Social Items


Pemalang - CakrawalaOnline, Senin (26/11), Ratusan orang yang tergabung dalam "Jaringan Transparansi Masyarakat(Jatramas) Indonesia" mendatangi kantor Bupati Pemalang.
Massa bersikeras untuk bertemu langsung dengan Bupati Djunaedi.

Namun karena bupati tidak ada di tempat, maka Sepuluh perwakilan dari Jatramas diajak dialog dengan dinas terkait.

Bertempat di ruang rapat milik bagian perekonomian setda, perwakilan pengunjuk rasa ditemui Kepala Dipermaspemdes, Tutuko Raharjo yang didampingi Kabag. Hukum, Pujiharto.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tuntutan yang telah disampaikan pada Jum'at (23/11) lalu, yang intinya, pendemo menginginkan Pemkab. Pemalang melakukan Pilkades ulang.

"Dan kami ingin pelantikan kades yang terpilih dalam pilkades e-voting dibatalkan...," Ucap seorang perwakilan Jatramas.

Tutuko pun menegaskan bahwa apapun alasannya, pihaknya akan tetap melantik kades terpilih.

"Kami akan jalan terus (tetap melantik kades yang terpilih pada pilkades e-voting)...," Ujarnya.

Jawaban dari Tutuko memunculkan niat dari perwakilan untuk bertemu secara langsung dengan bupati Pemalang.

"Kami ingin bertemu langsung dengan bupati hari ini juga...," Timpal seorang personil Jatramas.

Tutuko menyatakan dirinya akan mengkomunikasikan hal itu dengan bupati.
"yang jelas tidak hari ini(Jum'at, 26/11)...," Tegasnya.

Mendengar jawaban dari Kadispermaspemdes, perwakilan bertekad akan menunggu di pendopo sampai bupati menemui mereka.

"Kalo begitu, kami akan tunggu sampai kami bisa bertemu dengan bupati, kalo perlu kami bermalam disini (pendopo)...," Ancam Jatramas.

Saat perwakilan menyampaikan keputusan dalam pertemuan, massa pun menunggu kedatangan bupati sambil "ISoMa".

Setelah sekian lama dinanti, namun belum ada tanda-tanda bupati Djunaedi akan menemui, massa pun mulai nampak emosi.

Replika keranda mayat, orang-orangan berseragam (yang menurut massa sebagai simbol bupati), dan Empat ban bekas, dibakar massa, persis di depan pintu masuk pendopo.

Namun aksi pembakaran ini tidak berlangsung lama.
Anggota Satpol.PP. segera memadamkan api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Melihat api dimatikan petugas, massa terpancing emosi, nyaris ricuh, beruntung, anggota Polres. Pemalang dibantu personil satpol.pp berhasil membujuk massa untuk tidak anarkis.

Massa mulai mereda emosinya sesudah ada pengumuman dari perwakilan Jatramas yang mengatakan bahwa bupati Pemalang bersedia menemui perwakilan pendemo dalam 1-2 hari mendatang.

"Kita liat, apakah dua hari nanti bupati mau menemui...kalo ingkar janji, kita demo lagi...," Teriak seorang jubir Jatramas pada massa dan menyuruh mereka untuk membubarkan diri.

Massa pun patuh, dengan tertib pulang dengan naik truk dan pick up.
(Reporter: SSBL).

Tak Ditemui Bupati, Massa Bakar Keranda Mayat...

Cakrawala Online

Pemalang - CakrawalaOnline, Senin (26/11), Ratusan orang yang tergabung dalam "Jaringan Transparansi Masyarakat(Jatramas) Indonesia" mendatangi kantor Bupati Pemalang.
Massa bersikeras untuk bertemu langsung dengan Bupati Djunaedi.

Namun karena bupati tidak ada di tempat, maka Sepuluh perwakilan dari Jatramas diajak dialog dengan dinas terkait.

Bertempat di ruang rapat milik bagian perekonomian setda, perwakilan pengunjuk rasa ditemui Kepala Dipermaspemdes, Tutuko Raharjo yang didampingi Kabag. Hukum, Pujiharto.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tuntutan yang telah disampaikan pada Jum'at (23/11) lalu, yang intinya, pendemo menginginkan Pemkab. Pemalang melakukan Pilkades ulang.

"Dan kami ingin pelantikan kades yang terpilih dalam pilkades e-voting dibatalkan...," Ucap seorang perwakilan Jatramas.

Tutuko pun menegaskan bahwa apapun alasannya, pihaknya akan tetap melantik kades terpilih.

"Kami akan jalan terus (tetap melantik kades yang terpilih pada pilkades e-voting)...," Ujarnya.

Jawaban dari Tutuko memunculkan niat dari perwakilan untuk bertemu secara langsung dengan bupati Pemalang.

"Kami ingin bertemu langsung dengan bupati hari ini juga...," Timpal seorang personil Jatramas.

Tutuko menyatakan dirinya akan mengkomunikasikan hal itu dengan bupati.
"yang jelas tidak hari ini(Jum'at, 26/11)...," Tegasnya.

Mendengar jawaban dari Kadispermaspemdes, perwakilan bertekad akan menunggu di pendopo sampai bupati menemui mereka.

"Kalo begitu, kami akan tunggu sampai kami bisa bertemu dengan bupati, kalo perlu kami bermalam disini (pendopo)...," Ancam Jatramas.

Saat perwakilan menyampaikan keputusan dalam pertemuan, massa pun menunggu kedatangan bupati sambil "ISoMa".

Setelah sekian lama dinanti, namun belum ada tanda-tanda bupati Djunaedi akan menemui, massa pun mulai nampak emosi.

Replika keranda mayat, orang-orangan berseragam (yang menurut massa sebagai simbol bupati), dan Empat ban bekas, dibakar massa, persis di depan pintu masuk pendopo.

Namun aksi pembakaran ini tidak berlangsung lama.
Anggota Satpol.PP. segera memadamkan api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Melihat api dimatikan petugas, massa terpancing emosi, nyaris ricuh, beruntung, anggota Polres. Pemalang dibantu personil satpol.pp berhasil membujuk massa untuk tidak anarkis.

Massa mulai mereda emosinya sesudah ada pengumuman dari perwakilan Jatramas yang mengatakan bahwa bupati Pemalang bersedia menemui perwakilan pendemo dalam 1-2 hari mendatang.

"Kita liat, apakah dua hari nanti bupati mau menemui...kalo ingkar janji, kita demo lagi...," Teriak seorang jubir Jatramas pada massa dan menyuruh mereka untuk membubarkan diri.

Massa pun patuh, dengan tertib pulang dengan naik truk dan pick up.
(Reporter: SSBL).

Tidak ada komentar