Social Items


Grobogan- Cakrawalaonline,  Ki dalang Putut Wijonarko beraksi di Makodim 0717/Purwodadi Grobogan. Guna menghibur masyarakat setempat dengan pagelaran pentas wayang kulit mengambil lakon Babat Alas Indra Prasta. Yang terkenal angker gawat keliwat-liwat, gong liwang-liwong penuh jin peri prayangan, Jumat malam (5/10).


Pentas wayang kulit dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-73 tahun 2018 ini juga diramaikan dagelan lokal Penjol dan Cemplok ini, terselenggara berkat kerja sama antara Kodim 0717/Purwodadi dengan Dinas Pariwisata Grobogan.

Dengan mengusung tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”.

Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Inf Ngatija menjelaskan, pentas wayang kulit digelar untuk menghibur masyarakat sekaligus dalam upaya melestarikan budaya Jawa yang sudah mulai luntur ditinggalkan anak-anak muda,’’katanya.

“Babat Alas Mertani merupakan kisah para putra pandawa yang berjuang membuka hutan untuk mendirika kerajaan Indra Prasta. Mereka berusaha dengan keras mendirikan kerajaan baru, karena tersingkirkan oleh saudaranya sendiri yaitu para Kurawa yang dengan tipu daya berhasil menguasai kerajaan Hastinapura, yang seharusnya menjadi milik para putra pandawa”, ujarnya.

Hikmah dari kisah babat alas mertani buat kehidupan nyata yang patut kita tauladani, adalah perbuatan yang baik akan menghasilkan sesuatau yang menyenangkan. Walaupun harus dengan pengorbanan untuk merainya dan akhirya akan membawa kebahagiaan.

Sedangkan hawa nafsu kalau kita turutin tidak ada habisnya, serta membawa perpecahan yang akhirnya akan membawa kehancuran.

Kaitanya dengan TNI adalah, TNI akan selau berjuang  sesuai tugas pokok yang telah diatur dalam undang-undang. Selain itu, TNI juga membantu pemerintah dalam melaksanakan percepatan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Dihadapan masyarakat Kasdim minta, “Agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas wilayahnya masing-masing, sehingga mereka bisa rukun dalam kehidupan sehari-hari walaupun saat ini mendekati Pemilu yang sudah mamsuki masa kampanye yangan terpancing dengan isu yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggung jawab”, pungkasnya.

Pentas wayang ini ternyata menjadi daya tarik masyarakat. Kursi yang disediakan penuh pengunjung, bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus berdiri menyaksikan pentas seni wayang kulit tersebut. Ng, Knt-Pendim

HUT TNI Kodim Purwodadi, Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon Babat Alas Indraprasta

Cakrawala Online

Grobogan- Cakrawalaonline,  Ki dalang Putut Wijonarko beraksi di Makodim 0717/Purwodadi Grobogan. Guna menghibur masyarakat setempat dengan pagelaran pentas wayang kulit mengambil lakon Babat Alas Indra Prasta. Yang terkenal angker gawat keliwat-liwat, gong liwang-liwong penuh jin peri prayangan, Jumat malam (5/10).


Pentas wayang kulit dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-73 tahun 2018 ini juga diramaikan dagelan lokal Penjol dan Cemplok ini, terselenggara berkat kerja sama antara Kodim 0717/Purwodadi dengan Dinas Pariwisata Grobogan.

Dengan mengusung tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”.

Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Inf Ngatija menjelaskan, pentas wayang kulit digelar untuk menghibur masyarakat sekaligus dalam upaya melestarikan budaya Jawa yang sudah mulai luntur ditinggalkan anak-anak muda,’’katanya.

“Babat Alas Mertani merupakan kisah para putra pandawa yang berjuang membuka hutan untuk mendirika kerajaan Indra Prasta. Mereka berusaha dengan keras mendirikan kerajaan baru, karena tersingkirkan oleh saudaranya sendiri yaitu para Kurawa yang dengan tipu daya berhasil menguasai kerajaan Hastinapura, yang seharusnya menjadi milik para putra pandawa”, ujarnya.

Hikmah dari kisah babat alas mertani buat kehidupan nyata yang patut kita tauladani, adalah perbuatan yang baik akan menghasilkan sesuatau yang menyenangkan. Walaupun harus dengan pengorbanan untuk merainya dan akhirya akan membawa kebahagiaan.

Sedangkan hawa nafsu kalau kita turutin tidak ada habisnya, serta membawa perpecahan yang akhirnya akan membawa kehancuran.

Kaitanya dengan TNI adalah, TNI akan selau berjuang  sesuai tugas pokok yang telah diatur dalam undang-undang. Selain itu, TNI juga membantu pemerintah dalam melaksanakan percepatan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Dihadapan masyarakat Kasdim minta, “Agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas wilayahnya masing-masing, sehingga mereka bisa rukun dalam kehidupan sehari-hari walaupun saat ini mendekati Pemilu yang sudah mamsuki masa kampanye yangan terpancing dengan isu yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggung jawab”, pungkasnya.

Pentas wayang ini ternyata menjadi daya tarik masyarakat. Kursi yang disediakan penuh pengunjung, bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus berdiri menyaksikan pentas seni wayang kulit tersebut. Ng, Knt-Pendim

Tidak ada komentar