Kandang Ayam Ganggu Lingkungan Akhirnya Warga Grudug Kantor DPRD

Kandang Ayam Ganggu Lingkungan Akhirnya Warga Grudug Kantor DPRD

Selasa, 28 Mei 2019


Pemalang - Cakrawalaonline, Selasa (28/5), Ratusan warga 3 dusun berbondong-bondong nggrudug ke gedung DPRD Kabupaten Pemalang.

Warga dari Dukuh Peron, Kebo Ijo, dan Kebonsari Kelurahan dan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang tersebut hendak menyampaikan tuntutan.
Beberapa anggota DPRD dan sejumlah perwakilan dinas terkait menerima kedatangan warga.

Audiensi dipimpin oleh Fahmi Hakim (PPP) didampingi Tiga anggota dewan lain, salah satunya Ujianto MR(Partai Golkar) dan perwakilan OPD diantaranya: Ir. Joni (Kabid.Peternakan Dipertan), Sultoni (disertai beberapa rekan sejawatnya dari DPMPTSP/dinas perijinan), Beni(Satpol.PP), dan  Subekhi(Lurah Petarukan).
Dalam dialog, warga meminta pada wakil rakyat dan pihak yang berwenang untuk menutup peternakan ayam milik Munawaroti (55 Tahun) yang terletak di Dusun Kebo Ijo Rt.11.Rw.12 Gang Garuda 7 karena warga merasa terganggu dengan bau dan banyaknya lalat disekitar kandang yang dikuatirkan menimbulkan penyakit.

"Baunya itu sangat busuk dan banyak lalat...," Ucap seorang warga pada Cakrawalaonline.

Dalam pertemuan itu, dihadirkan juga pemilik peternakan ayam yakni Munawaroti (warga Kebo Ijo) yang membawa serta kuasa hukumnya, Rustam.
Seusai sesi tanya jawab antara anggota dewan, dinas terkait dengan warga, dicapai keputusan bahwa peternakan ditutup dan harus dibongkar serta pindah dari lokasi semula sebab telah terbukti melanggar peraturan yang berlaku.

"Kami(DPRD Kabupaten Pemalang) merekomendasikan pada dinas perijinan  (DPMPTSP) untuk mencabut ijin usaha peternakan milik Munawaroti (surat ijin tertanggal 29 April 2019) dan pihak Satpol.PP. untuk menutup peternakan tersebut...,"Ucap Fahmi yang disambut tepuk tangan warga.

Fahmi selaku pimpinan "rapat dengar pendapat" menyarankan instansi terkait untuk membentuk tim mediasi guna membantu proses penutupan peternakan ayam potong milik Munawaroti.

Sebagai tambahan Informasi, pertemuan ini merupakan kali kedua setelah Audiensi yang pertama di tahun lalu tepatnya tanggal 26 Desember 2018.
(Reporter: SSBL)