Ibnu Hajar Kyai Aolia Pencipta Bak Raksasa

Ibnu Hajar Kyai Aolia Pencipta Bak Raksasa

Jumat, 28 Februari 2020


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Air adalah merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu air memang harus disimpan dalam bak yang besar. Seperti halnya bagi KH Ibnu Hajar Saleh Pranolo kyai kondang dari Panggang 3 desa Giriharjo kecamatan Panggang Gunungkidul DIY.

Bak Raksasa mampu menampung air beribu-ribu liter. Air ini dapat digunakan di musim kemarau untuk minum dan pertanian. Program pencipta Bak Raksasa sekitar rumah di Gunungkidul itu kini sering diikuti warga masyarakat yang peduli menampung air. Karena air langit diharapkan mampu mensejahterakan kehidupan kita. “Air hujan perlu kita tampung untuk kehidupan,” ungkapnya.

Banyak juga contoh-contoh penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia di lingkungan kita yang diterapkan oleh KH Ibnu Hajar. Misalnya, Pemilihan bupati sudah dekat, namun pimpinan pondok pesantren Aolia di dusun Panggang sering didatangi para tamu luar daerah. Dari Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya. “Mungkin mereka telah mengadakan pendekatan dengan berbagai pihak untuk mensukseskan Pemilihan,” jelasnya.

Demikian KH Ibnu Hajar Pranolo yang kesehariannya berpenampilan sederhana. Para tamu pembesar yang juga tergolong sosok pemimpin nasional itu biasanya saling melobi dengan berbagai hubungan antara bisnis dan hubungan social. Juga urusan yang sangat pribadi, bagi Ibnu Hajar sering didatangi dengan seriusSehingga orang pantai dan calon kades dan calon bupati dan lainnya sering datang di Ponpes Aolia Panggang.

Pencipta bak raksasa, KH Ibnu Hajar yang jadi percontohan dalam kepeduliannya terhadap lingkungan, telah membuat Bak Raksasa untuk menyimpan air jalanan disekitar rumah. Hal ini untuk kepentingan hidup tumbuhan dan ikan air tawar. “Kami hanya sedikit memberi saran kepada generasi dan nyatanya mereka justru berterima kasih kepada kita. Karena mereka merasa tertolong dan terpecahkan masalah yang melilit pribadinya,” ungkapnya.

Wajar saja bila sekian lama Kyai Haji Ibnu Hajar Pranolo yang kesehariannya mendidik para santri. Dikala sibuk para santri diberi pekerjaan rumah atau belajar sendiri dan diuji tentang perkembangan pola pikir dalam mengaji ilmu agama dan ilmu baca tulis ayat Al Qur’an. Memang banyak tamu dari jauh  belajar ilmu agama datang di Ponpes Aolia pimpinan KH Ibnu Hajar.

“Para santri tidak merasa berat bila kami tinggal, bahkan mereka cukup serius dalam mengaji dan baca tulis Arab,” katanya. Dalam situasi seperti apapun, bagi Ibnu Hajar selalu menangani masalah yang melilit kehidupan manusia. Karena Ibnu Hajar adalah termasuk kaum Aolia, ibaratnya sering mudah mendapat karomah. Karena permohonannya dikabulkan oleh Tuhan, sehingga Ibnu Hajar sering didatangi banyak tamu untuk menggarap nasip pribadi seseorang yang ingin lebih baik.

“Kami tidak membedakan tamu yang datang, semuanya kami layani dengan baik, dan ternyata mereka merasa lega dan terpecahkan masalahnya,” jelasnya. “Kami bukan orang pintar karena semua kesulitan itu adalah milik Allah dan bila masalah dapat diatasi, itu atas ijin Allah SWT,” tegasnya(Sab)