Heri Yulianto Inginkan Desa Yang Maju

Heri Yulianto Inginkan Desa Yang Maju

Kamis, 26 September 2019




Biro DIY, Gunungkidul Cakrawalainterprize.online – Heri Yulianto Kades Ngloro kecamatan saptosari menginginkan desa yang maju, sejahtera lahir dan batin untuk warga masyarakat secara menyeluruh. Demikian dengan sebutan Tak Kenal Maka Tak Sayang.
Pepatah demikian itu, mengimplementasikan mengenai sikap seorang sosok pemimpin yang dikenal oleh semua lapisan masyarakat.

Dimulai dari desanya hingga daerah lain yang mempunyai jiwa sosial dan peduli lingkungan. Selain itu juga cakap, trampil, cerdas dan santun dalam bertutur kata kepada siapapun. Bahkan selalu transparan dalam menyelesaikan tugas yang tersampir di pundaknya dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai prosedur.

Heri Yulianto selaku Kepala Desa Ngloro yang kelahiran Gunungkidul pada 02 Juli 1980 dari warga RT 04 RW 01 Padukuhan Ngloro, kecamatan Saptosari dalam menjalankan roda pemerintahan desa sejak dilantik pada tanggal 27-11-2013 telah menunjukkan bukti pengabdiannya kepada masyarakat Desa Ngloro yang terdiri dari 6 Padukuhan 27 Rukun Tetangga dapat dipertanggung jawabkan.

Pak Heri begitu sapaan akrabnya suami dari Judaltinah dan bapak 2 anak ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat, meskipun mempunyai perbedaan latar belakang kehidupan yang tidak sama. Namun semua dirangkulnya, seperti kerabatnya sendiri. Sikap golong gilig yang selalu diterapkan oleh Kades Ngloro penyuka warna orange banyak membawa pengaruh besar bagi desa yang kini dipimpinnya.

Mengenai upaya yang dilakukan untuk memajukan dusunnya dengan melalui berbagai sumber yang ada, diantaranya dengan melalui seni budaya sebagai tinggalan dari para leluhur. Seperti: Jathilan, Reog, Kethoprak, dan kesenian tradisional lainnya melalui gelar budaya se Desa Ngloro dengan mengalokasikan dana APBDes. Cara inilah akan menghantarkan masyarakat menjadi maju, makmur dan sejahtera.

Apalagi Desa Ngloro yang mayoritas warga masyarakatnya sebagai petani sehingga setiap musim panen atau bersih dusun akan rutin menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang tak pernah lepas dari rasa kebersamaan. Kemudian mengenai bidang pembangunan melalui dana desa (DD) untuk pengerasan jalan, jambanisasi, pemberdayaan masyarakat dan sebagainya. Sedangkan ADD untuk renovasi kantor desa melengkapi sarana dan prasarana kantor desa.

Mulai bidang pembangunan selalu melibatkan fungsi lembaga desa yang ada melalui hasil MUSRENBANG dan MUSDUS seperti yang teruang dalam UU Desa No.6 Tahun 2014 dengan mengacu pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai jati diri Bangsa Indonesia. Demikian kepada Pers saat ditemui dikediamannya di Padukuhan Ngloro RT 04 RW 01 Ngloro, Kec. Saptosari, Kab. Gunungkidul, DIY. (Sab)