Gara-gara Belum Bisa Bayar Hutang Rumah Seisinya Warga Penawangan Diangkut Orang

Gara-gara Belum Bisa Bayar Hutang Rumah Seisinya Warga Penawangan Diangkut Orang

Selasa, 27 Agustus 2019


Grobogan - Cakrawalaonline, Kasus penjarahan terjadi di Toko Penawangan Grobogan. Korban Rini Hariani (31) hanya tersedu saat rumah seisinya dijarah oleh orang yang diduga memiliki urusan utang piutang dengan korban.

Pelaku penjarahan diduga didalangi oleh 5 orang , dan pelaku tersebut sudah diadukan ke Polres Grobogan.

Meski melakukan penjarahan secara terang-terangan tetangga korban tak bisa berbuat apa-apa.

Menurut penuturan korban, penjarahan dilakukan Rabu (14/8) lalu, usai korban meninggalkan rumahnya. Tak hanya itu, Kamis (15/8) rumah milik Rini yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu  pun dijarah habis.

"Belum genap semalam, saya mendapat telpon dari anak saya, seluruh barang-barang di rumah dijarah mereka, seketika saya lemas," ujarnya.


Kondisi rumah Rini sebelum terjadi penjarahan.

Ia menuturkan, sedikitpun tidak ada niat untuk lari dari masalah, namun akibat beban terlalu berat ia mengaku hanya ingin sejenak menenangkan diri.

"Kalau saya ingin lari dari masalah, pasti saya bawa pakaian, sebelum pergi meninggalkan rumah, saya sempat tinggalkan uang Rp 7 juta untuk WJ, tapi entah siapa yang mengambil. Rumah pun sekarang sudah tak tersisa," keluhnya.

Dijelaskannya, hutang Rini kepada para pelaku total Rp 385 juta, namun kabar yang beredar hutang  mencapai miliaran. "Berkembangnya kabar hutang hingga 1, 2 miliar tidak benar, terjadinya nilai setinggi itu karena bunganya 20 persen perhari, " paparnya.

Kuasa Hukum Rini, Soegiyono, SE. SH. MH mengatakan, hutang piutang merupakan kasus perdata, seharuanya diselesaikan dengan cara yang benar. "Silakan gugat di pengadilan. Jangan main jarah begitu, karena tidak ada kaitannya. Selain pengrusakan, ini perampokan," jelasnya.

"Kami berharap para pelaku dijerat pasal 368 KUH Pidana. Karena yang berhak menetapkan pasal adalah penyidik," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Toko, Edy Riyanto, membenarkan adanya insiden penjarahan yang terjadi 14-15 Agustus lalu. "Memang orang yang datang kerumah saya, mengaku uangnya dipinjam Rini sebanyak Rp 1,2 miliar," katanya. Ng-Rub