Jalita Di Desa Mertelu Gedangsari Belum Maksimal

Jalita Di Desa Mertelu Gedangsari Belum Maksimal

Sabtu, 31 Agustus 2019




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Pemandangan alam di wilayah kecamatan Gedangsari sangat menarik untuk dikembangkan. Disini tentu saja banyak obyek wisata yang belum digarap secara maksimal. Misalnya obyek wisata Bukit Jaga Tamu, Bukit Clongop dan lainnya.

Walau kini sudah ada obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti wilayah Grand Vilage yang berlokasi di seputaran wilayah Clongop. Di puncak Clongop ini wisatawan mampu melihat pemandangan alam. Bisa melihat obyek wisata Rowo Jombor di kecamatan Klaten dari jarak jauh dan pemandangan indah lainnya dari puncak bukit yang sangat indah.

Tetapi ini semua tidak banyak yang mampu menggugah semangat jiwa untuk lari ke wilayah itu. Tapi banyak juga orang yang terpanggil untuk jadi wisatawan di wilayah kecamatan Gedangsari, karena menikmati bukit yang indah dan main layang-layang serta numpak flaying fox yang terpanjang di Asia Tenggara, yang dulu dibuka oleh gubernur DIY beberapa tahun terakhir.

Seperti apa yang disampaikan Kades Mertelu, Sukirno yang menjabat berawal dari dukuh selama 14 tahun lalu. Sejak tahun kemarin  jadi kades Mertelu Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Pihaknya menerangkan, mengenai akses jalan dari Desa Mertelu sampai pedukuhan Baturturu sepanjang lebih kurang tujuh kilometer sangat jelek karena belum memenuhi standar jalan.

Karena diberbagai titik yang jalannya masih telanjang, maksudnya masih tanah, hanya beberapa titik pengerasan jalan dengan di cor beton. Demikian disampaikan Sukirno Kades Mertelu di kediamannya pada Kamis Wage 22-08-2019.

Sebelum jadi kades Mertelu, Sukimo 14 tahun jadi Dukuh Baturturu. Pihaknya sudah benar-benar memperhatikan kepentingan atau kebutuhan warganya. Namun keterbatasan biaya atau material serta uang walaupun kini Sukirno menjabat kades.

Sehingga pembangunan fisik berupa Jalita atau Jalan Air dan Listrik untuk warga masyarakat desa Mertelu dirasa belum maksimal.  Jalita, yang dulu digembor-gemborkan oleh pemerintah masa lalu, hingga kini belum maksimal dirasakan hasilnya. Sehingga warga masyarakat desa Mertelu belum merasakan pembangunan secara merata.

Karena tiga kebutuhan warga Mertelu yaitu jalan, air dan listrik belum maksimal. Sehingga tingkat kemiskinan warga Mertelu masih banyak, dan penulis belum mengecek data secara lengkap. Tapi yang jelas, seperti diungkapkan kades, apa yang jadi kebutuhan masyarakat desa Mertelu pihaknya menerangkan, yang sangat vital dan mendasar adalah kebutuhan air bersih.

Sudah menggali sumur bor hingga 3 kali, namun gagal atau tidak mendapatkan air. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bersama dinas terkait sudah mencoba menggali di tiga titik lokasi ternyata gagal. Tiga diantaranya salah satu ada yang bisa dinaikkan airnya. Namun kurang lebih berukuran tiga kubik air sudah tidak mampu disedot lagi. Hal ini dimungkinkan karena kemarau yang cukup panjang.

Selama ini mayoritas warga untuk kebutuhan air bersih adalah membeli dengan harga cukup mahal, tergantung jauh dekat dan jangkauan lokasinya. Kades berharap, berkait akses jalan dan pengadaan air bersih yang sangat memprihatinkan pihaknya berharap kepada pemerintah.

Karena masalah Jalita atau jalan, listrik dan air itu merupakan kebutuhan pokok warga masyarakat. Kepada dinas terkait untuk membantunya agar jalan yang sudah optimal dapat memperlancar pembangunan perekonomian dilingkungan desa Mertelu kecamatan Gedangsari kabupaten Gunungkidul DIY. (Sab)