Social Items


Lamongan-Cakrawalaonline, 
Warga dusun Glogok desa Sumberwudi kecamatan Karanggeneng Lamongan, telah menolak rencana pengerukan normalisasi saluran air yang sudah diprogramkan dan akan dilaksanakan oleh pemerintahan desa Sumberwudi.

Penolakan program pengerukan saluran air desa itu dilakukan oleh warga dusun Glogok yang terkena dampak.

Hal itu disampaikan warga dusun Glogok pada rapat sosialisasi di balai dusun Glogok pada hari Kamis malam (27/9), yang dihadiri oleh kepala desa Sumberwudi Sakuri beserta beberapa perangkatnya.

Alasan penolakan oleh warga, karena pemerintahan desa Sumberwudi hanya bisa menyediakan alat berat berupa bego sebagai alat pengerukan. Sedangkan pembangunan plengsengan dan penutupnya dibebankan kepada warga, yang terkena dampak di depan rumahnya untuk membiayai sendiri pembangunan saluran air desa itu.

Dalam rapat sosialisasi bersama warga dusun Glogok itu kepala desa Sumberwudi menjelaskan, "Memang terus terang saja pemerintahan desa Sumberwudi hanya bisa mengupayakan menyiapkan alat bego, untuk pengerukan normalisasi serta mobil truk untuk mengangkut tanah dari pengerukan itu" jelas pak kades dihadapan warganya.

Atas penjelasan itulah warga dusun Glogok yang terdampak merasa keberatan, dan menolak rencana pelaksanaan pengerukan saluran air kurang lebih 300 m yang berada di depan pemukiman dusun setempat.

Dengan adanya penjelasan kepala desa selaku pemerintahan desa pada rapat itulah beberapa warga berpendapat, "Untuk apa  tujuan membangun normalisasi saluran air, kalau pada akhirnya hanya membebani biaya kepada warga yang terdampak untuk membiayai sendiri."

"Mestinya membangun itu ya harus bisa mengenakkan warga, bukan malah menyengsarakan warganya. Apa lagi kalau desa tidak ada dana, ya untuk apa gak usah saja diteruskan program itu" tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Atas dasar itulah warga dusun Glogok desa Sumberwudi yang terkena dampak pengerukan saluran air itu menolaknya untuk ditunda, dan berharap agar pemerintahan desa Sumberwudi bisa menyiapkan kembali  program pengerukan dan pembangunan saluran air itu secara lebih matang dan sempurna. Pri.

Warga Glogok Tolak Pengerukan Saluran Air, Karena Beaya Pembangunan Dibebankan Kepada Warga..

Cakrawala Online

Lamongan-Cakrawalaonline, 
Warga dusun Glogok desa Sumberwudi kecamatan Karanggeneng Lamongan, telah menolak rencana pengerukan normalisasi saluran air yang sudah diprogramkan dan akan dilaksanakan oleh pemerintahan desa Sumberwudi.

Penolakan program pengerukan saluran air desa itu dilakukan oleh warga dusun Glogok yang terkena dampak.

Hal itu disampaikan warga dusun Glogok pada rapat sosialisasi di balai dusun Glogok pada hari Kamis malam (27/9), yang dihadiri oleh kepala desa Sumberwudi Sakuri beserta beberapa perangkatnya.

Alasan penolakan oleh warga, karena pemerintahan desa Sumberwudi hanya bisa menyediakan alat berat berupa bego sebagai alat pengerukan. Sedangkan pembangunan plengsengan dan penutupnya dibebankan kepada warga, yang terkena dampak di depan rumahnya untuk membiayai sendiri pembangunan saluran air desa itu.

Dalam rapat sosialisasi bersama warga dusun Glogok itu kepala desa Sumberwudi menjelaskan, "Memang terus terang saja pemerintahan desa Sumberwudi hanya bisa mengupayakan menyiapkan alat bego, untuk pengerukan normalisasi serta mobil truk untuk mengangkut tanah dari pengerukan itu" jelas pak kades dihadapan warganya.

Atas penjelasan itulah warga dusun Glogok yang terdampak merasa keberatan, dan menolak rencana pelaksanaan pengerukan saluran air kurang lebih 300 m yang berada di depan pemukiman dusun setempat.

Dengan adanya penjelasan kepala desa selaku pemerintahan desa pada rapat itulah beberapa warga berpendapat, "Untuk apa  tujuan membangun normalisasi saluran air, kalau pada akhirnya hanya membebani biaya kepada warga yang terdampak untuk membiayai sendiri."

"Mestinya membangun itu ya harus bisa mengenakkan warga, bukan malah menyengsarakan warganya. Apa lagi kalau desa tidak ada dana, ya untuk apa gak usah saja diteruskan program itu" tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Atas dasar itulah warga dusun Glogok desa Sumberwudi yang terkena dampak pengerukan saluran air itu menolaknya untuk ditunda, dan berharap agar pemerintahan desa Sumberwudi bisa menyiapkan kembali  program pengerukan dan pembangunan saluran air itu secara lebih matang dan sempurna. Pri.

Tidak ada komentar