Social Items


Dompu-Cakrawalaonline, Sejumlah Guru dan Siswa 300an orang prihatin, dengan adanya hutan yang gundul akibat dijarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Al Qur,an pada surat Arrum ayat 60, yang artinya telah nampak kerusakan di darat dan di laut atas ulah perbuatan manusia.

Maka guru dan siswa sempat meneteskan air mata melihat potensi hutan yang gundul ini. Sejumlah 3 Sekolah di Kabupaten Dompu mencanangkan program implementasi kurikulum berbasis lingkungan.

Adapun 3 sekolah tersebut adalah SMK yaitu SMK 1 Manggelewa, SMK 1 Kempo, dan  SMK 1 Pekat. Pencanangan program tersebut melalui pembukaan kelas kehutanan.

Dalam sambutannya Ir Adam mengatakan bahwa kelas kehutanan ini dibuka dengan melibatkan semua elemen, yakni Dinas Kehutanan, Taman Nasional, beserta orang tua murid dan Stakeholder, untuk memberikan dukungan dalam mengatasi masalah perambah hutan.

Sedangkan Kepala SMK 1 Manggelewa Drs. Juharnato menjelaskan tentang program kehutanan ini , namun belum ada peminat pada tahun 2018 ini. Sehingga masih menggunakan program tataboga TKJ dan pertanian dan peternakan.

Rencananya pada tahun 2019 baru  membuka kompetensi kehutanan ini. Dengan mengadakan penelitian, praktek lapangan, pembibitan, penyulaman dan perawatan dan produksi menjadi bahan industri jangka panjang. Zun

Pencanangan Program Implementasi Kurikulum Berbasis Lingkungan, Untuk Mengatasi Hutan Yang Gundul...

Cakrawala Online

Dompu-Cakrawalaonline, Sejumlah Guru dan Siswa 300an orang prihatin, dengan adanya hutan yang gundul akibat dijarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Al Qur,an pada surat Arrum ayat 60, yang artinya telah nampak kerusakan di darat dan di laut atas ulah perbuatan manusia.

Maka guru dan siswa sempat meneteskan air mata melihat potensi hutan yang gundul ini. Sejumlah 3 Sekolah di Kabupaten Dompu mencanangkan program implementasi kurikulum berbasis lingkungan.

Adapun 3 sekolah tersebut adalah SMK yaitu SMK 1 Manggelewa, SMK 1 Kempo, dan  SMK 1 Pekat. Pencanangan program tersebut melalui pembukaan kelas kehutanan.

Dalam sambutannya Ir Adam mengatakan bahwa kelas kehutanan ini dibuka dengan melibatkan semua elemen, yakni Dinas Kehutanan, Taman Nasional, beserta orang tua murid dan Stakeholder, untuk memberikan dukungan dalam mengatasi masalah perambah hutan.

Sedangkan Kepala SMK 1 Manggelewa Drs. Juharnato menjelaskan tentang program kehutanan ini , namun belum ada peminat pada tahun 2018 ini. Sehingga masih menggunakan program tataboga TKJ dan pertanian dan peternakan.

Rencananya pada tahun 2019 baru  membuka kompetensi kehutanan ini. Dengan mengadakan penelitian, praktek lapangan, pembibitan, penyulaman dan perawatan dan produksi menjadi bahan industri jangka panjang. Zun

Tidak ada komentar