Social Items




Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Setelah selesai acara wisuda STAIYO bagi Ketua dan rombongan tamu undangan diajak makan nasi tumpang. Memang tidak seperti biasanya, karena STAIYO selalu berpikiran dinamis untuk membuat perhatian bagi mahasiswa dan publik.
Terkesan dinamis, memang karena STAIYO selalu berpikir untuk kemajuan kampus. Kampus STAIYO memang sudah maju, tetapi para pengurus selalu mengadakan inovatif agar dalam menyuguhkan segala sesuatu untuk mahasiswa tidak jemu.
Kampus STAIYO yang berada di jalan Ki Ageng Giring Trimulyo II ini nampak yang aneh-aneh. Tetapi hal itu semuanya adalah sebuah penampilan hasil karya dari pengurus dan mahasiswa STAIYO. Acara makan nasi tumpang nampak dengan cara nasi ditaruh di atas daun pisang yang dikemas dalam piring anyaman biting merupakan hal lama dibarukan.
Seperti makan dalam restoran terkenal di Gunungkidul. Hal ini merupakan biasa, karena Gunungkidul diharapkan jadi destinasi pendidikan dengan kota Wonosari. Seperti sambutan dari pejabat Kopertais yang hadir dalam wisuda 24-11-2018. Pihaknya mengungkapkan bahwa Wonosari mampu dijadikan destinasi pendidikan. “Namun hal itu semua tergantung pada kita semua,” katanya.
Dalam masalah lain, di Gunungkidul saat ini, pihak Kopertais mengungkapkan bahwa sekarang ini Gunungkidul telah mampu jadi destinasi wisata. Buktinya banyak wisata berdatangan dan berlibur berwisata di wilayah Gunungkidul. Mereka melihat Gunung Api Purba di Desa Nglanggeran, Guwa Pindul, Pantai Selatan Wonosari seperti Baron dan lainnya.
Kampus STAIYO dibangun oleh seorang tokoh pendidikan bernama Drs H Mardiyo M.Si. Selaku pemilik kampus ini memang menempatkan alamat itu sebagai kampus pilihannya yang selama ini diburu oleh calon mahasiswa. Mereka berdatangan untuk mengikuti KBM atau kegiatan belajar mengajar bersama mahasiswa.
Hal tersebut menjadikan terasa segar di dalam lingkungan kampus dan ruang kuliah. Memang banyaknya pepohonan buah mangga dan buah nangka termasuk pohon talok bisa menghiasi kampus. Di kala berbuah dan panen mampu membahagiakan mahasiswa dan semua dosen dan pegawai Tata Usaha Kampus.
Saat wisuda pada 2018, bertepatan mangganya sudah masak pohon. Sehingga pengantar wisudawan sempat memetik mangga. Rasanya mereka bahagia hadir di STAIYO yang dihiasi oleh buah mangga. “Sengaja dibiarkan oleh pengurus kampus, mahasiswa boleh memetik mangga,” katanya. Sehingga mahasiswa selain makan nasi tumpang juga ikut  menikmati mangga yang masak pohon. (Sab)

Usai Wisuda STAIYO Makan Nasi Tumpang

Cakrawala Online



Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.online – Setelah selesai acara wisuda STAIYO bagi Ketua dan rombongan tamu undangan diajak makan nasi tumpang. Memang tidak seperti biasanya, karena STAIYO selalu berpikiran dinamis untuk membuat perhatian bagi mahasiswa dan publik.
Terkesan dinamis, memang karena STAIYO selalu berpikir untuk kemajuan kampus. Kampus STAIYO memang sudah maju, tetapi para pengurus selalu mengadakan inovatif agar dalam menyuguhkan segala sesuatu untuk mahasiswa tidak jemu.
Kampus STAIYO yang berada di jalan Ki Ageng Giring Trimulyo II ini nampak yang aneh-aneh. Tetapi hal itu semuanya adalah sebuah penampilan hasil karya dari pengurus dan mahasiswa STAIYO. Acara makan nasi tumpang nampak dengan cara nasi ditaruh di atas daun pisang yang dikemas dalam piring anyaman biting merupakan hal lama dibarukan.
Seperti makan dalam restoran terkenal di Gunungkidul. Hal ini merupakan biasa, karena Gunungkidul diharapkan jadi destinasi pendidikan dengan kota Wonosari. Seperti sambutan dari pejabat Kopertais yang hadir dalam wisuda 24-11-2018. Pihaknya mengungkapkan bahwa Wonosari mampu dijadikan destinasi pendidikan. “Namun hal itu semua tergantung pada kita semua,” katanya.
Dalam masalah lain, di Gunungkidul saat ini, pihak Kopertais mengungkapkan bahwa sekarang ini Gunungkidul telah mampu jadi destinasi wisata. Buktinya banyak wisata berdatangan dan berlibur berwisata di wilayah Gunungkidul. Mereka melihat Gunung Api Purba di Desa Nglanggeran, Guwa Pindul, Pantai Selatan Wonosari seperti Baron dan lainnya.
Kampus STAIYO dibangun oleh seorang tokoh pendidikan bernama Drs H Mardiyo M.Si. Selaku pemilik kampus ini memang menempatkan alamat itu sebagai kampus pilihannya yang selama ini diburu oleh calon mahasiswa. Mereka berdatangan untuk mengikuti KBM atau kegiatan belajar mengajar bersama mahasiswa.
Hal tersebut menjadikan terasa segar di dalam lingkungan kampus dan ruang kuliah. Memang banyaknya pepohonan buah mangga dan buah nangka termasuk pohon talok bisa menghiasi kampus. Di kala berbuah dan panen mampu membahagiakan mahasiswa dan semua dosen dan pegawai Tata Usaha Kampus.
Saat wisuda pada 2018, bertepatan mangganya sudah masak pohon. Sehingga pengantar wisudawan sempat memetik mangga. Rasanya mereka bahagia hadir di STAIYO yang dihiasi oleh buah mangga. “Sengaja dibiarkan oleh pengurus kampus, mahasiswa boleh memetik mangga,” katanya. Sehingga mahasiswa selain makan nasi tumpang juga ikut  menikmati mangga yang masak pohon. (Sab)

Tidak ada komentar