Antipasi Corona, Bupati "VC" dengan Sejumlah Kepala OPD

Antipasi Corona, Bupati "VC" dengan Sejumlah Kepala OPD

Rabu, 18 Maret 2020


Pemalang - CakrawalaOnline, Rabu(18/3), di ruang data atau Command Room Diskominfo, Bupati Pemalang, Junaedi lakukan dialog via Video Confrence dengan sejumlah kepala OPD(Organisasi Perangkat Daerah).

Nampak hadir dalam "VC" tersebut Wakil Bupati Pemalang, Martono, Ketua DPRD, Agus Sukoco, Sekda, Arifin, Kapolres, AKBP. Edi Suranta Sitepu, Dandim 0711, Letkol.inf. Irfan Christian Tarigan, Ketua PN, Kajari, pihak pengadilan agama, Kepala DKK, Sholahudin, Kepala BPBD, Wahadi dan Kepala Diskominfo, Nugroho BR, serta puluhan wartawan peliput termasuk Cakrawala Online.

Perbincangan jarak jauh itu dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana antipasi para pihak menghadapi serangan virus Corona(Covid-19).

Bupati Junaedi mengawali "VC" dengan manajemen Yogya Mall, Direktur Bank Jateng, dan Kadindikbud yang didampingi Kepala SMPN 4 Pemalang. Sedangkan Wabup. Martono ber-VC dengan Direktur RSUD. dr. M. Ashari, dr. Sunardo Budi Santoso.

Dalam kesempatan ini, Bupati Pemalang juga mempersilakan pada ketua dprd, kapolres, dandim, kajari, dan ketua pn, untuk bertanya pada beberapa opd.
Ketua dprd meminta penjelasan pada Kepala Disperindagkop, Hepi Priyanto yang melaksanakan VC di lingkungan pasar pagi, kapolres pun menanyakan pada Kepala Dishub, Ahmad Fatah seputar kesiapan dalam mengantisipasi Covid-19.

Hal yang sama juga dikemukakan dandim pada Kepala Disdukcapil, Ni Wayan Asrini, lalu kajari pada kepala bappeda.

Dari hasil Video Confrence, semua OPD menyatakan telah melaksanakan langkah-langkah antisipasi dalam mencegah penularan/penyebaran Covid-19, seperti menyediakan sarana untuk cuci tangan pake sabun(ctps) termasuk handytizer, tissu, dan tempat sampah.

Selain itu, para pihak mewajibkan setiap pegawai nya dan tamu yang datang, sebelum masuk kantor harus mencuci tangan, mengelap pake tisu setelah itu tisu dibuang di tempat sampah serta pengecekan suhu tubuh. Jika suhu tubuh diatas 38 tidak diperkenankan masuk dan disarankan untuk priksa ke medis.

"Saya berharap agar antipasi tadi dilaksanakan tiap hari, minimal sampe 14 hari ke depan(masa observasi)...," Ujar bupati sambil menyatakan dirinya akan mengecek secara diam-diam untuk mengetahui apakah para OPD benar-benar menjalan upaya pencegahan Corona aps tidak.

"Nanti saya cek sendiri apakah sudah dilaksanakan apa belum...waktunya bisa kapan saja, pagi, siang....," Tegasnya.
(Reporter:SSBL)