Social Items




Biro DIY, Sleman – Cakrawalaonline.com – Kala digelar Sedekah Kali Gajahwong, malam minggu 1 Oktober hingga 2 Oktober 2016 wilayah RT24 RW8 Pringgodani Padukuhan Mrican dipadati pengunjung. Tepat 2 Oktober itu warga masyarakat dari  semua kalangan berkumpul sebagai pertanda tahap awal penataan kali dan kehidupan warga bantaran Kali Gajahwong di wilayah padukuhan Mrican khususnya RW 08, RW 06 desa Caturtunggal Depok Sleman.

Acara ini digelar oleh warga masyarakat padukuhan Mrican  bekerjasama dengan komunitas Kalijawi dan ArkomJogya. Warga masyarakat Pringgodani yang masuk padukuhan Mrican dikategorikan sebagai perkampungan kumuh, yang kumuh itu penataannya, kata pemdes Caturtunggal.

Oleh sebab itu sudah setahun tokoh dan warga masyarakat Pringgodani menggarap kawasan itu. Mulai sosialisasi tentang kawasan kumuh, kehidupan masyarakat bantaran kali dan segala sesuatu yang menyertainya. Itu semua masuk dalam garapan ArkomJogja dan komunitas Kalijawi, katanya.

Tidak semua seluk-beluk diketahui oleh warga masyarakat, karena garapan itu hanya menyentuh dari tokoh-tokoh saja, tidak semua digarap langsung oleh kelompok. Karena tidak mungkin mengumpulkan orang yang buta keadaan dan lingkungan atau orang yang tak peduli diajak ngomong oleh penggerak program. Maka yang diajak ngomong hanya orang tertentu
.
Tiga kelompok berhasil bersosialisasi tentang Program Penataan Bantaran Kali Gajahwong, mulai dari gambar program pembangunan dan penataan rumah penduduk yang bakal dipotong untuk pengembangan atau penataan kawasan kali itu. Telah disadari dan disepakati secara lisan oleh masyarakat yang terkena dampak program itu.

Sehingga tanggal 02-10-2016, tepatnya tanggal 1 Suro tahun Jawa itu digelar Kirab Budaya atau dan Sedekah Kali Gajahwong. Acara diawali upacara dan doa awal di wilayah RT14 tepatnya di IPAL wilayah RW6 Pringgodani. Dua gunungan beserta fasilitas lain diarah oleh masyarakat. Diiringi  kelompok Punokawan mengiringi dua Gunungan digiring untuk disajikan dalam Sedekah Kali Gajahwong berpusat diseputar wilayah RT24 Pringgodani.

Hadir dalam acara itu dari dinas Badan Lingkungan Hidup Sleman, DPRD Sleman, wakil bupati Sleman Hj Dra Sri Muslimatun, perwakilan camat Depok (sekcam), H Aminudin Aziz S.Ag carik desa atau perwakilan Kades Caturtunggal, dukuh Mrican Sumarji dan ibu Sumarji serta dukuh tetangga, termasuk tokoh sepadukuhan Mrican.

Sambutan dari kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman menuturkan, tentang pentingnya kesehatan lingkungan di daratan, udara, kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat bantaran kali. Tiga unsur itu harus diperhatikan masyarakat bersama pemerintah. “Kita berterima kasih pada warga yang telah peduli dengan hal ini, mari kita tetap bekerjasama untuk itu semua,”katanya.

Dalam hal  itu, Sekcam Depok berterimakasih pada masyarakat yang telah bersusah payah demi tercapainya program itu. “Kami cukup bangga dengan kerjasama warga,” ungkapnya. “Dan kami memohonkan ijin bapak camat tidak dapat hadir karena masih dalam perjalanan naik haji,” tambahnya.

Wakil bupati Sleman  Dra Hj Sri Muslimatun hadir didampingi oleh suaminya, Drs H Damanhuri MBA MM, mengucapkan terima kasih dapat hadir dalam Sedekah Kali Gajahwong, walaupun disambut hujan deras. Namun tetap nampak meriah. Karena didukung oleh kesenian tradisional Karawitan Pringgo Laras Padukuhan Mrican yang dibina Sumarji dukuh Mrican bersama Sabar ketua RT21/RW 8 Pringgodani.

Wakil bupati Sleman berharap agar kesenian tradisional di masyarakat tetap dilestarikan dan dikembangkan. “Kami berterima kasih seni karawitan masih ditampilkan, semoga tetap dikembangkan untuk generasi mendatang agar tidak haus dengan seni tradisional karawitan,” ungkapnya. “Semoga seni karawitan di wilayah pemkab Sleman tetap berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ditampilkan nyanyi anak-anak, remaja, lomba fashion show gombal-gombalan, penampilan Maket Rencana Pembangunan Kali dan Rumah Penduduk. “Secara umum Sedekah Kali Gajahwong 2 Oktober 2016 sukses, karena acara ini baru pertama,” kata Imam Basuki Ketua RW 8 Pringgodani juga ketua panitia Sedekah Kali didampingi Ari Wijaya sekretaris dan ketua RT23/RW 8  Pringgodani.

Dari Kelompok Wanita Tani (KWT) padukuhan Mrican juga hadir, turut peduli dengan kegiatan Sedekah Kali Gajahwong ini. KWT padukuhan Mrican hadir dalam kirab budaya di masyarakat itu. Dipimpin oleh Nur Handayani isteri Sumarji dukuh Mrican, KWT semakin serius kerja dalam pengabdiannya di masyarakat. “Kami harus tetap peduli dengan semua kegiatan yang ada di masyarakat,” kata Nur Handayani.

Dalam rapat Penutupan Sedekah Kali Gajahwong diutarakan, salah satu peserta menanyakan, dapatkah Sedekah Kali atau Kirap Budaya itu jadi Agenda Tahunan. Dijawab oleh ketua panitia Imam Basuki, kami akan meneruskan kepada pejabat dukuh dan pejabat tingkat desa dan kecamatan. “Semoga acara Sedekah Kali dan Kirab Budaya Padukuhan Mrican ini jadi RAPB Padukuhan Mrican beserta masyarakat,” jelasnya.

Hingga Agustus 2019 pembangunan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Pringgodani baru dimulai tanggal 05-08-2019. Dimulai pembangunan lapak dasar cor beton yang dibawahnya untuk gudang sampah dari program Kotaku oleh BKM Caturtunggal, dilaksanakan oleh KSM Arjuna Pringgodani dan juga sebagai landasan pembangunan balai pertemuan warga masyarakat Pringgodani, nantinya. (Sab)

Sleman, Mrican Sedekah Kali Gajahwong Minggu 02-10-2016

Cakrawala Online



Biro DIY, Sleman – Cakrawalaonline.com – Kala digelar Sedekah Kali Gajahwong, malam minggu 1 Oktober hingga 2 Oktober 2016 wilayah RT24 RW8 Pringgodani Padukuhan Mrican dipadati pengunjung. Tepat 2 Oktober itu warga masyarakat dari  semua kalangan berkumpul sebagai pertanda tahap awal penataan kali dan kehidupan warga bantaran Kali Gajahwong di wilayah padukuhan Mrican khususnya RW 08, RW 06 desa Caturtunggal Depok Sleman.

Acara ini digelar oleh warga masyarakat padukuhan Mrican  bekerjasama dengan komunitas Kalijawi dan ArkomJogya. Warga masyarakat Pringgodani yang masuk padukuhan Mrican dikategorikan sebagai perkampungan kumuh, yang kumuh itu penataannya, kata pemdes Caturtunggal.

Oleh sebab itu sudah setahun tokoh dan warga masyarakat Pringgodani menggarap kawasan itu. Mulai sosialisasi tentang kawasan kumuh, kehidupan masyarakat bantaran kali dan segala sesuatu yang menyertainya. Itu semua masuk dalam garapan ArkomJogja dan komunitas Kalijawi, katanya.

Tidak semua seluk-beluk diketahui oleh warga masyarakat, karena garapan itu hanya menyentuh dari tokoh-tokoh saja, tidak semua digarap langsung oleh kelompok. Karena tidak mungkin mengumpulkan orang yang buta keadaan dan lingkungan atau orang yang tak peduli diajak ngomong oleh penggerak program. Maka yang diajak ngomong hanya orang tertentu
.
Tiga kelompok berhasil bersosialisasi tentang Program Penataan Bantaran Kali Gajahwong, mulai dari gambar program pembangunan dan penataan rumah penduduk yang bakal dipotong untuk pengembangan atau penataan kawasan kali itu. Telah disadari dan disepakati secara lisan oleh masyarakat yang terkena dampak program itu.

Sehingga tanggal 02-10-2016, tepatnya tanggal 1 Suro tahun Jawa itu digelar Kirab Budaya atau dan Sedekah Kali Gajahwong. Acara diawali upacara dan doa awal di wilayah RT14 tepatnya di IPAL wilayah RW6 Pringgodani. Dua gunungan beserta fasilitas lain diarah oleh masyarakat. Diiringi  kelompok Punokawan mengiringi dua Gunungan digiring untuk disajikan dalam Sedekah Kali Gajahwong berpusat diseputar wilayah RT24 Pringgodani.

Hadir dalam acara itu dari dinas Badan Lingkungan Hidup Sleman, DPRD Sleman, wakil bupati Sleman Hj Dra Sri Muslimatun, perwakilan camat Depok (sekcam), H Aminudin Aziz S.Ag carik desa atau perwakilan Kades Caturtunggal, dukuh Mrican Sumarji dan ibu Sumarji serta dukuh tetangga, termasuk tokoh sepadukuhan Mrican.

Sambutan dari kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman menuturkan, tentang pentingnya kesehatan lingkungan di daratan, udara, kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat bantaran kali. Tiga unsur itu harus diperhatikan masyarakat bersama pemerintah. “Kita berterima kasih pada warga yang telah peduli dengan hal ini, mari kita tetap bekerjasama untuk itu semua,”katanya.

Dalam hal  itu, Sekcam Depok berterimakasih pada masyarakat yang telah bersusah payah demi tercapainya program itu. “Kami cukup bangga dengan kerjasama warga,” ungkapnya. “Dan kami memohonkan ijin bapak camat tidak dapat hadir karena masih dalam perjalanan naik haji,” tambahnya.

Wakil bupati Sleman  Dra Hj Sri Muslimatun hadir didampingi oleh suaminya, Drs H Damanhuri MBA MM, mengucapkan terima kasih dapat hadir dalam Sedekah Kali Gajahwong, walaupun disambut hujan deras. Namun tetap nampak meriah. Karena didukung oleh kesenian tradisional Karawitan Pringgo Laras Padukuhan Mrican yang dibina Sumarji dukuh Mrican bersama Sabar ketua RT21/RW 8 Pringgodani.

Wakil bupati Sleman berharap agar kesenian tradisional di masyarakat tetap dilestarikan dan dikembangkan. “Kami berterima kasih seni karawitan masih ditampilkan, semoga tetap dikembangkan untuk generasi mendatang agar tidak haus dengan seni tradisional karawitan,” ungkapnya. “Semoga seni karawitan di wilayah pemkab Sleman tetap berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ditampilkan nyanyi anak-anak, remaja, lomba fashion show gombal-gombalan, penampilan Maket Rencana Pembangunan Kali dan Rumah Penduduk. “Secara umum Sedekah Kali Gajahwong 2 Oktober 2016 sukses, karena acara ini baru pertama,” kata Imam Basuki Ketua RW 8 Pringgodani juga ketua panitia Sedekah Kali didampingi Ari Wijaya sekretaris dan ketua RT23/RW 8  Pringgodani.

Dari Kelompok Wanita Tani (KWT) padukuhan Mrican juga hadir, turut peduli dengan kegiatan Sedekah Kali Gajahwong ini. KWT padukuhan Mrican hadir dalam kirab budaya di masyarakat itu. Dipimpin oleh Nur Handayani isteri Sumarji dukuh Mrican, KWT semakin serius kerja dalam pengabdiannya di masyarakat. “Kami harus tetap peduli dengan semua kegiatan yang ada di masyarakat,” kata Nur Handayani.

Dalam rapat Penutupan Sedekah Kali Gajahwong diutarakan, salah satu peserta menanyakan, dapatkah Sedekah Kali atau Kirap Budaya itu jadi Agenda Tahunan. Dijawab oleh ketua panitia Imam Basuki, kami akan meneruskan kepada pejabat dukuh dan pejabat tingkat desa dan kecamatan. “Semoga acara Sedekah Kali dan Kirab Budaya Padukuhan Mrican ini jadi RAPB Padukuhan Mrican beserta masyarakat,” jelasnya.

Hingga Agustus 2019 pembangunan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Pringgodani baru dimulai tanggal 05-08-2019. Dimulai pembangunan lapak dasar cor beton yang dibawahnya untuk gudang sampah dari program Kotaku oleh BKM Caturtunggal, dilaksanakan oleh KSM Arjuna Pringgodani dan juga sebagai landasan pembangunan balai pertemuan warga masyarakat Pringgodani, nantinya. (Sab)

Tidak ada komentar