Social Items



Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyzDesa Watugajah juga ikut mengadakan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades pada 13 Oktober 2018. Sehingga balai desa Watugajah telah disulap, dirapikan, ditarupi, dihias hingga nampak rapi dan bersih. Itulah sosok warga masyarakat desa Watugajah beserta perangkat desa yang serius dalam menanggapi pemilihan kepala desa.
Desa Watugajah merupakan bagian dari wilayah kecamatan Gedangsari yang juga mengadakan pemilihan kades. Dwi Ratno yang mantan kades baru-baru ini ikut juga memperebutkan jabatan kades Watugajah. Dwi Ratno yang rumahnya dekat dengan balai desa Watugajah itu kabarnya cukup potensial dan diperhitungkan oleh pemilih.
Namun ternyata di kala wartawan keliling di seputaran balai desa Watugajah itu ternyata warga masyarakat nampak tenang. Hanya sedikit mereka bergerombol di seputaran balai desa setempat. Biasanya bila tidak menjelang pilkades warga masyarakat tidak bergerombol.
Wajar karena desa Watugajah memang berbatasan dengan kabupaten Klaten. Sehingga nama Dwi Ratno cukup diperhitungkan oleh masyarakat desa Watugajah. Walaupun tidak semuanya tetapi Dwi Ratno masih jadi idola warga masyarakat.
Dengan demikian bagi Dwi Ratno tidak menjadikan beliau sombong. Bahkan Dwi Ratno cukup biasa karena sudah pernah menjabat kades Watugajah. Bagi Dwi Ratno tidak terlalu berlebihan menghadapi kampanya jelang pilkades Watugajah.
Situasi dan kondisi politik di desa Watugajah yang sering menyedot perhatian masyarakat sangat diperhitungkan kewaspadaannya. Karena di desa Watugajah itu berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten. Sering muncul isue isue yang kurang sedap, walau itu hanya sebagai bumbu-bumbu politik yang harus disikapi.
Gejolak tersebut merupakan kreatifitas bagi masyarakat yang serius mensikapi situasi dan kondisi wilayah yang sedang berkembang. Gejolak tidak ditentang tetapi gejolak harus disikapi dengan serius dan waspada.
Kedewasaan mereka dalam menerapkan sikap politik pemilihan kades atau mungkin Pemilihan Umum bagi warga Watugajah cukup sederhana. Kesederhanaan itulah yang perlu disikapi dengan tenang dan santun agar semua itu tidak muncul isue isue negatif merugikan masyarakat itu sendiri.
Bagi Dwi Ratno cukup berharap, karena pernah menjabat, sehingga wajar bila memasang tarip dengan slogan Lanjutkan. Bila terpilih sebagai kades Watugajah bagi Dwi Ratno cukup optimis mensikapi situasi dan kondisi wilayah dan pembangunan semua sektor. (Sab)

Dwi Ratno Ikut Pilkades di Watugajah

Cakrawala Online


Biro DIY- Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyzDesa Watugajah juga ikut mengadakan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades pada 13 Oktober 2018. Sehingga balai desa Watugajah telah disulap, dirapikan, ditarupi, dihias hingga nampak rapi dan bersih. Itulah sosok warga masyarakat desa Watugajah beserta perangkat desa yang serius dalam menanggapi pemilihan kepala desa.
Desa Watugajah merupakan bagian dari wilayah kecamatan Gedangsari yang juga mengadakan pemilihan kades. Dwi Ratno yang mantan kades baru-baru ini ikut juga memperebutkan jabatan kades Watugajah. Dwi Ratno yang rumahnya dekat dengan balai desa Watugajah itu kabarnya cukup potensial dan diperhitungkan oleh pemilih.
Namun ternyata di kala wartawan keliling di seputaran balai desa Watugajah itu ternyata warga masyarakat nampak tenang. Hanya sedikit mereka bergerombol di seputaran balai desa setempat. Biasanya bila tidak menjelang pilkades warga masyarakat tidak bergerombol.
Wajar karena desa Watugajah memang berbatasan dengan kabupaten Klaten. Sehingga nama Dwi Ratno cukup diperhitungkan oleh masyarakat desa Watugajah. Walaupun tidak semuanya tetapi Dwi Ratno masih jadi idola warga masyarakat.
Dengan demikian bagi Dwi Ratno tidak menjadikan beliau sombong. Bahkan Dwi Ratno cukup biasa karena sudah pernah menjabat kades Watugajah. Bagi Dwi Ratno tidak terlalu berlebihan menghadapi kampanya jelang pilkades Watugajah.
Situasi dan kondisi politik di desa Watugajah yang sering menyedot perhatian masyarakat sangat diperhitungkan kewaspadaannya. Karena di desa Watugajah itu berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten. Sering muncul isue isue yang kurang sedap, walau itu hanya sebagai bumbu-bumbu politik yang harus disikapi.
Gejolak tersebut merupakan kreatifitas bagi masyarakat yang serius mensikapi situasi dan kondisi wilayah yang sedang berkembang. Gejolak tidak ditentang tetapi gejolak harus disikapi dengan serius dan waspada.
Kedewasaan mereka dalam menerapkan sikap politik pemilihan kades atau mungkin Pemilihan Umum bagi warga Watugajah cukup sederhana. Kesederhanaan itulah yang perlu disikapi dengan tenang dan santun agar semua itu tidak muncul isue isue negatif merugikan masyarakat itu sendiri.
Bagi Dwi Ratno cukup berharap, karena pernah menjabat, sehingga wajar bila memasang tarip dengan slogan Lanjutkan. Bila terpilih sebagai kades Watugajah bagi Dwi Ratno cukup optimis mensikapi situasi dan kondisi wilayah dan pembangunan semua sektor. (Sab)

Tidak ada komentar