Social Items


Pemalang - Cakrawalaonline, Hajatan tahunan yang digelar Pemdes. Penggarit Kecamatan Taman ini masih menjadi "surga" bagi para pencopet.

Diduga pencopet beraksi pada saat warga berdesakan dan berebut mangga yang dibentuk gunungan.
Sejumlah dompet milik warga ditemukan oleh panitia yang langsung mengumumkannya melalui pengeras suara.

"Telah ditemukan dompet atas nama X (nama warga)... bagi yang merasa kehilangan bisa menghubungi panitia...," Ucap bagian seorang panitia dengan menggunakam mikropon.

Selain copet, ajang yang bertajuk "Festival Mangga" itu, diwarnai dengan merangseknya warga yang saling berebut mangga, sehingga dalam waktu sekejap, mangga ludes habis diambili warga, padahal belum "diresmikan" oleh Bupati Pemalang.

Dan bukan hanya itu, festival yang ditempatkan di lapangan setempat ini, juga diributkan dengan aksi pecah dan rebut balon "karakter kartun" oleh warga, sehingga membuat suasana "kacau".

Puluhan balon yang harusnya diterbangkan, namun entah kenapa masih terikat pada gunungan, tak ayal, warga pun berebut balon bahkan banyak balon yang sengaja dipecahkan warga.

Bunyi dor dari letusan balon yang pecah membuat situasi makin "crowdit".

Kain selubung yang harusnya terbuka ketika bupati membuka secara resmi festival mangga tersebut, gagal terbuka alias kain berwarna merah itu masih menutupi gunungan mangga.

Warga makin tak sabar untuk mendapatkan mangga, beberapa pria naik ke gunungan dan langsung merobek kain penutup dan satu persatu mangga dilemparkan ke arah pengunjung.

Bahkan "sang mempelai putri mangga" dievakuasi petugas satpol.pp. karena terjebak dalam kerumunan warga yang berdesakan berebut mangga.

Nampak sejumlah aparat mengamankan wanita pemeran pengantin mangga yang terlihat menangis sesenggukan karena terjepit warga.

Sebagai tambahan informasi, menurut agendanya, festival mangga akan berlangsung selama Dua hari(10-11 November 2018). Slamet SBL

Awas! Copet Beraksi di Festival Mangga Penggarit...

Cakrawala Online

Pemalang - Cakrawalaonline, Hajatan tahunan yang digelar Pemdes. Penggarit Kecamatan Taman ini masih menjadi "surga" bagi para pencopet.

Diduga pencopet beraksi pada saat warga berdesakan dan berebut mangga yang dibentuk gunungan.
Sejumlah dompet milik warga ditemukan oleh panitia yang langsung mengumumkannya melalui pengeras suara.

"Telah ditemukan dompet atas nama X (nama warga)... bagi yang merasa kehilangan bisa menghubungi panitia...," Ucap bagian seorang panitia dengan menggunakam mikropon.

Selain copet, ajang yang bertajuk "Festival Mangga" itu, diwarnai dengan merangseknya warga yang saling berebut mangga, sehingga dalam waktu sekejap, mangga ludes habis diambili warga, padahal belum "diresmikan" oleh Bupati Pemalang.

Dan bukan hanya itu, festival yang ditempatkan di lapangan setempat ini, juga diributkan dengan aksi pecah dan rebut balon "karakter kartun" oleh warga, sehingga membuat suasana "kacau".

Puluhan balon yang harusnya diterbangkan, namun entah kenapa masih terikat pada gunungan, tak ayal, warga pun berebut balon bahkan banyak balon yang sengaja dipecahkan warga.

Bunyi dor dari letusan balon yang pecah membuat situasi makin "crowdit".

Kain selubung yang harusnya terbuka ketika bupati membuka secara resmi festival mangga tersebut, gagal terbuka alias kain berwarna merah itu masih menutupi gunungan mangga.

Warga makin tak sabar untuk mendapatkan mangga, beberapa pria naik ke gunungan dan langsung merobek kain penutup dan satu persatu mangga dilemparkan ke arah pengunjung.

Bahkan "sang mempelai putri mangga" dievakuasi petugas satpol.pp. karena terjebak dalam kerumunan warga yang berdesakan berebut mangga.

Nampak sejumlah aparat mengamankan wanita pemeran pengantin mangga yang terlihat menangis sesenggukan karena terjepit warga.

Sebagai tambahan informasi, menurut agendanya, festival mangga akan berlangsung selama Dua hari(10-11 November 2018). Slamet SBL

Tidak ada komentar