Kades, Perangkat Desa Dan PNS Berapakaian Jawa

Kades, Perangkat Desa Dan PNS Berapakaian Jawa

Sabtu, 31 Agustus 2019




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Menindaklanjuti Surat dari Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 025/3239, tanggal 12 Agustus 2015. Hingga akhir bulan Agustus 2019 ini tetap berjalan mengenai hal berpakaian Jawa bagi pegawai di DIY. Isi surat sebagaimana tersebut di atas. Bersama ini diberitahukan kepada saudara Kepala Desa di Pemkab Gunungkidul.
                                     
Sesuai dengan keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 39/KPTS/2015 dan Surat Sekretaris Daerah Nomor 060/0557 perihal Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta. Menambah kesan lebih berwibawa dan menampakkan orang seperti ketoprak. Karena yang pria berpakaian Jawa dan blangkon dan yang putri bernyamping atau pakaian jarik dan sanggul.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diharapkan kepada para kepala desa se kabupaten Gunungkidul untuk mensosialisasikan kembali kebijakan penggunaan pakaian tradisional Jawa  Yogyakarta di lingkungan kerjanya masing-masing.

Sedikitnya tiga kali bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berpakaian Jawa. Pertama dalam menyambut Hari Peringatan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat tanggal 29 Jumadilawal atau tanggal 20 Maret 2015.

Kedua dalam  menyambut Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul tanggal 27 Mei 2015. Ketiga, menyambut Hari Peringatan Pengesahan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY tanggal 31 Agustus 2015.  Hingga kini acara tersebut tetap dilakukan oleh pegawai pemerintah di lingkungan DIY.

Hal tersebut agar mendapatkan perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh kades dan para PNS di Pememerintahan kabupaten  Gunungkidul. Demikian juga  ditindaklanjuti oleh Muh Setiawan I SH M.Si selaku camat kecamatan Gedangsari kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Telah dibuktikan oleh pamong, kades dan camat serta jajarannya di lingkungan pemerintah kecamatan Gedangsari dan desa Ngalang pada 31 Agustus 2015 berpakaian Tradisional Jawa Yogyakarta. “Acara ini tetap dijalankan hingga masa yang akan datang,” kata salah satu sumber yang dapat dipercaya. (Sab)