Lagu Wisata Gunungkidul Puaskan Pendengar

Lagu Wisata Gunungkidul Puaskan Pendengar

Minggu, 17 Maret 2019



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Karawitan desa Petir memuaskan pemirsa. Ini terbukti di kala para sinden yang kala itu ada lima sinden dalam karawitan menghipnotis pendengar dan pemirsa karawitan di kala desa Petir menggelar lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul.

Memang karawitan tersebut dipimpin oleh seorang sarjana seni. Sehingga pantas saja bila karawitan yang digelar dalam lomba desa Petir itu pantas mendapat penghargaan dari pemirsa. Dari pemerintah sendiri bagaimana. Jawabnya belum ada yang melirik, kabarnya tentang lagu Wisata Gunungkidul lewat para sinden.

Diawali dengan kalimat Tuwo Mudo Wisoto ing gunungkidul, munggah Patuk...... suara sinden terasa nyes. Karena dua faktor, pertama suara sinden bersama intonasi gamelan sangat pas. Kedua sindennya cukup cantik, dandanannya cukup sopan dan enak dipandang. Sehingga pemirsa dan pendengar lagu Wisata Gunungkidul itu terasa puas dan menikmati dengan lega.

Tidak ada yang komentar tentang lagu Wisata Gunungkidul itu. Belum tentu juga lagu itu dinyanyikan oleh para Sinden atau oleh para penyanyi Campur Sari. Karena lagu Wisata Gunungkidul tidak mudah dinyanyikan oleh mereka yang belum bisa. Wajar bagi mereka yang sudah sering dan bisa menyanyikan. Lagu wisata itu mengalun dengan tenang dan nikmat untuk tua dan muda semuanya.

Penulis belum mengkaji atau mendalami, lebih-lebih belum mengusut tuntas tentang lagu Wisata Gunungkidul itu. Yang jelas banyak celotehan bagi para wisatawan yang sering mendengar lagu tersebut. Lagu Wisata tersebut memang baru naik daun di kalangan pejabat tinggi di pemkab Gunungkidul hingga perangkat dan kades serta camat.

Nampaknya lagu Wisata Gunungkidul akan tetap bertahan hingga akhir zaman. Karena lagu itu lebih pas dinyanyikan oleh orang tepian pantai selatan dari seputaran Rongkop, Girisubo hingga pantai Baron dan seputar pantai Gesing di desa Girikarto kecamatan Panggang.

Lagu tersebut pantas diusut oleh pendengar, dalam tampilan di lomba desa tahun 2019 tingkat kabupaten Gunungkidul itu, penulis belum tahu. Apa dinilai oleh rombongan tim penilai atau hanya didengar telinga kanan dan dibuang di telinga kiri.

Penulis yakin Lagu Wisata Gunungkidul masuk dalam garapan penting untuk dinilai dan diberi penghargaan. Karena selama ini penulis belum mengerti status lagu itu. Semoga kesampaian bagi wisatawan yang menikmati lagu tersebut dalam jaringannya untuk mengadukan ke pihak yang berwajib untuk menghargai kenikmatan Lagu Wisata Gunungkidul itu. (Sab)