Sertifikat Warga Ngloro Maret 2019 Rampung

Sertifikat Warga Ngloro Maret 2019 Rampung

Rabu, 20 Februari 2019




Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Telah beberapa kali diserahkan sertifikat untuk warga Desa Ngloro. Pertama penyerahan sertifikat di JEC Yogyakarta 300 sertifikat. Dilanjutkan pada 4-10-2018 warga Ngloro sudah menerima 500 sertifikat. Sehingga sampai 27-11-2018 sudah diserahkan 800 lembar sertifikat.

Menurut Agung pegawai BPN Gunungkidul didampingi oleh Kades Ngloro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul DIY di balai desa Ngloro. Hal ini akan dilanjutkan pada kesempatan lain menyusul penyerahan sertifikat untuk warga Ngloro yang kini sedang digarap BPN. Khusus warga Ngloro lebih dari 2000 sertifikat digarap di BPN Gunungkidul.

Diperkirakan bulan Maret 2019 penyerahan Sertifikat untuk warga desa Ngloro Rampung. Ini diakui Heri Yulianto kepala desa Ngloro kecamatan Saptosari ditanya wartawan kemarin. Sebelumnya diakui kades Ngloro saat mengikuti sertijab kades Jetis pada 27-11-2018. Dijelaskan bahwa rencana semua sertifikat yang bakal diterimakan ke warga masyarakat desa Ngloro lebih dari 2000 lembar.

Heri Yulianto mengungkapkan bahwa berkaitan dengan sertifikat itu bagi penerima warga Ngloro agar berterima kasih kepada pemerintah. “Sertifikat jangan buru-buru digadaikan kalau tidak punya kepentingan yang mendesak,” pesan Heri Yulianto kades Ngloro.

Sertifikat merupakan bukti kepemilikan tanah bagi warga masyarakat. Sehingga sertifikat harus disimpan dengan baik karena ini ibaratnya pusaka yang juga akan diwariskan turun temurun untuk anak cucu kita.

Tidak sekedar kita pemilik atau pemegang sertifikat yang berhak punya. Tetapi anak turun kita juga berhak punya dan menikmati surat berharga berupa sertifikat tanah ini. Jadi setelah jadi sertifikat jangan buru-buru tanah dijual karena itu juga akan jadi warisan untuk generasi mendatang.

Dalam kesempatan pembagian sertifikat yang digarap melalui program PTSL atau Persertifikatan Tanah Sistimatis Lengkap itu warga desa Ngloro merasa senang. Karena pemilik aset tanah itu punya status hukum yang jelas dan sah, sehingga memuaskan bagi mereka yang memiliki sertifikat. “Ya saya ikut senang karena punya sertifikat tanah,” ungkap warga desa Ngloro Kecamatan Saptosari kala ditanya wartawan. (Sab)