Musim Hujan Kampus STAIYO Aman

Musim Hujan Kampus STAIYO Aman

Minggu, 08 Maret 2020


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Musim penghujan di bulan awal Maret 2020 ini dirasa sangat lebat. Sehingga terkadang menjadikan kegiatan sehari-hari bagi para pedagang dan para dosen dan mahasiswa terasa dingin. Bahkan bagi mereka terasa malas atau tidak mau keluar rumah. Hal ini bagi mereka yang pemalas untuk belajar dan bekerja.

Hal tersebut lain dengan para mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta atau STAIYO Wonosari. Bagi para mahasiswa kampus ini tetap bersemangat untuk hadir di kampus untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mahasiswa STAIYO umumnya mereka sangat rajin, tidak malas-malas, karena mereka ingin menjadi generasi penerus yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia.

Hal diatas juga diakui oleh beberapa mahasiswa kampus itu, termasuk diakui oleh Suharto S.Ag MM ketua Sekretariat kampus STAIYO Wonosari saat ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini, kala wartawan kehujanan ikut berteduh di kampus yang megah digemari mahasiswa.

Kampus STAIYO yang beralamat di Jalan Ki Ageng Giring Trimulyo II Kepek Wonosari inilah wartawan ikut berteduh karena kehujanan di musim hujan tahun 2020. Dalam kesempatan itu wartawan sempat ngobrol dengan para mahasiswa yang hampir masuk kuliah. Dikatakan mereka bahwa selama musim hujan tahun 2020 ini kampus STAIYO nampak aman, artinya tidak ditemui genting yang bocor.

Selain itu ditanya wartawan tentang apakah ada mahasiswa yang malas-malas untuk kuliah di musim hujan kali ini. Dijawab oleh mahasiswa, mereka tetap rajin kuliah, karena kampusnya tidak bocor. Ditanya lagi pernahkah kampus STAIYO gentingnya bocor. Dijawab oleh mahasiswa, tidak pernah.

Selain itu ditanya apakah mahasiswa senang kuliah di kampus STAIYO Wonosari. Dijawab tentunya kami senang. Alasan apakah senang kuliah di kampus ini. Katanya, karena kampusnya megah dan kokoh serta berada di lokasi strategis kota Wonosari.

Ditanya selain itu apakah yang menjadikan mahasiswa senang dan nyaman di kampus. Katanya, karena kampus dan pengelolanya sangat familier. Ini menjadikan para mahasiswa kerasan dan senang datang di kampus STAIYO Wonosari. Ditanya lagi siapa namamu, sudah semester berapa kuliah di kampus ini. Dijawabnya besuk sambung lagi mas wartawan. Karena saya keburu masuk kampus.

Demikian beber salah satu mahasiswa kampus STAIYO yang ditanya wartawan pada musim hujan tahun 2020. Sejak awal bulan Maret ini memang hujan di wilayah DIY dan kota Wonosari sangat lebat. Inilah yang menjadikan para aktivitas kampus dan para pedagang jadi sorotan publik untuk mengetahui apa yang terjadi berkait kegiatan mereka.

Ketua kampus STAIYO Wonosari, Drs H Mardiyo M.Si mengungkapkan bahwa, sejak awal bangunan kampus dirancang dengan penuh pertimbangan. Dibuatnya gedung yang kokoh, usuk dan genteng yang berkualitas agar di masa depan tidak terjadi ruangan bocor. Hal demikian dipertimbangkan oleh pengelola kampus STAIYO dan juga diakui oleh Suharto S.Ag MM ketua sekretariat dan dosen kampus iyu.

Suharto S.Ag MM yang juga seorang dusen kampus mengaku lega. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa. Menurut pengakuannya polos atau tidak dibuat-buat. “Dengan pengakuan yang polos itu artinya mahasiswa masih punya jiwa dan hati yang bersih. Hal itulah yang mempengaruhi kegiatan kuliah dan mencari ilmu di kampus. Semoga mereka jadi generasi yang lebih baik untuk mencari kehidupan di masa depan bagi mereka telah lulus dari kampus ini,” ungkapnya. (Sab)