Social Items


Pemalang - Cakrawalaonline, Buntut dari kasus pelemparan batu oleh suporter PSIP (Pemalang) terhadap suporter Persibara (Banjarnegara) berlanjut dengan tuntutan ganti kerugian dari korban pada pihak manajemen PSIP dan Pemda Pemalang.

Utusan khusus Bupati Banjarnegara Sugeng, mengungkapkan bahwa dirinya diperintah Bupati Banjarnegara untuk "mengawal" jalannya sidang.
"Dan saya juga diberi tugas oleh pak Bupati (Banjarnegara) menyampaikan rincian jumlah total kerugian yang dialami korban pada pihak PSIP dan Pemda Pemalang...," Ujarnya.

Saat Cakrawala menanyakan besaran nominal yang harus ditanggung manajemen PSIP dan Pemda. Pemalang, Sugeng menyebut jumlah rupiahnya.

"Jumlah totalnya  Rp 30.750.000...," Ucapnya.

Sugeng menambahkan, seusai mengikuti sidang di PN Pemalang, dirinya mendatangi pihak Pemda Pemalang.

"Rincian kerugian sudah saya berikan pada ajudan bupati Pemalang untuk diberikan ke bupati dan pihak PSIP...," Jelasnya sambil mengungkapkan bahwa hal itu ia lakukan untuk kedua kalinya.

"Untuk klaim pertama sudah saya sampaikan sebulan yang lalu, karena belum ada respon, saya disuruh pak bupati (Banjarnegara) untuk menghubungi pihak pemda. Pemalang lagi...," Ungkapnya.

Ketika Cakrawala menanyakan apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihak Banjarnegara jika klaim yang telah diajukan sampai Dua kali tersebut belum juga ditanggapi oleh pihak PSIP dan Pemda Pemalang, Sugeng mengatakan akan menunggu perintah dari Bupati Banjarnegara.

"Pesan dari pak bupati pada saya, untuk terus mengikuti proses persidangan sampai selesai dulu... mengenai klaim kerugian, jika belum ada respon, bupati akan melayangkan surat pada manajemen PSIP dan Pemda. Pemalang dimana pada waktu datang ke Banjarnegara sudah menyanggupi membayar semua kerugian...," bebernya.
SlametSbl

Pihak PSIP dan Pemda Pemalang Dituntut Bayar Kerugian Sebesar Rp. 30.750.000

Cakrawala Online

Pemalang - Cakrawalaonline, Buntut dari kasus pelemparan batu oleh suporter PSIP (Pemalang) terhadap suporter Persibara (Banjarnegara) berlanjut dengan tuntutan ganti kerugian dari korban pada pihak manajemen PSIP dan Pemda Pemalang.

Utusan khusus Bupati Banjarnegara Sugeng, mengungkapkan bahwa dirinya diperintah Bupati Banjarnegara untuk "mengawal" jalannya sidang.
"Dan saya juga diberi tugas oleh pak Bupati (Banjarnegara) menyampaikan rincian jumlah total kerugian yang dialami korban pada pihak PSIP dan Pemda Pemalang...," Ujarnya.

Saat Cakrawala menanyakan besaran nominal yang harus ditanggung manajemen PSIP dan Pemda. Pemalang, Sugeng menyebut jumlah rupiahnya.

"Jumlah totalnya  Rp 30.750.000...," Ucapnya.

Sugeng menambahkan, seusai mengikuti sidang di PN Pemalang, dirinya mendatangi pihak Pemda Pemalang.

"Rincian kerugian sudah saya berikan pada ajudan bupati Pemalang untuk diberikan ke bupati dan pihak PSIP...," Jelasnya sambil mengungkapkan bahwa hal itu ia lakukan untuk kedua kalinya.

"Untuk klaim pertama sudah saya sampaikan sebulan yang lalu, karena belum ada respon, saya disuruh pak bupati (Banjarnegara) untuk menghubungi pihak pemda. Pemalang lagi...," Ungkapnya.

Ketika Cakrawala menanyakan apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihak Banjarnegara jika klaim yang telah diajukan sampai Dua kali tersebut belum juga ditanggapi oleh pihak PSIP dan Pemda Pemalang, Sugeng mengatakan akan menunggu perintah dari Bupati Banjarnegara.

"Pesan dari pak bupati pada saya, untuk terus mengikuti proses persidangan sampai selesai dulu... mengenai klaim kerugian, jika belum ada respon, bupati akan melayangkan surat pada manajemen PSIP dan Pemda. Pemalang dimana pada waktu datang ke Banjarnegara sudah menyanggupi membayar semua kerugian...," bebernya.
SlametSbl

Tidak ada komentar