KKN STAIYO 2019 di Desa Pucanganom

KKN STAIYO 2019 di Desa Pucanganom

Rabu, 20 Februari 2019




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Peserta KKN tahun 2019 bagi kampus STAIYO semua akan dilaksanakan di desa Pucanganom kecamatan Rongkop Gunungkidul. Demikian harapan warga masyarakat desa Pucanganom kala ditemui wartawan dalam meninjau KKN STAIYO 2018 di Pucanganom. Hal ini harus disetujui dan dilaksanakan oleh Drs H Mardiyo M.Si Ketua STAIYO dalam program KKN tahun 2019.

Kemarin, tahun 2018 STAIYO menetapkan tentang bentuk dan lokasi KKN secara reguler. Masih bertempat di desa Pucanganom kecamatan Rongkop. KKN dilaksanakan mulai 12 Maret 2018 sampai 10 Mei 2018 sebanyak 94 mahasiswa STAIYO terdiri putra 33 orang dan putri 61 orang di desa Pucanganon kecamatan Rongkop, Gunungkidul DIY.

Kampus STAIYO kini cukup membanggakan, karena semakin maju dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disimpulkan dari beberapa kalangan yang sempat dikutip wartawan. Perkembangan ilmu yang dibidik kampus STAIYO  Wonosari.

Dalam pedoman KKN disampaikan kepada para peserta merupakan petunjuk bagi mahasiswa yang ikut KKN. Diharapkan peserta memiliki bekal yang dituangkan dalam buku pedoman. Namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran serta dana, maka buku pedoman KKN hanya memuat ketentuan yang berhubungan dengan peserta.

Pedoman peserta dan hal-hal yang belum termuat dalam buku pedoman, dapat dimusyawarahkan dan dikonsultasikan dengan kampus. Sebab itu maka semua mahasiswa KKN dalam tugasnya agar senantiasa bermusyawarah dengan pengurus.  Mungkin buku KKN masih ada kekurangan, sehingga pihak kampus menerima kritik dan saran demi perbaikan.

Mahasiswa KKN agar menjalankan tugasnya seperti yang telah digariskan dalam buku pedoman dengan tertib. “Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua dalam menjalankan tugas KKN”. Demikian dibeberkan Tim Pelaksana KKN kampus STAIYO.

Perlu diingat KKN STAIYO 2018 kemarin berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 229/STAIYO/I/2018. Hal ini setelah menimbang tiga faktor yaitu (1) perlu segera ditetapkan lokasi KKN. (2) STAIYO Wonosari sedang melaksanakan proses pembangunan yang perlu dukungan dari berbagai kalangan. (3) KKN merupakan momentum tepat untuk mendukung proses pembangunan.

Karena KKN mengingat, Akte Yayasan Ma’arif NU DIY tanggal 4 Pebruari 1966 No. 5 dan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional No. 51 Tahun 2010. Selama KKN mahasiswa diharap nginep di tempat KKN. Mahasiswa melaksanakan mengerjakan 4 bidang di 12 padukuhan.

Pertama Bidang Agama, Fisik lingkungan hidup, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan Sosial Budaya. Termasuk Kesehatan dan KB atau Keluarga Berencana. Program inilah yang diikuti oleh mahasiswa STAIYO Wonosari. “Semoga KKN STAIYO 2019 nantinya berjalan baik dan sukses,” ungkap ketua STAIYO. (Sab)