Trianto Sekdes Candirejo Kecamatan Semanu

Trianto Sekdes Candirejo Kecamatan Semanu

Sabtu, 07 Desember 2019


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalainterprize.online – Trianto mengungkapkan bahwa musim hujan tahun ini belum maksimal. Sehingga banyak warga masyarakat di wilayah Gunungkidul yang sudah tebar benih untuk ditanam dengan cara ngawu-awu tidak tumbuh dengan semestinya.



Ngawu-awu adalah cara tanam benih bagi para petani di wilayah Gunungkidul, yaitu dengan cara menebar benih di kala menjelang musim hujan. Model tanam benih seperti ini untuk mengurangi tenaga di kala musim hujan tiba.  Tanam lebih awal ini bisa dilakukan petani yang pada umumnya mereka punya lahan yang luas.



Dengan tenaga yang sedikit, yaitu dengan cara tanam bertahap, atau model tanam menyicil itu dimaksudkan tanaman dapat tumbuh baik karena serentak kehujanan dan di musim hujan tiba itu bibit tanaman tumbuh serentak dan hasilnya biasanya lebih baik.



Tetapi di musim hujan sekarang ini, yang dimulai hujan pertama pada hari Jumat Kliwon tanggal 01 November 2019 ternyata selama hampir sebulan hujannya tidak stabil. Alias bagi mereka yang telah tebar benih menyebabkan tanaman itu tumbuh dan kemudian kering akibat kekurangan air.



Hal demikian ini menurut pantauan wartawan yang sering meliput di wilayah pedesaan di wilayah pemerintahan kabupaten Gunungkidul, ternyata benar apa yang diungkapkan sekretaris desa Candirejo. Sehingga Trianto pun sebagai sekretaris desa tidak melulu bekerja sebagai sekretaris, tetapi juga tetap peduli dengan warga masyarakat yang menabur bibit tanaman seperti bibit jagung, bibit padi dan lainnya di lahan pekarangannya.



Trianto meras prihatin dengan tanaman petani yang tumbuh dan kemudian kering. Karena hal itu dipengaruhi hujan yang tidak merata dan tidak stabil. Tanaman tumbuh dan kemudian kering pun tidak hanya terjadi di wilayah desa Candirejo, tetapi terjadi di hampir seluruh wilayah pemerintahan kabupaten Gunungkidul.



Siapa yang peduli dan mampu mensiasati tentang tabur benih dan tanam benih menjelang musim hujan tahun ini. Kapan waktu yang tepat tidak ada yang mengetahui. Para petani hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa.



“Kepada Tuhan mereka berharap segera turun hujan di lahan sawah yang sekali panen. Semoga sampai Jumat Kliwon 6 Desember 2019 ini yang sebulan hujan tidak merata, dapat hujan yang serius dan mampu untuk bertanam. Rupanya 06-12-2019 sore hari turun hujan, semoga merata di wilayah DIY dan Gunungkidul,” harapnya. (Sab)