Ibnu Hajar Panggang Kyai Tertua Pulau Jawa

Ibnu Hajar Panggang Kyai Tertua Pulau Jawa

Kamis, 15 Agustus 2019




Cakrawala Online Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline.com – Dua kyai kondang dari pantai utara Pulau Jawa dan dari pantai selatan pulan Jawa kini telah putus hubungan dalam kaitannya politik dan dakwah agama Islam. Karena H Maimun Zubair telah wafat beberapa hari lalu.

Juru dakwah pantai utara dan pantai selatan ini selama ini selalu berhubungan batin untuk mensiarkan agama Islam. Namun ibaratnya kyai pantai utara yaitu Maimun Zubair kyai tertua dan kyai pandai ini telah pulang ke rahmat Allah SWT. Kemarin, kala kyai ini masih hidup Maimun Zubair sering berhubungan batin dengan KH Ibnu Hajar Saleh Pranolo di dusun Panggang kecamatan Panggang Gunungkidul.

Namun terpantau dari jauh dua kyai ini yang dari pesisir utara ternyata lebih dibutuhkan dalam percaturan politik. Sehingga lebih terkesan sering dieret-eret oleh penguasa untuk mencari atau mengumpulkan jumlah pemilih dalam memenangkan calon pemimpin tanah Jawa maupun Indonesia.

Tetapi itu semua bagi seorang kyai sudah diniati atau sudah berniat untuk beribadah, baik untuk kepentingan dunia dan kepentingan akhirat atau jaman akhir di alam fana kelak. Bagi seorang kyai yang telah semeleh atau menep pikirannya untuk dunia, hal itu menurut beliau untuk kepentingan akhirat juga. Sehingga jiwa dan pikirannya dibutuhkan oleh orang banyak, termasuk yang mengelola negeri ini.

Sekilas yang diketahui penulis adalah bila kyai pantai utara, Maimun Zubair adalah keturunan Sunan Giri. Beliau adalah cucu Sunan Giri, karena keturunan seorang wali, sehingga mereka digemari dan dicintai oleh orang banyak, terutama bagi mereka yang mengetahui tentang sil-silah keturunan mereka.

Beda jauh dengan Kyai H Ibnu Hajar Shaleh Pranolo dari Panggang kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul DIY. KH Ibnu Hajar sering terfokus dalam Ilmu Agama Islam dan ilmu pertanian bagi anak muda di sekitarnya di seluruh pesisir selatan Pulau Jawa.

Mencetak kader-kader handal dan pemuda kuat dalam hidup beragama dan hidup bermasyarakat sebagai anak pondok yang ahli membaca Al Qur’an adalah gemblengan KH Ibnu Hajar. Tetapi tidak khusus Ilmu Agama Islam, para santri Ponpes Aolia yang dikelola KH Ibnu Hajar mencetak generasi yang ahli dalam hidup bertani dan berkebun.

Kelihatan aneh memang, tapi hal itu tidak mengherankan bahwa murid-murid KH Ibnu Hajar yang telah lulus mampu terbang ke negara Arab tanpa kapal terbang. Sulit diterangkan di sini karena kyai ini tak pernah cerita kepada wartawan. Pantas karena beliau keturunan Prabu Siliwangi dari Jawa Barat.

Tidak kagum bagi kyai lain yang sekarang ini KH Ibnu Hajar Saleh Pranolo jadi juru dakwah Pantai Selatan dan Pantai Utara termasuk di dalamnya pulau Jawa. Karena dua kyai tertua di pulau Jawa ini hanya Ibnu Hajar dari Panggang Gunungkidul. Sayangnya Ibnu Hajar jarang cerita tentang keampuhan ilmu yang dimiliki. “Itu nanti untuk anak cucu dan generasi masa depan yang lebih baik,” katanya. (Sab)