Social Items




Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Telah tiga kali diserahkan sertifikat untuk warga Desa Ngloro. Sehingga pada tanggal 27 November 2018 warga masyarakat desa Ngloro kecamatan Saptosari kabupaten Gunungkidul telah menerima 800 lembar sertifikat.

Demikian dikatakan Heri Yulianto kepala desa Ngloro kecamatan Saptosari. Hal tersebut dikatakan saat ditanya wartawan dalam kesempatan mengikuti sertijab kades Jetis pada tanggal 27-11-2018. Dijelaskan bahwa rencana semua sertifikat yang bakal diterimakan ke warga masyarakat desa Ngloro berkisar antara 2000 lembar.

Sebelumnya, pada Kamis 4-10-2018 warga Desa Ngloro menerima sertifikat garapan PTSL. Sebagai kelanjutan penerimaan sertifikat yang diberikan oleh pemerintah sebanyak 300 lembar sertifikat tanah.

Menurut Agung pegawai BPN Gunungkidul didampingi oleh Kades Ngloro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul DIY di balai desa Ngloro, bahwa penyerahan sertifikat itu merupakan kelanjutan penerimaan 300 sertifikat yang diserahkan di JEC Yogyakarta.

Dulu pada 4-10-2018 warga Ngloro sudah menerima 500 sertifikat. Hal ini akan dilanjutkan pada kesempatan lain menyusul penyerahan sertifikat untuk warga Ngloro yang kini sedang digarap BPN. Khusus warga Ngloro diperkirakan sebanyak 2000 sertifikat kini digarap secara maraton di BPN Gunungkidul.

Heri Yulianto mengungkapkan bahwa berkaitan dengan sertifikat itu bagi penerima warga Ngloro agar berterima kasih kepada pemerintah. “Sertifikat jangan buru-buru digadaikan kalau tidak punya kepentingan yang mendesak,” pesan kades.

Sertifikat merupakan bukti kepemilikan tanah bagi warga masyarakat. Sehingga sertifikat harus disimpan dengan baik karena ini ibaratnya pusaka yang juga akan diwariskan turun temurun untuk anak cucu kita.

Tidak sekedar kita pemilik atau pemegang sertifikat yang berhak punya. Tetapi anak turun kita juga berhak punya dan menikmati surat berharga berupa sertifikat tanah ini. Jadi setelah jadi sertifikat jangan buru-buru tanah dijual karena itu juga akan jadi warisan untuk generasi mendatang.

Dalam kesempatan pembagian sertifikat itu nampaknya warga Ngloro yang menerima sertifikat merasa senang. Karena pemilik berupa aset tanah itu punya status hukum yang jelas dan sah. “Ya saya ikut senang karena punya sertifikat tanah,” ungkap warga Ngloro Kecamatan Saptosari. (Sab)

Warga Desa Ngloro Terima 800 Sertifikat

Cakrawala Online



Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Telah tiga kali diserahkan sertifikat untuk warga Desa Ngloro. Sehingga pada tanggal 27 November 2018 warga masyarakat desa Ngloro kecamatan Saptosari kabupaten Gunungkidul telah menerima 800 lembar sertifikat.

Demikian dikatakan Heri Yulianto kepala desa Ngloro kecamatan Saptosari. Hal tersebut dikatakan saat ditanya wartawan dalam kesempatan mengikuti sertijab kades Jetis pada tanggal 27-11-2018. Dijelaskan bahwa rencana semua sertifikat yang bakal diterimakan ke warga masyarakat desa Ngloro berkisar antara 2000 lembar.

Sebelumnya, pada Kamis 4-10-2018 warga Desa Ngloro menerima sertifikat garapan PTSL. Sebagai kelanjutan penerimaan sertifikat yang diberikan oleh pemerintah sebanyak 300 lembar sertifikat tanah.

Menurut Agung pegawai BPN Gunungkidul didampingi oleh Kades Ngloro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul DIY di balai desa Ngloro, bahwa penyerahan sertifikat itu merupakan kelanjutan penerimaan 300 sertifikat yang diserahkan di JEC Yogyakarta.

Dulu pada 4-10-2018 warga Ngloro sudah menerima 500 sertifikat. Hal ini akan dilanjutkan pada kesempatan lain menyusul penyerahan sertifikat untuk warga Ngloro yang kini sedang digarap BPN. Khusus warga Ngloro diperkirakan sebanyak 2000 sertifikat kini digarap secara maraton di BPN Gunungkidul.

Heri Yulianto mengungkapkan bahwa berkaitan dengan sertifikat itu bagi penerima warga Ngloro agar berterima kasih kepada pemerintah. “Sertifikat jangan buru-buru digadaikan kalau tidak punya kepentingan yang mendesak,” pesan kades.

Sertifikat merupakan bukti kepemilikan tanah bagi warga masyarakat. Sehingga sertifikat harus disimpan dengan baik karena ini ibaratnya pusaka yang juga akan diwariskan turun temurun untuk anak cucu kita.

Tidak sekedar kita pemilik atau pemegang sertifikat yang berhak punya. Tetapi anak turun kita juga berhak punya dan menikmati surat berharga berupa sertifikat tanah ini. Jadi setelah jadi sertifikat jangan buru-buru tanah dijual karena itu juga akan jadi warisan untuk generasi mendatang.

Dalam kesempatan pembagian sertifikat itu nampaknya warga Ngloro yang menerima sertifikat merasa senang. Karena pemilik berupa aset tanah itu punya status hukum yang jelas dan sah. “Ya saya ikut senang karena punya sertifikat tanah,” ungkap warga Ngloro Kecamatan Saptosari. (Sab)

Tidak ada komentar