Desa Tancep Mulai Garap PTSL

Desa Tancep Mulai Garap PTSL

Jumat, 21 Februari 2020


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Desa Tancep kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul tahun 2020 ini mulai garap Sertifikat Tanah melalui. Demikian Sunardi kades Tancep ditemui Jumat tanggal 14 Februari 2020 di kantornya. Diakui oleh para pengguna atau pengaju sertifikat melalui PTSL dari warga desa Tancep.

Sebanyak 500 lembar atau bidang garapan Sertifikat Tanah untuk warga desa Tancep digarap tahun ini. Sosialisasi tentang penggarapan Sertifikat PTSL ini disampaikan ke warga Tancep hari Jumat di balai desa setempat. Acara dihadiri oleh tim 9 dari pemerintah kabupaten dan  200 orang warga Tancep hadiri di dalam rapat di balai desa.

PTSL atau Pensertifikatan Tanah Sistimatis Lengkap ini digarap kelompok masyarakat. Karena bila dikerjakan oleh perangkat desa atau pekerja lembaga desa menyebabkan kelelahan tugas sehari-hari karena kelompok kerja PTSL biasanya sering lembur. Biaya untuk membuat sertifikat tiap bidang atau satu lembar sedikitnya Rp 150.000,- tetapi bila ada transaksi yang lain biayanya bisa lebih.

Banyak diakui oleh penggarap bahwa pekerjaan PTSL juga sering dibilang pekerjaan khusus. Karena itu semua adalah pekerjaan administrasi hidup, yang digarap itu tentang Surat Berharga atau SHM atau Surat Hak Milik atau pengguna jasa PTSL itu.

Hal itu diakui oleh warga masyarakat yang pernah melirik penggarapan Sertifikat itu. Sunardi sebagai kades Tancep yang telah menjabat hampir 4 tahun ini, urusan sertifikat tanah belum selesai. Pihaknya sangat berharap dengan PTSL ini diharapkan rampung akhir 2020.

Karena pekerjaan sertifikat tanah itu memang pekerjaan yang harus cermat dan hati-hati untuk diselesaikan. Oleh karena itu pekerjaan tentang Sertifikat harus diselesaikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena semua orang tentu tidak mau menyelesaikan pekerjaan yang bila diselesaikan tetapi berdampak dengan masalah hukum.

PTSL di desa Tancep, menurutnya juga mengakui bahwa pekerjaan tentang sertifikat tanah itu harus cermat dan teliti. “PTSL itu harus digarap dengan cermat dan teliti. Sehingga di masa yang akan datang tidak menimbulkan dampak yang menyulitkan bagi penggarap dan juga pemilik sertifikat,” jelasnya.

Sunardi menekankan hal tersebut, semua pekerjaan yang berkait dengan Sertifikat Tanah melalui PTSL harus digarap dengan cermat dan teliti. Supaya setelah terjadi SHM atau Surat Hak Milik, sertifikat itu sesuai aturan hukum dan harapan pemiliknya. 

Program PTSL di desa Tancep yang dimulai bulan Februari 2020 ini diharapkan selesai akhir tahun 2020. Penggarap tetap mempersiapkan diri menanggapi PTSL sesuai prosedur yang harus dijalankan. (Sab)