Social Items

Grobogan –Cakrawalaonline, Akhirnya Polres Grobogan menetapkan MA (13) sebagai tersangka kasus meninggalnya Dimas Angga Prasetya (13) siswa SMPN 4 Purwodadi. Antara tersangka dan korban sebelumnya terlibat perkelahian, namun dalam perkelahian tersebut korban sempat terjatuh, kepalanya membentur jalan cor dan akhirnya meninggal dunia.

Diketahui sebelumnya ternyata keduanya sudah saling mengenal, namun karena saling ejek keduanya yang masih di bawah umur tersulut emosinya dan terjadilah perkelahian tersebut.

Terpisah Kapolres Grobogan AKBP Choiron Al Atiq saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dalam kasus tersebut sudah ditetapkan satu tersangka, namun tidak dilakukan penahanan hanya saja wajib lapor, karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

“Berawal antara korban dan tersangka saling ejek, mungkin tersangka tidak terima sehingga menghadang korban sepulang sekolah yang berbuntut perkelahian antar keduanya,” jelasnya melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/9).

Seperti diketahui sebelumnya korban ditemukan warga dalam kondisi lemas di jalan Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, sekitar pukul 13.30 WIB.

Dengan kondisi korban yang mengkhawatirkan, warga membawanya ke Puskesmas Pulokulon II. Namun, dalam perjalanan menuju Puskesmas, korban meninggal dunia. Ng-Awg

Tersangka Kasus Tewasnya Pelajar SMPN 4 Purwodadi Diproses Polisi

Cakrawala Online
Grobogan –Cakrawalaonline, Akhirnya Polres Grobogan menetapkan MA (13) sebagai tersangka kasus meninggalnya Dimas Angga Prasetya (13) siswa SMPN 4 Purwodadi. Antara tersangka dan korban sebelumnya terlibat perkelahian, namun dalam perkelahian tersebut korban sempat terjatuh, kepalanya membentur jalan cor dan akhirnya meninggal dunia.

Diketahui sebelumnya ternyata keduanya sudah saling mengenal, namun karena saling ejek keduanya yang masih di bawah umur tersulut emosinya dan terjadilah perkelahian tersebut.

Terpisah Kapolres Grobogan AKBP Choiron Al Atiq saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dalam kasus tersebut sudah ditetapkan satu tersangka, namun tidak dilakukan penahanan hanya saja wajib lapor, karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

“Berawal antara korban dan tersangka saling ejek, mungkin tersangka tidak terima sehingga menghadang korban sepulang sekolah yang berbuntut perkelahian antar keduanya,” jelasnya melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/9).

Seperti diketahui sebelumnya korban ditemukan warga dalam kondisi lemas di jalan Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, sekitar pukul 13.30 WIB.

Dengan kondisi korban yang mengkhawatirkan, warga membawanya ke Puskesmas Pulokulon II. Namun, dalam perjalanan menuju Puskesmas, korban meninggal dunia. Ng-Awg

Tidak ada komentar