Rumah Seorang Janda, Ludes Terbakar...

Rumah Seorang Janda, Ludes Terbakar...

Selasa, 18 Juni 2019


Pemalang - Cakrawalaonline, Lurah Kebondalem, Wagimin, ketika dikonfirmasi cakrawalaonline membenarkan bahwa ada peristiwa kebakaran.

"Rumah milik bu Eni (65 ), seorang janda, pada Senin (17/6) sekitar jam setengah tiga dini hari terbakar... Satu meninggal dunia...," Ujarnya.

Saat Cakrawalaonline mendatangi TKP, nampak seorang wanita paruh baya sedang duduk bersama seorang anak kecil dan seorang pria di depan sebuah rumah yang terlihat hangus.

Ternyata ketiga orang tersebut adalah bu Eni (65), pemilik rumah/korban), cucu, dan anak ketiganya yang bernama Sukisto.

Bu Eni pun menceritakan kronologi si jago merah yang telah melalap rumahnya sampai ludes tak tersisa.

"Semuanya ludes terbakar...dari pakaian, uang, sertifikat dan surat-surat lainnya serta puluhan ekor ayam pun hangus terbakar...bahkan kakak saya, Radun(75 tahun) meninggal tertimpa reruntuhan waktu mau ngambil air di sumur untuk memadamkan api...," Bebernya sambil menunjukan puing-puing rumahnya.

Menurut penuturan bu Eni, pada saat kejadian, dirinya sedang tidur.

"Tiba-tiba terdengar suara seperti percikan bahkan saya kaget karena terkena percikan api dari atas... Saya liat keatas api sudah membesar, dalam keadaan baru bangun tidur, saya bangunkan anak, menantu, cucu, dan kakak saya(korban meninggal) lari keluar rumah... Lha kakak saya, Radun masuk lagi ke rumah untuk ngambil air di sumur untuk memadamkan api, tapi dia tertimpa reruntuhan atap dan meninggal di tempat(sumur)...," Tutur bu Eni pada cakrawalaonline.

Ketika ditanyakan pada bu Eni, berapa jumlah kerugian akibat kebakaran itu, ia memprediksi sekitar puluhan juta.
"Banyaklah...mungkin 20-30 jutaan...," Ucapnya.

Saat ditemui cakrawalaonline, Kapolsek. Pemalang, AKP. I Ketut Mara, mengatakan bahwa korban sudah divisum pihak rumah sakit.

"Dinyatakan meninggal murni akibat kebakaran bukan tindak kriminal...," Ucap Kapolsek. Pemalang.

Sebagai tambahan informasi, dugaan penyebab kebakaran adalah Konsleting listrik.
Dan korban untuk sementara waktu tinggal bersama adiknya yang rumahnya dekat.

Menurut keterangan anak ketiga korban yakni Sukisto(tidak serumah dengan ibunya/korban) bantuan yang diterima ibunya baru dari BPBD Kabupaten Pemalang dan pihak kelurahan Kebondalem.

"Dari BPBD berupa material seperti genting dan sebagainya serta sembako dan pakaian...," Ungkapnya.
(Reporter:SSBL)