Social Items


Pemalang - Cakrawala Online, Pada lanjutan sidang kasus pelemparan batu oleh suporter PSIP (Pemalang) terhadap bus yang mengangkut suporter Persibara ( Banjarnegara), Rabu (17/10) terungkap fakta baru.

Sidang dengan agenda meminta keterangan saksi menghadirkan ketiga terdakwa yakni: Pengkuh Aji Pancasona bin Ruskito, Evan Bagus Sadewo bin Oto Muknanto, dan Agus Darnawan bin Rasean, serta mendatangkan Empat orang saksi dari suporter PSIP.

Pada saat Jaksa Penuntut Umum(JPU). Fahruroji mengajukan sejumlah pertanyaan,  3 orang saksi mengakui adanya peristiwa itu, kecuali satu saksi (Bejo) berkilah tidak tahu.

Ketika giliran Ketiga terdakwa ditanya oleh hakim ketua, muncul fakta baru dimana terdakwa Pengkuh Aji Pancasona (PAP) mengatakan bahwa dirinya disuruh oleh saksi Bejo untuk melempar batu.

Pengakuan terdakwa PAP bertolak belakang dengan keterangan saksi Bejo yang menyatakan dirinya tidak tahu, dia berdalih pada waktu kejadian, dirinya sedang di sebuah warung.

"Saya tidak tahu, saya di warung...," Ucapnya saat dimintai keterangan.
Sidang akan dilanjutkan pada, Rabu(24/10) mendatang.

Seusai sidang, Cakrawala menemui JPU, Fahrurroji SH di ruang kerjanya, menanyakan berkaitan dengan adanya fakta baru, seorang saksi bernama Bejo menurut terdakwa Pengkuh Aji Pancasona yang menyuruh terdakwa melempar batu, Fahrur  menyerahkan pada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya.
"Itu bukan kewenangan saya... itu urusan polisi...," Ujarnya. Slametsbl

Saling Lempar Dalam Persidangan Kasus "Suporter Pelempar Batu"...

Cakrawala Online

Pemalang - Cakrawala Online, Pada lanjutan sidang kasus pelemparan batu oleh suporter PSIP (Pemalang) terhadap bus yang mengangkut suporter Persibara ( Banjarnegara), Rabu (17/10) terungkap fakta baru.

Sidang dengan agenda meminta keterangan saksi menghadirkan ketiga terdakwa yakni: Pengkuh Aji Pancasona bin Ruskito, Evan Bagus Sadewo bin Oto Muknanto, dan Agus Darnawan bin Rasean, serta mendatangkan Empat orang saksi dari suporter PSIP.

Pada saat Jaksa Penuntut Umum(JPU). Fahruroji mengajukan sejumlah pertanyaan,  3 orang saksi mengakui adanya peristiwa itu, kecuali satu saksi (Bejo) berkilah tidak tahu.

Ketika giliran Ketiga terdakwa ditanya oleh hakim ketua, muncul fakta baru dimana terdakwa Pengkuh Aji Pancasona (PAP) mengatakan bahwa dirinya disuruh oleh saksi Bejo untuk melempar batu.

Pengakuan terdakwa PAP bertolak belakang dengan keterangan saksi Bejo yang menyatakan dirinya tidak tahu, dia berdalih pada waktu kejadian, dirinya sedang di sebuah warung.

"Saya tidak tahu, saya di warung...," Ucapnya saat dimintai keterangan.
Sidang akan dilanjutkan pada, Rabu(24/10) mendatang.

Seusai sidang, Cakrawala menemui JPU, Fahrurroji SH di ruang kerjanya, menanyakan berkaitan dengan adanya fakta baru, seorang saksi bernama Bejo menurut terdakwa Pengkuh Aji Pancasona yang menyuruh terdakwa melempar batu, Fahrur  menyerahkan pada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya.
"Itu bukan kewenangan saya... itu urusan polisi...," Ujarnya. Slametsbl

Tidak ada komentar