Desa Tambakromo Ponjong Krisis Air

Desa Tambakromo Ponjong Krisis Air

Jumat, 04 Oktober 2019



Biro DIY, Gunungkidul Cakrawalainterprize.online – Desa Tambakromo terjadi krisis air hingga bulan Oktober 2019 ini. Demikian diungkapkan oleh Saimin S,Pd dan Supriyanto atau pak aman desa Tambakromo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.
                                      
Memang, desa Tambakromo berada di wilayah pegunungan yang cukup tinggi. Sehingga di musim kemarau ini sumber air yang mengalir ke sumur tidak mencukupi kebutuhan warga masyarakat.

Hal ini terjadi di Sumur milik Saimin S.Pd yang biasanya di musim kemarau air sumur mencukupi kebutuhan masyarakat. Saat ini tidak mencukupi, sehingga sering terjadi pembelian air bersih untuk minum bagi warga masyarakat Tambakromo.

Menurutnya, harga air minum tiap tangki mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000 bahkan ada yang mencapai lebih dari dua ratus ribu, ini kalau air tangki diangkut ke posisi yang tinggi dan posisi sulit.

“Kebutuhan air bersih tidak hanya untuk minum, tetapi juga untuk kebutuhan masjid-masjid di wilayah Tambakromo. Sehingga kebutuhan air untuk masjid saat ini harus membeli dengan mobil tangki, ini demi untuk wudu atau bersih menjelang salat,” ungkap Supriyanto didampingi Saimin S.Pd kala ditemui wartawan.

Pihaknya berharap segera turun hujan, karena musim kemarau panjang ini sudah semakin kering dan sumber air diperkirakan habis pada pertengahan bulan Oktober ini. Pihaknya sudah berhubungan dengan dinas-dinas terkait. Namun hal tersebut belum mampu ditangani secara cepat.

Karena memang kendala bagi warga desa Tambakromo jalannya kadang masih sulit dijangkau mobil tangki air bersih. “Sudah harganya mahal dalam setiap tangkinya, juga lama ditunggu untuk dikirim ke rumah-rumah warga desa Tambakromo,” terangnya.

Pihaknya hanya memohon kepada Alloh SWT agar segera turun hujan. Karena kebutuhan air bersih semakin habis. Selain itu kebutuhan air agak kotor juga semakin sulit, air agak kotor biasanya untuk minum binatang seperti kambing, sapi dan hewan lainnya. “Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk warga masyarakat Tambakromo yang kini dilanda kekeringan sangat berharap segera turun hujan,” harapnya. (Sab)