Social Items


Pemalang - Cakrawalaonline, Menurut Kapolres Pemalang melalui Kabag Humas Polres, AKP T Liestyowati dalam release-nya menyebutkan, bahwa pada Rabu (28/11) sekitar pukul 13.50 WIB, tim saber pungli Polres Pemalang melakukan operasi tangkap tangan OTT, terhadap 5 orang terduga pelaku pemerasan,  pada 5 kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Pemalang.

OTT dilaksanakan di kantor AWDI yang terletak di Jalan Gurame Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang.

Dari OTT itu, tim saber mengamankan uang senilai Rp 30 juta dan sejumlah kwitansi yang nominalnya berkisar Rp 30 juta, bahkan ada yang Rp 40 juta.

Dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres, terungkap bahwa kelima orang pemeras tersebut mengaku dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) LPI Tipikor dan juga wartawan.

Saat hendak dibekuk, terduga pemeras sedang mengancam seorang kepala sekolah melalui pesan SMS, yang isinya meminta sejumlah uang pada kepala SMK, jika menolak, terduga akan melaporkan korban ke penegak hukum.

Karena mungkin korban ketakutan, akhirnya memberikan uang senilai Rp 30 juta pada terduga, dan terjadilah OTT oleh tim Saber Pungli Polres Pemalang.

Selanjutnya pihak Satreskrim Polres Pemalang melakukan lidik terhadap kelima terduga pemerasan, yakni: Sun(48 tahun, Tegal), Sut(46 tahun, Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang), Riy (39 tahun, Brebes), Na.E (wanita 43 tahun, Tegal), dan Ar.Ha(36 tahun, Brebes).

Sebagai tambahan informasi, dari keterangan anggota lidik, jumlah total uang hasil pemerasan pada kelima kepala smk ini mencapai Rp 160 juta dalam kurun waktu seminggu. (Reporter: SSBL).

Ngaku LSM dan Wartawan Peras Kepala Sekolah...

Cakrawala Online

Pemalang - Cakrawalaonline, Menurut Kapolres Pemalang melalui Kabag Humas Polres, AKP T Liestyowati dalam release-nya menyebutkan, bahwa pada Rabu (28/11) sekitar pukul 13.50 WIB, tim saber pungli Polres Pemalang melakukan operasi tangkap tangan OTT, terhadap 5 orang terduga pelaku pemerasan,  pada 5 kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Pemalang.

OTT dilaksanakan di kantor AWDI yang terletak di Jalan Gurame Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang.

Dari OTT itu, tim saber mengamankan uang senilai Rp 30 juta dan sejumlah kwitansi yang nominalnya berkisar Rp 30 juta, bahkan ada yang Rp 40 juta.

Dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres, terungkap bahwa kelima orang pemeras tersebut mengaku dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) LPI Tipikor dan juga wartawan.

Saat hendak dibekuk, terduga pemeras sedang mengancam seorang kepala sekolah melalui pesan SMS, yang isinya meminta sejumlah uang pada kepala SMK, jika menolak, terduga akan melaporkan korban ke penegak hukum.

Karena mungkin korban ketakutan, akhirnya memberikan uang senilai Rp 30 juta pada terduga, dan terjadilah OTT oleh tim Saber Pungli Polres Pemalang.

Selanjutnya pihak Satreskrim Polres Pemalang melakukan lidik terhadap kelima terduga pemerasan, yakni: Sun(48 tahun, Tegal), Sut(46 tahun, Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang), Riy (39 tahun, Brebes), Na.E (wanita 43 tahun, Tegal), dan Ar.Ha(36 tahun, Brebes).

Sebagai tambahan informasi, dari keterangan anggota lidik, jumlah total uang hasil pemerasan pada kelima kepala smk ini mencapai Rp 160 juta dalam kurun waktu seminggu. (Reporter: SSBL).

Tidak ada komentar