Social Items



Biro DIY- Gunungkidul, CakrawalaonlineSuparno meraih 1.206 suara dari 8 TPS di desa Jurangjero, sehingga ditetapkan sebagai pemenang oleh panitia Pilkades Jurangjero kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY.
Pilkades serentak tahap pertama ini berlangsusng 13-10-2018 diikuti oleh 30 desa di Gunungkidul DIY. Suparno yang mantan sebelum saat ini dijabat oleh isterinya bernama Yuniarti ini mengumpulkan suara terbanyak.
Wajar bagi Suparno yang suami Yuniarti ini dulu meninggalkan jabatan kades karena mencalonkan diri sebagai DPRD Gunungkidul waktu itu. Kini Suparno masih ingin mengabdikan dirinya untuk jabatan kades Jurangjero bakal dilantik pada tanggal 26-11-2018 bersamaan kades lainnya.

Selaku panitia pilkades Jurangjero yaitu Sunyoto S.Ip ketua dan Aris Wijayadi sekdes anggota, Gunadi S.Pd dan Mardi serta Dwi Santoso juga anggota serta disaksikan oleh Sri Wiyanto saksi pilkades yang sempat ditulis oleh wartawan yang meliput acara pilkades Jurangjero Ngawen Gunungkidul.
Setelah dilantik oleh bupati secara serentak di kabupaten Gunungkidul, selanjutnya Suparno bakal menerima limpahan dan kewenangan jabatan kades Jurangjero dari istrinya yaitu Yuniarti yang menjabat selama enam tahun kemarin.
Suparno yang bekerja supel di masyarakat itu sering juga disebut tukang blandong yang menggarap kayu-kayu besar. Selain itu beliau juga disebut gali, karena menambang batu-batu besar yang ada di sekitar rumah untuk dijual sebagai bahan hidup keluarga.
Bahkan tidak hanya pekerjaan berat seperti itu, pekerjaan lain seberat apapun, katanya, pernah dilalui. Karena Suparno ingin mengabdikan diri sebagai bapak dari anak-anak dan suami dari isterinya. Yang lainnya sebagai bapaknya warga masyarakat.
Sehingga Suparno yang badannya tinggi dan hitam itu tidak sedih, bahkan bangga dengan badannya yang gagah dan kulit tebal bersih karena selalu bergelut dengan pekerjaan di semua kalangan. Orangnya pendiam bila ketemu dengan wartawan, artinya tidak banyak ngomong, tetapi cukup komunikatif dan familier bila disapa dari manapun dia mendengar, tegas.
Penampilannya yang sederhana bagi Suparno sangat dikenang oleh warga masyarakat dari semua kalangan. Nampak betul dalam mensikapi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia Bhinneka Tunggal Ika jadi sikap hidup bermasyarakat dan bernegara diikuti oleh masyarakat sekelilingnya. (Sab)

Suparno Kades Jurangjero Terpilih

Cakrawala Online


Biro DIY- Gunungkidul, CakrawalaonlineSuparno meraih 1.206 suara dari 8 TPS di desa Jurangjero, sehingga ditetapkan sebagai pemenang oleh panitia Pilkades Jurangjero kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY.
Pilkades serentak tahap pertama ini berlangsusng 13-10-2018 diikuti oleh 30 desa di Gunungkidul DIY. Suparno yang mantan sebelum saat ini dijabat oleh isterinya bernama Yuniarti ini mengumpulkan suara terbanyak.
Wajar bagi Suparno yang suami Yuniarti ini dulu meninggalkan jabatan kades karena mencalonkan diri sebagai DPRD Gunungkidul waktu itu. Kini Suparno masih ingin mengabdikan dirinya untuk jabatan kades Jurangjero bakal dilantik pada tanggal 26-11-2018 bersamaan kades lainnya.

Selaku panitia pilkades Jurangjero yaitu Sunyoto S.Ip ketua dan Aris Wijayadi sekdes anggota, Gunadi S.Pd dan Mardi serta Dwi Santoso juga anggota serta disaksikan oleh Sri Wiyanto saksi pilkades yang sempat ditulis oleh wartawan yang meliput acara pilkades Jurangjero Ngawen Gunungkidul.
Setelah dilantik oleh bupati secara serentak di kabupaten Gunungkidul, selanjutnya Suparno bakal menerima limpahan dan kewenangan jabatan kades Jurangjero dari istrinya yaitu Yuniarti yang menjabat selama enam tahun kemarin.
Suparno yang bekerja supel di masyarakat itu sering juga disebut tukang blandong yang menggarap kayu-kayu besar. Selain itu beliau juga disebut gali, karena menambang batu-batu besar yang ada di sekitar rumah untuk dijual sebagai bahan hidup keluarga.
Bahkan tidak hanya pekerjaan berat seperti itu, pekerjaan lain seberat apapun, katanya, pernah dilalui. Karena Suparno ingin mengabdikan diri sebagai bapak dari anak-anak dan suami dari isterinya. Yang lainnya sebagai bapaknya warga masyarakat.
Sehingga Suparno yang badannya tinggi dan hitam itu tidak sedih, bahkan bangga dengan badannya yang gagah dan kulit tebal bersih karena selalu bergelut dengan pekerjaan di semua kalangan. Orangnya pendiam bila ketemu dengan wartawan, artinya tidak banyak ngomong, tetapi cukup komunikatif dan familier bila disapa dari manapun dia mendengar, tegas.
Penampilannya yang sederhana bagi Suparno sangat dikenang oleh warga masyarakat dari semua kalangan. Nampak betul dalam mensikapi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia Bhinneka Tunggal Ika jadi sikap hidup bermasyarakat dan bernegara diikuti oleh masyarakat sekelilingnya. (Sab)

Tidak ada komentar