Social Items



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Pemerintah kecamatan Panggang menggelar Festifal Ketoprak. Acara ini diikuti oleh enam desa dan dimulai dari penampilan Desa Girisekar. Pada hari yang berbeda diikuti desa Girimulyo, lalu diikuti desa Giriwungu dan desa Girikarto.

Selanjutnya diikuti oleh desa Giriwuko dan terakhir atau sekaligus penutupan diikuti oleh desa Giriharjo. Acara tersebut dilaksanakan di masing-masing desa, sehingga tim kecamatan terjun ke desa itu. Hingga acara terakhir atau penutupan Festifal di balai desa Giriharjo pada hari Senin Kliwon 17-09-2018.

Demikian disampaikan Sumbiono sekretaris kecamatan Panggang dan diakui juga oleh Tulus kades Giriwungu dan juga Suharyanto sekretaris desa Giriharjo serta Aris Nur Widiyanto S.Sos Kades Giriharjo kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY.

Sebelumnya telah digelar Lomba Ketoprak antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang. Lomba ini diikuti oleh padukuhan Turunan desa Girisuko, padukuhan Panggang II desa Giriharjo, padukuhan Bedug desa Girikarto, padukuhan Sawah desa Girisekar, padukuhan Jurug desa Giriwungu dan padukuhan Kadisobo desa Girimulyo.

Lomba kesenian dan Festifal Ketoprak tersebut diadakan dalam menjelang peringatan HUT RI ke 73 di tahun 2018. Lomba Ketoprak itu merupakan serangkaian kegiatan menjelang Peringatan HUT RI tahun 2018 ini.

“Ya kita itu harus turut peduli dalam peningkatan pembangunan di semua sektor. Sehingga kita harus aktif di semua kegiatan pembangunan,” demikian Ag Gunawan S Sos MM camat kecamatan Panggang yang pamit karena pensiun pada 28 Agustus 2018 ditemui wartawan.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa untuk menilai lomba kesenian ketoprak itu dinilai oleh Tim Yuri yang profesional. Dengan mendatangkan tokoh-tokoh seni ketoprak yang sudah profesional. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencari tokoh seni ketoprak yang betul-betul profesional.

Festifal Ketoprak itu didukung oleh pemain yaitu Klowor, Kartono dan Suntono. Tiga orang ini sudah merupakan tokoh seni ketoprak di wilayah kecamatan Panggang. Sehingga diharapkan para pemirsa seni ketoprak itu semakin bersemangat untuk mengamati dan menghayati pagelaran Seni Ketoprak.

Pihak pemerintah sangat peduli dengan seni dan budaya yang ada di wilayah pedesaan, dan itu harus diuri-uri dan dilestarikan. Kekayaan seni dan budaya tinggalan nenek moyang merupakan kekayaan yang harus dipertahankan. “Seni yang adiluhung warisan nenek moyang harus dipertahankan untuk kepentingan para generasi mendatang,” jelasnya.

Sumbiyono MM menekankan bahwa kegiatan Festifal Ketoprak juga berkaitan dengan  peringatan HUT RI tahun ini di wilayah kecamatan Panggang dibuat hingga sangat spektakuler. Ini semua merupakan kepedulian para generasi penerus bangsa yang sangat serius mengupayakan dan mempertahankan nilai seni dan budaya milik kita. (Sab)

Festival Ketoprak Kecamatan Panggang 17-09-2018

Cakrawala Online


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Pemerintah kecamatan Panggang menggelar Festifal Ketoprak. Acara ini diikuti oleh enam desa dan dimulai dari penampilan Desa Girisekar. Pada hari yang berbeda diikuti desa Girimulyo, lalu diikuti desa Giriwungu dan desa Girikarto.

Selanjutnya diikuti oleh desa Giriwuko dan terakhir atau sekaligus penutupan diikuti oleh desa Giriharjo. Acara tersebut dilaksanakan di masing-masing desa, sehingga tim kecamatan terjun ke desa itu. Hingga acara terakhir atau penutupan Festifal di balai desa Giriharjo pada hari Senin Kliwon 17-09-2018.

Demikian disampaikan Sumbiono sekretaris kecamatan Panggang dan diakui juga oleh Tulus kades Giriwungu dan juga Suharyanto sekretaris desa Giriharjo serta Aris Nur Widiyanto S.Sos Kades Giriharjo kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY.

Sebelumnya telah digelar Lomba Ketoprak antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang. Lomba ini diikuti oleh padukuhan Turunan desa Girisuko, padukuhan Panggang II desa Giriharjo, padukuhan Bedug desa Girikarto, padukuhan Sawah desa Girisekar, padukuhan Jurug desa Giriwungu dan padukuhan Kadisobo desa Girimulyo.

Lomba kesenian dan Festifal Ketoprak tersebut diadakan dalam menjelang peringatan HUT RI ke 73 di tahun 2018. Lomba Ketoprak itu merupakan serangkaian kegiatan menjelang Peringatan HUT RI tahun 2018 ini.

“Ya kita itu harus turut peduli dalam peningkatan pembangunan di semua sektor. Sehingga kita harus aktif di semua kegiatan pembangunan,” demikian Ag Gunawan S Sos MM camat kecamatan Panggang yang pamit karena pensiun pada 28 Agustus 2018 ditemui wartawan.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa untuk menilai lomba kesenian ketoprak itu dinilai oleh Tim Yuri yang profesional. Dengan mendatangkan tokoh-tokoh seni ketoprak yang sudah profesional. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencari tokoh seni ketoprak yang betul-betul profesional.

Festifal Ketoprak itu didukung oleh pemain yaitu Klowor, Kartono dan Suntono. Tiga orang ini sudah merupakan tokoh seni ketoprak di wilayah kecamatan Panggang. Sehingga diharapkan para pemirsa seni ketoprak itu semakin bersemangat untuk mengamati dan menghayati pagelaran Seni Ketoprak.

Pihak pemerintah sangat peduli dengan seni dan budaya yang ada di wilayah pedesaan, dan itu harus diuri-uri dan dilestarikan. Kekayaan seni dan budaya tinggalan nenek moyang merupakan kekayaan yang harus dipertahankan. “Seni yang adiluhung warisan nenek moyang harus dipertahankan untuk kepentingan para generasi mendatang,” jelasnya.

Sumbiyono MM menekankan bahwa kegiatan Festifal Ketoprak juga berkaitan dengan  peringatan HUT RI tahun ini di wilayah kecamatan Panggang dibuat hingga sangat spektakuler. Ini semua merupakan kepedulian para generasi penerus bangsa yang sangat serius mengupayakan dan mempertahankan nilai seni dan budaya milik kita. (Sab)

Tidak ada komentar