Social Items


Nganjuk-Cakrawalaonline, Dari hasil pengamatan cakrawala online dua hari yang lalu, para Botoh pada gentayangan bagi-bagi uang dan beras.

Hari ini, Selasa Pon $12/2) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan pesta demokrasi serentak di 232 desa yang ada di Kabupaten Nganjuk. Tujuan diselenggarakan Pilkades sebenarnya untuk meringankan anggaran daerah. Akan tetapi ada pula yang dapat giliran penyelenggaraan pilkades di tahun 2019 setelah pilpres antara bulan agustus sampai desember. Ada pula yang dapat giliran di tahun 2021 karena masa jabatannya purna di tahun itu.

Sepanjang pengamatan mata ternyata Pilkades ini tidak luput dari para botoh-botoh bertaruh yang marak dimana-mana. Mereka memegang jagoannya masing-masing, sehingga yang terjadi kesannya banyak calon kades yang dapat permodalan dari para Botoh. Tentunya yang dipilih oleh para Botoh kandidat kades yang elekbilitasnya tinggi. Sampai ada kandidat yang dimodali oleh oknum Botoh dari kisaran 400 juta sampai 1Milyar lebih untuk sebuah pertarungan pilkades. Dan kisaran itu tergantung pada wilayahnya masing-masing dan dengan cara masing-masing. Dari praktik semacam ini, kades yang menang tentunya turut menikmati keuntungan yang tidak sedikit alias milyaran rupiah.

Ajang semacam ini sudah berjalan turun-temurun dari masa lalu. Ada yang secara vulgar dan terang-terangan dari tangan Botoh sendiri membawa tas berisi amplop yang rata-rata berisi uang Rp.50 ribu yang itu dibagikan secara terang-terangan di pinggir jalan. Karena di rumah calon kades sudah tidak muat saking banyaknya manusia. Dengan santainya para Botoh memberikan amplop putih ke semua warga yang ada disitu. Setelah menerima amplop, mereka masih ditambah iming-iming beras masing-masing Kk sebanyak 5-20kg. Fenomena ini terjadi dimana-mana serentak 4 hari yang lalu sampai hari ini.

Pesta demokrasi tingkat desa diselenggarakan 6 tahun sekali yang euforia-nya melampaui pesta pileg yang ada.

Solusi yang tepat juga belum ditemukan hingga hari ini untuk memberantas botoh-botoh yang bergentayangan di desa. Rakyat pun sangat menikmatinya. Namun jangan salahkan apabila di kemudian hari banyak kepala desa yang tersandung masalah karena budaya pemilihan dengan cara seperti itu yang masih terus dipelihara.

Dibandingkan periode yang lalu, peminat pendaftaran pilkades sangat membeludak karena terobsesi oleh kucuran dana desa yang sangat menggiurkan, apalagi di tahun 2019 ini pemerintah pusat menaikkan dana desa sebesar 9 persen.

Dari hasil pengamatan cakrawala online, banyak yang mencalonkan dari sekretaris desa atau carik yang sudah PNS golongan 2A sampai 2C ikut kompetisi pilkades. Dari TNI/Polri dan guru, baik yang sudah Purna maupun yang masih aktif tak mau ketinggalan juga ikut berkompetisi.

Dari mantan kades yang jabatannya masih kurang 1 periode (6 tahun) ikut pula meramaikan pertarungan ini. Semua tidak menjadi masalah asalkan masih memenuhi persyaratan yang berlaku, karena pilkades itu hak setiap warga negara untuk boleh mencalonkan diri secara demokrasi dan dilindungi undang-undang. Selamat bertarung. Tin

Hari Ini Pilkades Serentak Di Kabupaten Nganjuk Diwarnai Bagi-bagi Uang Dan Beras

Cakrawala Online

Nganjuk-Cakrawalaonline, Dari hasil pengamatan cakrawala online dua hari yang lalu, para Botoh pada gentayangan bagi-bagi uang dan beras.

Hari ini, Selasa Pon $12/2) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan pesta demokrasi serentak di 232 desa yang ada di Kabupaten Nganjuk. Tujuan diselenggarakan Pilkades sebenarnya untuk meringankan anggaran daerah. Akan tetapi ada pula yang dapat giliran penyelenggaraan pilkades di tahun 2019 setelah pilpres antara bulan agustus sampai desember. Ada pula yang dapat giliran di tahun 2021 karena masa jabatannya purna di tahun itu.

Sepanjang pengamatan mata ternyata Pilkades ini tidak luput dari para botoh-botoh bertaruh yang marak dimana-mana. Mereka memegang jagoannya masing-masing, sehingga yang terjadi kesannya banyak calon kades yang dapat permodalan dari para Botoh. Tentunya yang dipilih oleh para Botoh kandidat kades yang elekbilitasnya tinggi. Sampai ada kandidat yang dimodali oleh oknum Botoh dari kisaran 400 juta sampai 1Milyar lebih untuk sebuah pertarungan pilkades. Dan kisaran itu tergantung pada wilayahnya masing-masing dan dengan cara masing-masing. Dari praktik semacam ini, kades yang menang tentunya turut menikmati keuntungan yang tidak sedikit alias milyaran rupiah.

Ajang semacam ini sudah berjalan turun-temurun dari masa lalu. Ada yang secara vulgar dan terang-terangan dari tangan Botoh sendiri membawa tas berisi amplop yang rata-rata berisi uang Rp.50 ribu yang itu dibagikan secara terang-terangan di pinggir jalan. Karena di rumah calon kades sudah tidak muat saking banyaknya manusia. Dengan santainya para Botoh memberikan amplop putih ke semua warga yang ada disitu. Setelah menerima amplop, mereka masih ditambah iming-iming beras masing-masing Kk sebanyak 5-20kg. Fenomena ini terjadi dimana-mana serentak 4 hari yang lalu sampai hari ini.

Pesta demokrasi tingkat desa diselenggarakan 6 tahun sekali yang euforia-nya melampaui pesta pileg yang ada.

Solusi yang tepat juga belum ditemukan hingga hari ini untuk memberantas botoh-botoh yang bergentayangan di desa. Rakyat pun sangat menikmatinya. Namun jangan salahkan apabila di kemudian hari banyak kepala desa yang tersandung masalah karena budaya pemilihan dengan cara seperti itu yang masih terus dipelihara.

Dibandingkan periode yang lalu, peminat pendaftaran pilkades sangat membeludak karena terobsesi oleh kucuran dana desa yang sangat menggiurkan, apalagi di tahun 2019 ini pemerintah pusat menaikkan dana desa sebesar 9 persen.

Dari hasil pengamatan cakrawala online, banyak yang mencalonkan dari sekretaris desa atau carik yang sudah PNS golongan 2A sampai 2C ikut kompetisi pilkades. Dari TNI/Polri dan guru, baik yang sudah Purna maupun yang masih aktif tak mau ketinggalan juga ikut berkompetisi.

Dari mantan kades yang jabatannya masih kurang 1 periode (6 tahun) ikut pula meramaikan pertarungan ini. Semua tidak menjadi masalah asalkan masih memenuhi persyaratan yang berlaku, karena pilkades itu hak setiap warga negara untuk boleh mencalonkan diri secara demokrasi dan dilindungi undang-undang. Selamat bertarung. Tin

Tidak ada komentar