Social Items

Daun Kelor

Oleh : Anita Rahmawati Sutanto
Tumbuhan Kelor atau nama latinnya Moringa oleifera adalah merupakan tanaman berdaun majemuk bulat dan berukuran kecil. Kelor telah banyak di kenal oleh masyarakat akan jutaan manfaatnya bagi kesehatan terutama bagi ibu hamil dan menyusui.
Pada masa kehamilan, wanita pada umumnya mengalami malnutrisi karena tidak seimbangnya gizi di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya stess oksidatif dan merusak asam deoksiribonukleat (DNA).
            Stress oksidatif pada wanita hamil akan berakibat buruk bagi bayi dalam kandungan seperti kekurangan berat badan (BBLR). Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Nadimin, SKM, MKes didapatkan hasil bahwa daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan hemoglobin darah ibu hamil. Selain kandungan zat besi yang tinggi, ekstrak daun kelor juga memiliki kandungan lain seperti protein, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C vitamin E, fosfor, seng, kalium, kalsium, serat, dan zat antioksidan. (Sumber: health.detik.com/)
            Seringnya mengkonsumsi daun kelor baik secara di sayur atau dengan meminum air rebusannya dapat membantu proses pertumbuhan tulang dan jaringan bagi janin, ekstrak daun kelor dipercaya memiliki kandungan kalsium 3x lipat dibandingkan dengan susu formula. Kelor juga memiliki kandungan energi yang tinggi untuk menjaga tenaga ibu hamil saat mengalami penurunan nafsu makan. Potasium dalam daun kelor mampu mengatasi sembelit dan konsepas akibat keram perut yang disebabkan oleh gerakan aktif bayi saat dalam kandungan. Beragam vitamin dalam ekstrak daun kelor mampu memenuhi kebutuhan ibu hamil serta mengatasi letih dan lesu saat mengandung.
            Daun kelor dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. ASI merupakan makanan utama bagi bayi, namun sering ditemui kejadian seperti sedikit atau susahnya ibu hamil dalam  memproduksi ASI. Penelitian Raguindi, P. F., dkk menyebutkan ibu menyusui mengosumsi 250-350mg dua kali/ hari akan meningkatkan produksi ASI dan peningkatan bobot bayi secara cepat dibandingkan memakai plasebo (obat semu).
*)Penulis adalah mahasiswi UNS Surakarta FKIP Jurusan Pendidikan Biolog

DAUN KELOR (Moringa oleifera), SOLUSI SEHAT BAGI IBU HAMIL

Cakrawala Online
Daun Kelor

Oleh : Anita Rahmawati Sutanto
Tumbuhan Kelor atau nama latinnya Moringa oleifera adalah merupakan tanaman berdaun majemuk bulat dan berukuran kecil. Kelor telah banyak di kenal oleh masyarakat akan jutaan manfaatnya bagi kesehatan terutama bagi ibu hamil dan menyusui.
Pada masa kehamilan, wanita pada umumnya mengalami malnutrisi karena tidak seimbangnya gizi di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya stess oksidatif dan merusak asam deoksiribonukleat (DNA).
            Stress oksidatif pada wanita hamil akan berakibat buruk bagi bayi dalam kandungan seperti kekurangan berat badan (BBLR). Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Nadimin, SKM, MKes didapatkan hasil bahwa daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan hemoglobin darah ibu hamil. Selain kandungan zat besi yang tinggi, ekstrak daun kelor juga memiliki kandungan lain seperti protein, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C vitamin E, fosfor, seng, kalium, kalsium, serat, dan zat antioksidan. (Sumber: health.detik.com/)
            Seringnya mengkonsumsi daun kelor baik secara di sayur atau dengan meminum air rebusannya dapat membantu proses pertumbuhan tulang dan jaringan bagi janin, ekstrak daun kelor dipercaya memiliki kandungan kalsium 3x lipat dibandingkan dengan susu formula. Kelor juga memiliki kandungan energi yang tinggi untuk menjaga tenaga ibu hamil saat mengalami penurunan nafsu makan. Potasium dalam daun kelor mampu mengatasi sembelit dan konsepas akibat keram perut yang disebabkan oleh gerakan aktif bayi saat dalam kandungan. Beragam vitamin dalam ekstrak daun kelor mampu memenuhi kebutuhan ibu hamil serta mengatasi letih dan lesu saat mengandung.
            Daun kelor dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. ASI merupakan makanan utama bagi bayi, namun sering ditemui kejadian seperti sedikit atau susahnya ibu hamil dalam  memproduksi ASI. Penelitian Raguindi, P. F., dkk menyebutkan ibu menyusui mengosumsi 250-350mg dua kali/ hari akan meningkatkan produksi ASI dan peningkatan bobot bayi secara cepat dibandingkan memakai plasebo (obat semu).
*)Penulis adalah mahasiswi UNS Surakarta FKIP Jurusan Pendidikan Biolog

Tidak ada komentar