Santri Korban Tak Disenonohi Kyai Lapor Polisi

Santri Korban Tak Disenonohi Kyai Lapor Polisi

Sabtu, 04 Mei 2019


Boyolali - Cakrawalaonline, Diduga melakukan perbuatan yang tidak terpuji pada santrinya, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizul Quran (PPTQ) di Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, berinisial AZ, diadukan ke Polres Boyolali. Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto.

Pihaknya masih meminta klarifikasi kepada para pengadu. Mereka datang ke Mapolres untuk mengadukan apa yang mereka alami di pondok. Katanya mereka diperlakukan tidak semestinya. Karena ini bersifat aduan, kami akan klarifikasi dulu kepada para pengadu. Sedangkan teradunya nanti kami lihat dulu hasil klarifikasi pengadu.

"Kedua santri itu, F, 18, dan Z, 16, warga Gemolong, Sragen mendatangi Mapolres Boyolali, Kamis (2/5), ini mengadukan pimpinan pondok itu, yakni  AZ, atas tindakan yang diduga melecehkan mereka, dan 2 santri ini datang bersama orang tua masing-masing serta Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati," terangnya.

Sementara itu, Kordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati, Sugiarsi mengatakan F memberi tahu suatu hari sekitar satu setengah bulan lalu setelah mandi dia dicegat AZ di jalan keluar kamar mandi perempuan. Padahal, saat itu F hanya mengenakan handuk dan semestinya AZ tahu kamar mandi tersebut khusus perempuan.

"Setelah mandi, di depannya sudah ada AZ. Padahal AZ tahu itu tempat santri perempuan. Disuruh pergi tidak mau, seharusnya kan dia tidak boleh begitu," ungkapnya.

Pada waktu lain, AZ pernah meminta F membuatkan teh dan mengantarnya ke kamar AZ. Saat F di dalam kamar, AZ menutup pintu dan merayu F agar mau dipangku. Tapi saat itu F berhasil kabur.

Sementara itu, santri lain Z, mengaku malah pernah dicium dan dipegang bagian bokongnya oleh AZ.

"Ini sangat kami sayangkan. Seorang pimpinan pondok yang seharusnya mendidik santri dengan contoh yang baik malah berperilaku seperti itu. Siapa orangnya yang tidak marah dibegitukan," imbuhnya.

Atas tindakan AZ, lanjut Sugiarsi, F dan Z merasa sangat tertekan secara psikis, bahkan F sempat jatuh sakit beberapa hari dan dirawat di rumahnya di Gemolong. Sementara itu, orang tua F, R (40) membenarkan apa yang disampaikan Sugiarsi.

Sugiarsi menduga AZ tidak hanya melakukan perbuatan tidak senonoh kepada F dan Z.

"Santri yang mengaku kan dua, tapi bisa saja lebih. Makanya kami juga terus mencari santri lain yang mungkin mengalami hal yang sama," jelasnya.

Terpisah AZ mengakui telah melakukan seperti yang diungkapkan pengadu. Namun hal tersebut dilakukan atas dasar kasih sayang seperti orang tua kepada anak-anaknya sehingga terkadang kelewat batas.

"Iya. Memang saya akui saya khilaf. Itu saya lakukan karena saking sayangnya saya kepada mereka. Karena mereka sudah saya anggap seperti anak-anak saya sendiri sehingga mungkin kelewat batas. Kalau yang di kamar mandi, memang kadang saya betulin pipa. Maklum di pondok ini banyak yang harus saya kerjakan sendiri," ujar AZ yang berambut gondrong ini saat ditemui wartawan di pondoknya, Jumat (3/5/2019).

Dia mengaku sudah mendatangi orang tua salah satu santrinya untuk mengklarifikasi dan meminta maaf.

"Sekitar satu setengah bulan yang lalu kami sudah ke rumahnya menyelesaikan masalah ini dan saya sudah maminta maaf," ujarnya.

Terkait aduan itu, AZ mengaku hanya bisa pasrah.

“Ya namanya khilaf. Saya pasrah saya mau bagaimana nantinya," urainya. Zs/Mul/Awg