Kades Krambilsawit, Wujudkan Infrastruktur Lebih Baik

Kades Krambilsawit, Wujudkan Infrastruktur Lebih Baik

Kamis, 26 September 2019




Biro DIY, Gunungkidul Cakrawalainterprize.online – Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani. Filosofis Jawa demikian itu, mengimplementasikan mengenai sikap seorang sosok pemimpin yang bisa memberi teladan atau contoh yang baik terhadap sesamanya dan menjadi pelindung, pengayom, dan pamomong masyarakat secara adil dan merata. Apalagi pemimpin ini juga mempunyai jiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Sosok pemimpin yang mempunyai sifat asih, asuh itu, dia adanya Wagiya, AMa” Kepala Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.  Wagiya, A.Ma memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas serta bijaksana dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tugas yang tersampir di pundaknya.

Apalagi sebelum menjabat Kades yang dilantik pada tanggal 27-11-2013, merupakan pensiunan PNS Guru Agama di SD Bibal.   Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Krambilsawit yang terdiri dari 9 Padukuhan, 25 Rukun Tetangga bisa menunjukkan bukti pengabdiannya dapat dipertanggung jawabkan.

Seperti bidang pemerintahan para aparatur pemerintah beserta para perangkat atau pamong desa dan staf dalam melayani masyarakat telah dijalankannya dengan prima dan trasnparan melalui pelayanan satu pintu. Kemudian mengenai bidang perekonomian dan kesejahteraan sosial, para aparatur pemerintah desa aktif melakukan pendampingan dan memberdayakan masyarakat melalui sektor ekonomi produktif, diantaranya: Pertanian, Peternakan, dan UMKM.

Menggali sumber daya alam yang ada melalui sektor pariwisata dan pelestarian seni budaya di tempat-tempat obyek wisata, terutama wisata pantai dan wisata alam lainnya. Sedangkan di sektor seni budaya melakukan upacara adat satu tahun selama dua kali, yaitu labuhan dan paska panen.

Selanjutnya pada puncak acaranya dilakukan kenduri sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dari para petani bisa dirasakan oleh masyarakat. Demikian juga para nelayan membawa hasil tangkapannya baik serta mendapat keselamatan. Sedangkan untuk seni tradisional, Desa Krambilsawit mempunyai kelompok kesenian, Kethoprak, Karawitan. Untuk paguyuban kethoprak diberi nama “Mudo Wiromo” dengan pelatih Ki Suraji.

Sedangkan untuk paguyuban seni karawitan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok karawitan pria diberi nama “Siswo Budoyo” dan kelompok karawitan putri diberi nama “Maju Lestari” dengan pelatih Ki Sayogi. Mengenai kesenian dan wisata Pantai Ngedan maupun Pantai Butuh merasa nyaman melihat keindahan deburan ombak pantai. Terlebih lagi, dengan disuguhi suara gamelan dan alunan tembang dari Swarawati (Sinden).

Dalam bidang pembangunan fisik maupun infrastruktur, Desa Krambilsawit telah mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk membangun pasar desa dan jalan usaha tani. Sedangkan ADD untuk renovasi kantor desa beserta melengkapi sarana dan prasarana yang belum ada. Dalam melaksanakan program kerja selalu melibatkan lembaga desa yang ada, antara lain: BPD, LPMD, PKK, Karang Taruna, Para Pamong Desa, RT/RW, Babinsa, Babinkamtibmas, Gapoktan, Komunitas Seni Budaya, tokoh masyarakat agar dengan mengacu pada Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 seperti yang tertuang dalam RPJMDes dan APBDes melalui hasil Musrenbang dan Musdus.

Dengan cara dan melalui hasil Musrenbang dan Musdus. Dengan demikian, Desa Krambil Sawit yang kini telah bekerja sama dengan investor akan membangun 150 hotel tidak akan terjadi gejolak dari masyarakat. Bahkan akan membaw Desa Krambilsawit menuju desa yang lebih baik. Tandas suami dari Sukijem dan bapak tiga anak ini kepada wartawan pada saat ditemui di rumahnya Dusun Ngondel Kulon RT 01 RW 05 Krambilsawit, Saptosari. (Sab)