Social Items


Pemalang - CakrawalaOnline, Jum'at pagi (23/11) sekitar jam 09.30 WIB puluhan orang yang menamakan diri Jaringan Transparansi Masyarakat Indonesia (Jatramas), melakukan Long March atau jalan kaki dari Taman Patih Sampun menuju kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dipermaspemdes) Kabupaten Pemalang.

Massa yang menggrudug Dipermaspemdes untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara E-Voting.

Di salah satu ruang milik Dispermaspemdes setempat, Kepala Dipermasdes Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo di dampingi Sekdin-nya, Sodik, menemui perwakilan pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan tersebut seorang pendemo bernama Supriyadi membacakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

"Para calon kepala desa dan masyarakat pemilih merasa dibodohi oleh sistim yang diatur untuk merugikan mereka...," Ucapnya.

Jatramas menilai banyak kecurangan yang terstruktur, sistimatis, dan masif dalam pelaksanaan pilkades E-Voting.

"Keterlibatan ASN yang mempengaruhi hak pemilih dengan cara mengubah gambar calon yang ada pada aplikasi sistim E-Voting...," Ujar Supriyadi membacakan pernyataan sikap dari Jatramas.

Dalam teks milik Jatramas juga tercantum 7 tuntutan mengenai surat/dokumen terkait E-Voting.

Seusai tuntutan dibacakan, pihak Dipermaspemdes pun langsung menanggapi.
Tutuko menjawab satu persatu tuntutan yang diajukan oleh Jatramas

"Terkait dengan ijin kemendagri, kami (pemda) tidak perlu ijin mendagri karena sudah ada perda yang mengaturnya (Pilkades E-Voting)...," Jelasnya.

Setelah satu demi satu tuntutan dijawab Kepala Dipermasdes, ternyata perwakilan pendemo tidak puas, terjadilah debat yang cukup sengit antara pengunjuk rasa dengan Tutuko.

Suasana makin memanas saat massa yang tadinya diluar ruangan merangsek masuk ke dalam ruang audiensi.

Bahkan beberapa orang dengan emosi berteriak-teriak membuat situasi makin tegang.

Dalam suasana yang memanas itu, seorang cakades mencoba mendinginkan dengan mendesak pihak Dipermasdes supaya hari Senin (26 /11) diadakan pertemuan lagi.

"Karena hari ini hari Jum'at, saya paham (jam kerja pendek), maka saya minta hari Senin (26/11) kami perwakilan ini dipertemukan dengan PPID dan pihak Dipermasdes sudah menyiapkan surat (dokumen) yang kami minta...," Tegasnya.

Tutuko pun berjanji akan secepatnya menghubungi pejabat PPID.
"Secepatnya nanti saya menyampaikan hal ini pada pihak PPID...," janjinya mengakhiri dialog yang nyaris ricuh ini.

Namun sampai pertemuan selesai tidak terjadi tindak anarkis. Massa membubarkan diri dengan tertib.  SSBL

Tidak Puas Dengan Pelaksanaan Pilkades. Massa Grudug Kantor Dipermaspemdes...

Cakrawala Online

Pemalang - CakrawalaOnline, Jum'at pagi (23/11) sekitar jam 09.30 WIB puluhan orang yang menamakan diri Jaringan Transparansi Masyarakat Indonesia (Jatramas), melakukan Long March atau jalan kaki dari Taman Patih Sampun menuju kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dipermaspemdes) Kabupaten Pemalang.

Massa yang menggrudug Dipermaspemdes untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara E-Voting.

Di salah satu ruang milik Dispermaspemdes setempat, Kepala Dipermasdes Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo di dampingi Sekdin-nya, Sodik, menemui perwakilan pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan tersebut seorang pendemo bernama Supriyadi membacakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

"Para calon kepala desa dan masyarakat pemilih merasa dibodohi oleh sistim yang diatur untuk merugikan mereka...," Ucapnya.

Jatramas menilai banyak kecurangan yang terstruktur, sistimatis, dan masif dalam pelaksanaan pilkades E-Voting.

"Keterlibatan ASN yang mempengaruhi hak pemilih dengan cara mengubah gambar calon yang ada pada aplikasi sistim E-Voting...," Ujar Supriyadi membacakan pernyataan sikap dari Jatramas.

Dalam teks milik Jatramas juga tercantum 7 tuntutan mengenai surat/dokumen terkait E-Voting.

Seusai tuntutan dibacakan, pihak Dipermaspemdes pun langsung menanggapi.
Tutuko menjawab satu persatu tuntutan yang diajukan oleh Jatramas

"Terkait dengan ijin kemendagri, kami (pemda) tidak perlu ijin mendagri karena sudah ada perda yang mengaturnya (Pilkades E-Voting)...," Jelasnya.

Setelah satu demi satu tuntutan dijawab Kepala Dipermasdes, ternyata perwakilan pendemo tidak puas, terjadilah debat yang cukup sengit antara pengunjuk rasa dengan Tutuko.

Suasana makin memanas saat massa yang tadinya diluar ruangan merangsek masuk ke dalam ruang audiensi.

Bahkan beberapa orang dengan emosi berteriak-teriak membuat situasi makin tegang.

Dalam suasana yang memanas itu, seorang cakades mencoba mendinginkan dengan mendesak pihak Dipermasdes supaya hari Senin (26 /11) diadakan pertemuan lagi.

"Karena hari ini hari Jum'at, saya paham (jam kerja pendek), maka saya minta hari Senin (26/11) kami perwakilan ini dipertemukan dengan PPID dan pihak Dipermasdes sudah menyiapkan surat (dokumen) yang kami minta...," Tegasnya.

Tutuko pun berjanji akan secepatnya menghubungi pejabat PPID.
"Secepatnya nanti saya menyampaikan hal ini pada pihak PPID...," janjinya mengakhiri dialog yang nyaris ricuh ini.

Namun sampai pertemuan selesai tidak terjadi tindak anarkis. Massa membubarkan diri dengan tertib.  SSBL

Tidak ada komentar