Temu Wicara, Wakil Bupati Nganjuk Membahas Pertanian Sehat

Temu Wicara, Wakil Bupati Nganjuk Membahas Pertanian Sehat

Kamis, 11 Juli 2019

Wabup beserta jajaran saat menghadiri temu wicara

Nganjuk-Cakrawalaonline,
Setelah meninjau lokasi ITD di kelurahan Jatirejo, pada hari Rabu, (10/07) Wakil Bupati menghadiri acara Temu Wicara yang diselenggarakan di balai Kelurahan Jatirejo bersama para kelompok tani yang berasal dari berbagai kelurahan di wilayah kabupaten Nganjuk.

Di acara tersebut Pemerintah Daerah beserta Dinas Pertanian mengajak para kelompok tani untuk meciptakan gerakan pertanian sehat dan tanaman sehat.

Namun menurut Wakil Bupati, pertanian yang sehat itu tidak harus sepenuhnya menggunakan pestisida organik, “Tetap boleh menggunakan pestisida kimia, akan tetapi sesuai takaran, jangan digelontor sembarangan” Ujarnya.

 “Kalau menggunakan pure pestisida organik biaya bisa lebih tinggi. Contohnya ada yang menggunakan tetes sebagai pupuk, itu pun tidak dilarang, tetapi harus hati-hati. Karena kalau berlebihan sewaktu tanah akan dilolah kembali, ditraktor, mesinnya bisa melompat-lompat akibat dari tanah yang mengeras, efek dari tetes tersebut,” lanjutnya.

Selain menyampaikan hal diatas, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjalankan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional. Dengan membeli produk-produk asal Nganjuk seperti beras, sayuran, dan buah-buahan. Ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian kabupaten Nganjuk. “Dari Nganjuk untuk Nganjuk,” Ujar Wakil Bupati Marhaen Jumadi.

Wakil Bupati selalu mengkampanyekan slogan Dari Nganjuk untuk Nganjuk dalam setiap kunjungan kerjanya.

Menurutnya, ini sesuai dengan cita-cita Bung karno yang mengedepankan ekonomi kerakyatan.

“Ini semua harus kita barengi agar tercipta orang-orang kecil yang sejahtera, petani tidak boleh besaing sendiri-sendiri. Contohnya seperti yang terjadi selama ini, beras Nganjuk tidak laku di Nganjuk karena banyak supplyer nakal. Ini tugas Dinas Sosial bersama Dinas Pertanian. Disaat seperti ini pemerintah harus hadir ditengah petani.”

Menurut Wakil Bupati sebenarnya saat ini sudah ada kemajuan dari para petani yang biasanya 2 kali panen, sekarang mampu 4 kali panen. “Di kabupaten Nganjuk, 31% PDRP itu dari pertanian, tapi kenapa beras raskin masih beli dari luar kota seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya?” lanjutnya.

Wakil Bupati juga memberikan wejangan kepada para lurah, “Esensi pertanian kota harus dimulai dari tanah kota melalui tanaman sehat, itu harus dibarengi dengan pembanungan insfrastruktur jalan kota yang harus bagus semuanya, karena kecamatan kota adalah jantungnya kabupaten.

 Seperti trotoar, alun-alun, taman kota bekas pasar Wage, supaya diperbaiki lagi. Intinya harus efektif penggunaan maupun pengelolaannya.

Sekarang yang sedang dikerjaan besar-besaran adalah mega proyek bendungan Semantok yang ada di kecamatan Rejoso, itu terbesar dan terpanjang se-Asia. Yang nantinya dijadikan destinasi wisata utama di kabupaten Nganjuk.”

Pada akhir acara diadakan sesi tanya jawab. Beberapa orang dari peserta yang hadir mengajukan pertanyaan.

 Wakil Bupati menyampaikan beberapa jawaban. Salah satunya bahwa menurutnya saat ini budaya gotong-royong sudah bergeser, “Jadi budaya itu harus digalakkan kembali sehingga usulan-usulan yang sifatnya bisa ditangani melalui swadaya, dana desa/kelurahan dan gotong-gotong royong bisa ditanggulangi sendiri.”

Untuk jalan tani, menurut asisten eknomi dan pertanian, Istanto, terkait dengan pertanyaan dari salah satu peserta, “Jalan sawah tidak perlu diaspal melainkan cukup dipaving saja. Karena dana APBD sangat kecil sekali maka jalan tani dihentikan untuk sementara sambil menunggu Perda yang baru.

Berikutnya yang minta saluran irigasi PPL supaya diundang untuk membantu pembuatan proposal irigasi terbuka atau irigasi tertutup. Untuk pengajuan proposal syaratnya sekarang harus mengetahui pihak desa atau kelurahan serta camat kemudian dinas pertanian.”

Begitu wakil bupati dan asisten ekonomi pertanian mengakhiri sesi tanya jawab dalam rangka Temu Wicara di Kelurahan Jatirejo Nganjuk. Tin