Social Items


Grobogan- Cakrawalaonline, Dalam rangka meningkatkan produksi padi, Pemkab Grobogan lewat Dinas Pertanian telah melakukan berbagai upaya.

Yakni dengan melakukan percepatan tanam padi pada lahan seluas 11.989 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Percepatan tanam tersebut dilakukan dengan mengandalkan irigasi pompanisasi dari air sungai.

“Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung padi yang memberikan kontribusi cukup besar bagi penyediaan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Namun musim panennya belum bisa merata dari bulan ke bulan,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat mengadiri acara Gebyar Petroganik dan Percepatan Tanam Padi di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Rabu (19/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Pemprov Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo dan jajaran direksi Petrokimia.

Tampak pula, perwakilan FKPD, dan Kepala Dinas Pertanian Grobogan Ir.  Edhie Sudaryanto, M. M serta sejumlah perwakilan dari Dinas Pertanian kabupaten Se Karisedenan Pati.

Acara ini juga dihadiri para distributor dan pengecer pupuk.

Menurut bupati, sasaran luasan padi non konversi pada bulan Oktober seluas 9.526  ha, pada bulan-bulan tertentu masih terjadi paceklik produksi padi. Yaitu pada bulan November dan Desember.

“Untuk mengisi kekosongan produksi pada bulan November dan Desembar ini, perlu dilakukan percepatan tanam agar bisa panen  pada bulan-bulan paceklik tersebut. Jika panen pada bulan November dan Desember maka harganya pasti tinggi karena saat itu tidak banyak areal panennya,” jelasnya.

Masih dikatakan bupati, tanam padi lebih awal dari biasanya ini dilakukan dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober mendatang.

Setelah dibaca tolong dipejet iklan yang ada. Trims atas bantuanya

" Untuk bulan September ini, percepatan tanam padi dilakukan pada lahan seluas 922 hektar yang tersebar di dua desa. Yakni, desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu dan desa Rowosari, Kecamatan Gubug."

Lebih lanjut Bupati menambahkan, bahwa kegiatan percepatan tanam tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) yang dilakukan sejak 2014.

" Dengan dukungan penuh TNI, upaya tersebut berhasil mendongkrak produksi padi di Grobogan.
Kemudian, pada 2015 produksi padi di Kabupaten Grobogan mencapati 799.307 ton."

"Kemudian, capaian tersebut meningkat menjadi 843.863 ton pada 2016 dan 864.977 ton pada tahun 2017. Peningkatan produksi tersebut dilakukan dengan optimalisasi penggunaan lahan, dan perluasan panen di areal hutan dan lahan kering." Ng-DipertanGrb

Setelah dibaca tolong dipejet iklan yang ada. Trims atas bantuanya


Hindari Paceklik, Dinas Pertanian Grobogan Lakukan Percepatan Tanam Padi Seluas 11.989 Hektar

Cakrawala Online

Grobogan- Cakrawalaonline, Dalam rangka meningkatkan produksi padi, Pemkab Grobogan lewat Dinas Pertanian telah melakukan berbagai upaya.

Yakni dengan melakukan percepatan tanam padi pada lahan seluas 11.989 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Percepatan tanam tersebut dilakukan dengan mengandalkan irigasi pompanisasi dari air sungai.

“Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung padi yang memberikan kontribusi cukup besar bagi penyediaan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Namun musim panennya belum bisa merata dari bulan ke bulan,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat mengadiri acara Gebyar Petroganik dan Percepatan Tanam Padi di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Rabu (19/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Pemprov Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo dan jajaran direksi Petrokimia.

Tampak pula, perwakilan FKPD, dan Kepala Dinas Pertanian Grobogan Ir.  Edhie Sudaryanto, M. M serta sejumlah perwakilan dari Dinas Pertanian kabupaten Se Karisedenan Pati.

Acara ini juga dihadiri para distributor dan pengecer pupuk.

Menurut bupati, sasaran luasan padi non konversi pada bulan Oktober seluas 9.526  ha, pada bulan-bulan tertentu masih terjadi paceklik produksi padi. Yaitu pada bulan November dan Desember.

“Untuk mengisi kekosongan produksi pada bulan November dan Desembar ini, perlu dilakukan percepatan tanam agar bisa panen  pada bulan-bulan paceklik tersebut. Jika panen pada bulan November dan Desember maka harganya pasti tinggi karena saat itu tidak banyak areal panennya,” jelasnya.

Masih dikatakan bupati, tanam padi lebih awal dari biasanya ini dilakukan dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober mendatang.

Setelah dibaca tolong dipejet iklan yang ada. Trims atas bantuanya

" Untuk bulan September ini, percepatan tanam padi dilakukan pada lahan seluas 922 hektar yang tersebar di dua desa. Yakni, desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu dan desa Rowosari, Kecamatan Gubug."

Lebih lanjut Bupati menambahkan, bahwa kegiatan percepatan tanam tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) yang dilakukan sejak 2014.

" Dengan dukungan penuh TNI, upaya tersebut berhasil mendongkrak produksi padi di Grobogan.
Kemudian, pada 2015 produksi padi di Kabupaten Grobogan mencapati 799.307 ton."

"Kemudian, capaian tersebut meningkat menjadi 843.863 ton pada 2016 dan 864.977 ton pada tahun 2017. Peningkatan produksi tersebut dilakukan dengan optimalisasi penggunaan lahan, dan perluasan panen di areal hutan dan lahan kering." Ng-DipertanGrb

Setelah dibaca tolong dipejet iklan yang ada. Trims atas bantuanya


Tidak ada komentar