Social Items

Illustrasi


Surabaya,  Teller Bank BRI berinisila KG (26) ditangkap Kejari Surabaya lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi, Rabu (19/9).
KG adalah teller Bank BRI di Unit Gubeng Kertajaya yang telah dua tahun bekerja.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan mengungkapkan, KG diduga telah melarikan dana nasabah senilai Rp 1,09 miliar.

“Kami harap penyidikan kasus ini berjalan cepat, makanya kami tahan agar dia (KG) tak melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti,” kata Teguh pada Rabu (19/9), seperti dikutip dari Surya.co.id.

Penahanan KG ini dilakukan usai Tim Penyidik Kejari Surabaya memeriksa teller BRI tersebut selama sekitar tujuh jam.

Setelah pemeriksaan pada sekitar pukul 16.00 WIB, KG terlihat keluar dari Ruang Penyidik Kejari Surabaya yang berada di lantai 2 Gedung Kejari Sukomanunggal, Surabaya.

Lalu, KG terlihat keluar dari kantor kejaksaan, dan dibawa menuju mobil tahanan Kejari Surabaya yang telah menantinya.

Warga Kabupaten Gresik tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan,  untuk kepentingan penyidikan. KG akan menghuni rumah tahanan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Teguh memaparkan bagaimana modus yang digunakan KG dalam melancarkan aksinya.
Dari catatan Kejari Surabaya menyebutkan, total ada sekitar 26 nasabah yang dirugikan.

Awalnya, KG mencari nasabah, yang memiliki nilai simpanan yang cukup besar.

Kemudian KG lalu mengidentifikasi, apakah nasabah itu jarang mengambil tabungannya.

Kemudian KG memindahbukukan uang nasabah ke rekeningnya.
Aksi KG ini akhirnya terbongkar usai Bank BRI melakukan audit internal.

Sebetulnya BRI terlebih dulu meminta KG untuk mengembalikan uang yang digondolnya itu, namun tidak kunjung dikembalikan sehingga pihak BRI melaporkannya ke Kejari Surabaya.

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan Kejari Surabaya, KG telah melakukan tindak pidana korupsi itu sejak Januari sampai Agustus 2017.

"Dalam perkara tersebut terduga kami jerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," papar Teguh saat sesi wawancara bersama awak media, Rabu (19/9). Tin- sumberTribun

Uang Nasabah BRI Senilai 1.09 Miliar Digondol Teller

Cakrawala Online
Illustrasi


Surabaya,  Teller Bank BRI berinisila KG (26) ditangkap Kejari Surabaya lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi, Rabu (19/9).
KG adalah teller Bank BRI di Unit Gubeng Kertajaya yang telah dua tahun bekerja.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan mengungkapkan, KG diduga telah melarikan dana nasabah senilai Rp 1,09 miliar.

“Kami harap penyidikan kasus ini berjalan cepat, makanya kami tahan agar dia (KG) tak melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti,” kata Teguh pada Rabu (19/9), seperti dikutip dari Surya.co.id.

Penahanan KG ini dilakukan usai Tim Penyidik Kejari Surabaya memeriksa teller BRI tersebut selama sekitar tujuh jam.

Setelah pemeriksaan pada sekitar pukul 16.00 WIB, KG terlihat keluar dari Ruang Penyidik Kejari Surabaya yang berada di lantai 2 Gedung Kejari Sukomanunggal, Surabaya.

Lalu, KG terlihat keluar dari kantor kejaksaan, dan dibawa menuju mobil tahanan Kejari Surabaya yang telah menantinya.

Warga Kabupaten Gresik tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan,  untuk kepentingan penyidikan. KG akan menghuni rumah tahanan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Teguh memaparkan bagaimana modus yang digunakan KG dalam melancarkan aksinya.
Dari catatan Kejari Surabaya menyebutkan, total ada sekitar 26 nasabah yang dirugikan.

Awalnya, KG mencari nasabah, yang memiliki nilai simpanan yang cukup besar.

Kemudian KG lalu mengidentifikasi, apakah nasabah itu jarang mengambil tabungannya.

Kemudian KG memindahbukukan uang nasabah ke rekeningnya.
Aksi KG ini akhirnya terbongkar usai Bank BRI melakukan audit internal.

Sebetulnya BRI terlebih dulu meminta KG untuk mengembalikan uang yang digondolnya itu, namun tidak kunjung dikembalikan sehingga pihak BRI melaporkannya ke Kejari Surabaya.

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan Kejari Surabaya, KG telah melakukan tindak pidana korupsi itu sejak Januari sampai Agustus 2017.

"Dalam perkara tersebut terduga kami jerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," papar Teguh saat sesi wawancara bersama awak media, Rabu (19/9). Tin- sumberTribun

Tidak ada komentar