Social Items


Grobogan-Cakrawalaonline Sudah ke tiga kalinya Pemkab Grobogan mengadakan itsbat nikah gratis. Dan pada tahun 2018 ini itsbat nikah gratis hanya diikuti 21 pasang, sehingga membuat program itsbat nikah gratis ini jauh dari target.

Hal ini diungkapkan oleh Kabag Hukum Setda Pemkab Grobogan Fachruddin di sela - sela acara pelayanan terpadu sidang keliling itsbat nikah yang dilangsungkan di pendopo kabupaten, kemaren Rabu (28/11).

"Program itsbat nikah ini sudah berjalan yang ke tiga kalinya, yang pertama pada tahun 2016, lalu tahun 2017 dan tahun 2018 ini, namun dari tahun ke tahun peminatnya masih minim," ungkapnya.

Fachruddin juga menambahkan jika peserta itsbat nikah secara gratis ini ditarget hanya 60 pasangan tiap tahun. Namun, pada pelaksanaan di tahun 2016 dan 2017, pesertanya hanya berkisar 30 pasangan. Sedangkan pada tahun 2018 ini, pesertanya hanya 21 pasangan saja.

"Sebenarnya target kita tiap tahun hanya 60 pasangan saja yang mengikuti itsbat nikah gratis ini, namun kenyataanya tidak sesuai target," imbuhnya.

Lebih lanjut Fachruddin menerangkan jika itsbat nikah berbeda dengan nikah masal. Kalau nikah masal adalah menikahkan pasangan yang sebelumnya tidak pernah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi hidup bersama layaknya suami istri. Sementara sidang itsbat nikah diberikan pada pasangan yang dulunya sudah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi tidak tercatat oleh pemerintah karena dilakukan secara siri.

"Jadi itsbat nikah gratis sama nikah massal jauh berbeda, sebab untuk pasangan yang ingin mengikuti program ini harus melalui proses pendaftaran dan verifikasi. Setelah terverifikasi, pasangan tersebut akan menjalani sidang untuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan Agama," terangnya.

Masih menurut Fachrudin bahwa setelah ada penetapan dari pengadilan agama, pasangan calon ini langsung dapat buku nikah. Tidak hanya itu, anak-anak mereka langsung dibuatkan akta kelahirannya dan program ini tidak dikenakan biaya.

"Padahal program ini gratis alias tidak membayar, namun masih sepi peminat," jelasnya.

Terpisah Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni mengungkapkan jika data yang ada, peserta itsbat nikah sebenarnya bisa dimaksimalkan, karena sejauh ini masih ada 4.662 anak yang hanya memiliki akte nama ibu tanpa mencatumkan nama ayahnya. Tidak tercantumnya nama ayah ini, salah satunya disebabkan pasangan tersebut dulunya menikah secara agama atau siri sehingga perkawinannya tidak tercatat pemerintah alias tidak punya buku nikah.

"Untuk itu kami minta agar semua instansi terkait untuk lebih pro aktif pada masalah ini. Apabila ada warga disekitarnya yang sudah menikah secara agama saja, hendaknya didorong untuk ikut program ini. Dengan demikian, pasangan itu nantinya bisa dapat buku nikah dan akte kelahiran anaknya akan tercantum nama kedua orang tuanya,” pintanya.

Sementara itu acara itu selenggarakan bekerjasama dengan Pengadilan Agama Purwodadi, Kementerian Agama dan Dispendukcapil Grobogan. Ng-Awg.

Itsbat Nikah Gratis di Grobogan Sepi Peminat

Cakrawala Online

Grobogan-Cakrawalaonline Sudah ke tiga kalinya Pemkab Grobogan mengadakan itsbat nikah gratis. Dan pada tahun 2018 ini itsbat nikah gratis hanya diikuti 21 pasang, sehingga membuat program itsbat nikah gratis ini jauh dari target.

Hal ini diungkapkan oleh Kabag Hukum Setda Pemkab Grobogan Fachruddin di sela - sela acara pelayanan terpadu sidang keliling itsbat nikah yang dilangsungkan di pendopo kabupaten, kemaren Rabu (28/11).

"Program itsbat nikah ini sudah berjalan yang ke tiga kalinya, yang pertama pada tahun 2016, lalu tahun 2017 dan tahun 2018 ini, namun dari tahun ke tahun peminatnya masih minim," ungkapnya.

Fachruddin juga menambahkan jika peserta itsbat nikah secara gratis ini ditarget hanya 60 pasangan tiap tahun. Namun, pada pelaksanaan di tahun 2016 dan 2017, pesertanya hanya berkisar 30 pasangan. Sedangkan pada tahun 2018 ini, pesertanya hanya 21 pasangan saja.

"Sebenarnya target kita tiap tahun hanya 60 pasangan saja yang mengikuti itsbat nikah gratis ini, namun kenyataanya tidak sesuai target," imbuhnya.

Lebih lanjut Fachruddin menerangkan jika itsbat nikah berbeda dengan nikah masal. Kalau nikah masal adalah menikahkan pasangan yang sebelumnya tidak pernah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi hidup bersama layaknya suami istri. Sementara sidang itsbat nikah diberikan pada pasangan yang dulunya sudah melangsungkan prosesi perkawinan tetapi tidak tercatat oleh pemerintah karena dilakukan secara siri.

"Jadi itsbat nikah gratis sama nikah massal jauh berbeda, sebab untuk pasangan yang ingin mengikuti program ini harus melalui proses pendaftaran dan verifikasi. Setelah terverifikasi, pasangan tersebut akan menjalani sidang untuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan Agama," terangnya.

Masih menurut Fachrudin bahwa setelah ada penetapan dari pengadilan agama, pasangan calon ini langsung dapat buku nikah. Tidak hanya itu, anak-anak mereka langsung dibuatkan akta kelahirannya dan program ini tidak dikenakan biaya.

"Padahal program ini gratis alias tidak membayar, namun masih sepi peminat," jelasnya.

Terpisah Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni mengungkapkan jika data yang ada, peserta itsbat nikah sebenarnya bisa dimaksimalkan, karena sejauh ini masih ada 4.662 anak yang hanya memiliki akte nama ibu tanpa mencatumkan nama ayahnya. Tidak tercantumnya nama ayah ini, salah satunya disebabkan pasangan tersebut dulunya menikah secara agama atau siri sehingga perkawinannya tidak tercatat pemerintah alias tidak punya buku nikah.

"Untuk itu kami minta agar semua instansi terkait untuk lebih pro aktif pada masalah ini. Apabila ada warga disekitarnya yang sudah menikah secara agama saja, hendaknya didorong untuk ikut program ini. Dengan demikian, pasangan itu nantinya bisa dapat buku nikah dan akte kelahiran anaknya akan tercantum nama kedua orang tuanya,” pintanya.

Sementara itu acara itu selenggarakan bekerjasama dengan Pengadilan Agama Purwodadi, Kementerian Agama dan Dispendukcapil Grobogan. Ng-Awg.

Tidak ada komentar