Ibnu Hajar Pencipta Bak Raksasa Penampung Air

Ibnu Hajar Pencipta Bak Raksasa Penampung Air

Rabu, 20 Februari 2019




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Air adalah merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu air memang harus disimpan dalam bak yang besar. Seperti halnya bagi KH Ibnu Hajar Saleh Pranolo kyai kondang dari Panggang 3 desa Giriharjo kecamatan Panggang.
                           
Dengan membuat bak penampung air bersih, bernama Bak Raksasa mampu menampung ribuan liter air bersih. Air ini dapat digunakan di musim paceklik air atau musim kemarau untuk minum dan pertanian. Program pencipta Bak Raksasa sekitar rumah di Gunungkidul itu kini sering diikuti warga masyarakat wilayah kabupaten Gunungkidul DIY.

Banyak juga contoh penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia di lingkungan kita yang diterapkan KH Ibnu Hajar. Misalnya, Pemilu sudah dekat, namun pimpinan pondok pesantren Aolia di dusun Panggang didatangi tamu luar daerah. Dari Bandung, Jakarta, Semarang, dan lainnya. “Mereka mengadakan pendekatan dengan berbagai pihak menyambut Pemilu 2019.”

Ibnu Hajar Pranolo yang berpenampilan sederhana walaupun kyai kondang. Para tamu pembesar yang juga tergolong sosok pemimpin nasional itu biasanya saling melobi dengan berbagai hubungan antara bisnis dan hubungan social lainnya. Termasuk urusan yang sangat pribadi bagi para tamu.

Pencipta Bak Raksasa ini jadi Percontohan dalam kepeduliannya terhadap lingkungan. Telah membuat bak besar untuk menyimpan air bersih dan air jalanan secara terpisah disekitarnya untuk kepentingan hidup tumbuhan dan perikanan serta kehidupan manusia di kala krisis air.

“Kami memberi saran kepada mereka dan nyatanya Bak Raksasa jadi percontohan sebagai tempat penyimpan air bersih. Mereka berterima kasih kepada kita karena mereka merasa tertolong dan terpecahkan masalah yang melilit pribadinya,” katanya. Sehingga wajar bila KH Ibnu Hajar Shaleh Pranolo pimpinan Pondok Pesantren Aolia sangat dibutuhkan masyarakat.

Dikala sibuk para santri diberi pekerjaan rumah atau belajar sendiri dan diuji tentang perkembangan pola pikir dalam mengaji ilmu agama dan ilmu baca tulis ayat Al Qur’an. Memang banyak tamu dari jauh  belajar ilmu agama datang di Ponpes Aolia ini.

“Para santri tidak merasa berat bila kami tinggal, bahkan mereka cukup serius dalam mengaji dan baca tulis Arab,” katanya. Memang selama ini dikala Pilpres dan Pilleg di Negara ini, Ibnu Hajar banyak dibutuhkan orang yang berjiwa dinamis mengadu nasib dalam bermasyarakat.

“Kami tidak membedakan para tamu yang datang, semuanya kami layani dengan baik, dan ternyata mereka merasa lega dan terpecahkan masalahnya. Kami bukan sebagai orang pintar karena semua kesulitan itu adalah milik Allah dan bila masalah dapat diatasi, itu karena ijin Allah SWT,” tegasnya. (Sab)