Social Items



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Banyak cara dalam memecahkan kesulitan hidup didunia ini. Berbagai cara ditempuh bagi mereka yang belum baik nasibnya. Karena sebelumnya tidak mengerti bahwa jalan yang ditempuh tidak benar atau programnya salah.

Demikian penafsiran yang dievaluasi bagi tamu Ibnu Hajar didusun Panggang kecamatan Panggang, Gunungkidul, DIY. Pimpinan Pondok Pesantren Aolia ini sering kedatangan tamu tak diundang. Bagi Ibnu Hajar tidak membuat repot seorang tamu datang kepadanya. Karena Ibnu Hajar memberi yang terbaik untuk tamu yang datang padanya.

Mereka biasanya ada yang bermasalah besar, kecil, atau bahkan sangat pribadi sekali. Disini semua dibahas bersama untuk mencari titik temu nasib hidup seseorang. ”Jadi biasanya tamu itu kita tawari, dengan kata lain: membawa bahan mentah atau makanan siap santap.

Kalau barang jadi atau ibaratnya makanan siap santap ya sudah, mari kita makan sama-sama. Rasanya enak atau tidak enak kita rasakan bersama. Tapi kalau saya habis sedikit ya maklum karena saya kurang selera. Atau yang hadir bersama kurang selera ya jangan sakit hati.

Tapi kalau enak ya disitu nanti tak usah dikejar-kejar itu akan habis,” katanya. Makanya calon lurah, bupati, DPR dan lainnya hadir di rumah Ibnu Hajar Panggang. Mereka itu ingin melihat nasibnya, bila mereka maju tarung dikancah pertarungan yang sebenarnya.

Evaluasi diri penting bagi murid Ibnu Hajar, lebih penting bersama orang yang mengerti untuk mengevaluasi diri dalam mengejar cita-citanya. Kalau tamu Ibnu Hajar bawa bahan mentah, artinya perlu digarap maka suami istri dan kyai bertatap muka merembug nasib masa depan mereka.

Tiga pasang mata dalam ritual khusus bersama Ibnu Hajar dan tamunya sering  memunculkan isyarat baru tentang nasib manusia dalam pertarungan duniawi yang ingin diraih. Hasil analisa bertiga itu membuahkan isyarat atau hasil evaluasi.

Hasil analisa kyai Aolia ini berkesimpulan baik nasibnya, kurang baik dan tak boleh melanjutkan niatnya. Bila isyarat tak boleh melanjutkan niatnya, orang jangan main-main maju dalam kontestan. Hasil tersebut merupakan analisa pribadi tamu bersama Ibnu Hajar pimpinan Pondok Pesantren Aolia di Panggang Gunungkidul DIY. Maka wajar bila rumah Ibnu Hajar banyak tamu datang. (Sab)

KH Ibnu Hajar Dari Pondok Pesantren Aolia

Cakrawala Online


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Banyak cara dalam memecahkan kesulitan hidup didunia ini. Berbagai cara ditempuh bagi mereka yang belum baik nasibnya. Karena sebelumnya tidak mengerti bahwa jalan yang ditempuh tidak benar atau programnya salah.

Demikian penafsiran yang dievaluasi bagi tamu Ibnu Hajar didusun Panggang kecamatan Panggang, Gunungkidul, DIY. Pimpinan Pondok Pesantren Aolia ini sering kedatangan tamu tak diundang. Bagi Ibnu Hajar tidak membuat repot seorang tamu datang kepadanya. Karena Ibnu Hajar memberi yang terbaik untuk tamu yang datang padanya.

Mereka biasanya ada yang bermasalah besar, kecil, atau bahkan sangat pribadi sekali. Disini semua dibahas bersama untuk mencari titik temu nasib hidup seseorang. ”Jadi biasanya tamu itu kita tawari, dengan kata lain: membawa bahan mentah atau makanan siap santap.

Kalau barang jadi atau ibaratnya makanan siap santap ya sudah, mari kita makan sama-sama. Rasanya enak atau tidak enak kita rasakan bersama. Tapi kalau saya habis sedikit ya maklum karena saya kurang selera. Atau yang hadir bersama kurang selera ya jangan sakit hati.

Tapi kalau enak ya disitu nanti tak usah dikejar-kejar itu akan habis,” katanya. Makanya calon lurah, bupati, DPR dan lainnya hadir di rumah Ibnu Hajar Panggang. Mereka itu ingin melihat nasibnya, bila mereka maju tarung dikancah pertarungan yang sebenarnya.

Evaluasi diri penting bagi murid Ibnu Hajar, lebih penting bersama orang yang mengerti untuk mengevaluasi diri dalam mengejar cita-citanya. Kalau tamu Ibnu Hajar bawa bahan mentah, artinya perlu digarap maka suami istri dan kyai bertatap muka merembug nasib masa depan mereka.

Tiga pasang mata dalam ritual khusus bersama Ibnu Hajar dan tamunya sering  memunculkan isyarat baru tentang nasib manusia dalam pertarungan duniawi yang ingin diraih. Hasil analisa bertiga itu membuahkan isyarat atau hasil evaluasi.

Hasil analisa kyai Aolia ini berkesimpulan baik nasibnya, kurang baik dan tak boleh melanjutkan niatnya. Bila isyarat tak boleh melanjutkan niatnya, orang jangan main-main maju dalam kontestan. Hasil tersebut merupakan analisa pribadi tamu bersama Ibnu Hajar pimpinan Pondok Pesantren Aolia di Panggang Gunungkidul DIY. Maka wajar bila rumah Ibnu Hajar banyak tamu datang. (Sab)

Tidak ada komentar