberi penilaian. Karena itu semua bertujuan untuk menghidupkan semangat gotong royong warga masyarakat secara menyeluruh di wilayah kabupaten Gunungkidul. Berkait hal itu sehingga rombongan tim penilai kabupaten akan berlaku adil dan independen dalam melakukan penilaian. (Sab)