Nguri-nguri Budaya, Bersih Desa atau Nyadran dan Sedekah Bumi Untuk Sang Pendiri Desa

Nguri-nguri Budaya, Bersih Desa atau Nyadran dan Sedekah Bumi Untuk Sang Pendiri Desa

Senin, 22 Juli 2019


Nganjuk-Cakrawalaonline, Kepala desa Tarminto dari desa Bangle kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bersama warganya pada hari Rabu pon, 17/07, usai mengadakan bersih desa atau nyadran istilah warga Nganjuk.

Yang diawali dengan sasrahan atau sedekah bumi di salah satu punden/makam pendiri desa Bangle kecamatan Lengkong dengan selamatan bersama-sama warga dan puluhan tumpeng yang dibawa oleh warga secara sukarela untuk sesajian kepada bumi Bangle sekaligus mendoakan eyang pendiri desa Bangle.

“Hal ini bukan berarti syirik karena doanya tetap memohonkan kepada Allah SWT agar desa kami tetap aman, ayem tentrem, lir sambikala (terhindar dari marabahaya dan malapetaka) serta agar hasil panen padi dan sayur-mayur melimpah ruah, warganya dijauhkan dari pagebluk/wabah penyakit.

Tak lupa medoakan eyang pendiri desa agar amal baiknya diterima Tuhan YME, dan amal baiknya selalu bisa dicontohkan serta dilanjutkan oleh generasi berikutnya seperti yang kita lakukan saat ini,” begitu penjelasan kades Tarminto.


Setelah selesai selamatan puluhan tumpeng di punden desa, kemudian dilanjutkan hiburan langen beksa berupa kesenian tayub khas Nganjuk yang diperankan oleh waranggono cantik-cantik sebanyak 4 penari.

Menurut kades Tarminto, hal ini wajib dilakukan karena kesenian tayub sudah merupakan pakem dan kalau dilanggar dampaknya terjadi hal diluar dugaan menimpa warga atau desa, jadi sudah merupakan turun-temurun berkewajiban mendatangkan kesenian tayub.

 “Kami selaku kepala desa tidak berani melanggar apa yang sudah menjadi budaya di desa ini,” ujar Tarminto.

 “Disini kami mengajak warga untuk selalu nguri-nguri budaya jawa atau melestarikan budaya yang telah dicontohkan pendahulu kita agar tidak punah dengan cara setiap tahun kami bersama warga memperingatinya dengan hari dan tanggal serta pasaran (jawa) yang telah ditentukan,” lanjutnya.

 “Kedepannya kami berharap kepada pemerintah kabupaten Nganjuk untuk menjadikan budaya bersih desa atau nyadran dan sedekah bumi ini dikemas dengan cantik selanjutnya dirayakan setiap tahun dengan waktu yang telah ditentukan bersama untuk dijadikan ikon dan destinasi wisata budaya yang ada di kabupaten Nganjuk, karena di Nganjuk seluruh desa setiap tahunnya memperingati bersih desa dengan beragam cara dan keseniannya masing-masing, ini yang menarik dari kabupaten Nganjuk yang kami kira belum tentu ada di daerah lain.” Begitu kades Tarminto menutup perbincangan. Tin