PTSL Desa Giriharjo Masih Berlanjut di 2020

PTSL Desa Giriharjo Masih Berlanjut di 2020

Kamis, 09 Januari 2020


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Garapan Sertifikat Tanah melalui PTSL di desa Giriharjo diharapkan rampung pada akhir tahun 2019 ini. Demikian diakui oleh para pengguna atau pengaju sertifikat melalui PTSL dari warga Giriharjo kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul.



Memang, pada 2019 ini desa Giriharjo mendapat jatah PTSL sebanyak 400 bidang. Jumlah itu sekarang datanya digarap dan sudah sampai di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Gunungkidul. Pensertifikatan tanah itu menjangkau semua masyarakat di padukuhan.



Garapan Pensertifikatan Tanah Sistimatis Lengkap atau PTSL ini biasanya dikerjakan oleh kelompok masyarakat. Karena bila dikerjakan oleh perangkat desa atau pekerja lembaga desa menyebabkan kelelahan tugas sehari-hari karena kelompok kerja PTSL biasanya sering lembur sampai malam hari.



Banyak diakui oleh penggarap bahwa pekerjaan PTSL juga sering dibilang pekerjaan khusus. Karena itu semua adalah pekerjaan administrasi hidup, yang digarap itu tentang Surat Berharga atau SHM atau Surat Hak Milik atau pengguna jasa PTSL itu.



Hal itu diakui oleh Aris Eko Widiyanto S.Sos kades Giriharjo yang dulu dilantik jadi kepala desa pada tanggal 18 Desember 2015. Sebagai kades Giriharjo yang telah menjabat hampir 4 tahun ini, urusan sertifikat tanah belum selesai. Sehingga pihaknya sangat berharap dengan PTSL ini diharapkan rampung pada akhir tahun 2019.



Karena pekerjaan sertifikat tanah itu memang pekerjaan yang harus cermat dan hati-hati untuk diselesaikan. Oleh karena itu pekerjaan tentang Sertifikat harus diselesaikan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena semua orang tentu tidak mau menyelesaikan pekerjaan yang bila diselesaikan tetapi berdampak dengan masalah hukum.



PTSL di desa Giriharjo, menurut sekretaris desa setempat juga mengakui bahwa pekerjaan tentang sertifikat tanah itu harus cermat dan teliti. “PTSL itu harus digarap dengan cermat dan teliti. Sehingga di masa yang akan datang tidak menimbulkan dampak yang menyulitkan bagi penggarap,” jelasnya.



Muharyanto menekankan hal tersebut, semua pekerjaan yang berkait dengan Sertifikat Tanah melalui PTSL harus digarap dengan cermat dan teliti. Supaya setelah terjadi SHM atau Surat Hak Milik, sertifikat itu sesuai aturan hukum dan harapan pemiliknya.



Selanjutnya pada tahun 2020 program tersebut di atas masih dilanjutkan di desa Giriharjo. Sehingga PTSL di Giriharjo pada 2020 akan ada penambahan. Sehingga diharapkan warga masyarakat tetap mempersiapkan diri menanggapi PTSL itu. Demikian informasi diterima wartawan yang melewati desa Giriharjo kecamatan Panggang.(Sab)