Social Items



Biro DIY-Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyz Kesenian rakyat yang berada di masyarakat seperti misalnya Rinding Gumbeng belakangan ini semakin punah. Karena kesenian ini tidak ada yang merawat, sehingga kesenian Rinding Gumbeng terlupakan oleh warga masyarakat di semua wilayah di Indonesia.
Sebab ini warga masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY mempertahankan kesenian Rinding Gumbeng. Kesenian ini dipertahankan oleh kelompok Karang Taruna desa, yang sekarang ini awal tahun 2018 desa Beji telah jadi desa budaya.
Sehingga kesenian Rinding Gumbeng semakin diminati oleh warga masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen. Hal itu diakui Slamet perangkat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY. Diungkapkan bahwa Rinding Gumbeng kini terlupakan oleh masyarakat.
Slamet bersama Karang Taruna berkeinginan melestarikan Kesenian Rinding Gumbeng dipertahankan. “Kesenian Rinding Gumbeng nantinya jadi barang langka. Maka Karang Taruna desa di Desa Beji harus mempertahankan,” pesan Slamet.
Hingga akhir September 2018 ini Slamet tetap mengajak kepada generasi muda dan Karang Taruna di desanya. Mereka harus tetap peduli mempertahankan atau memainkan Rinding Gumbeng agar tetap hidup sepanjang masa dalam generasi muda.
Kesenian Rinding Gumbeng ini sering dimainkan oleh para muda dan mudi pada acara besar tatkala ada acara di Hutan Wonosadi. “Mereka biasanya sering memainkan seni Rinding Gumbeng ini dalam acara sadranan di Hutan Wonosadi puncak gunung pegunungan di dusun Beji Ngawen,” kata Slamet.
“Para muda dan mudi harus peduli dengan Rinding Gumbeng. Karena desa kita telah jadi desa budaya. Maka seni ini harus dilestarikan seiring dengan kesenian karawitan,” pesannya. Sementara itu Suparno S.Sos kades Beji mengakui bahwa kesenian Rinding Gumbeng adalah kesenian rakyat dari semua kalangan di pedesaan.
“Rinding Gumbeng dan Karawitan yang ada di desa Beji ini sudah lama dipertahankan. Lebih dari sepuluh tahun Karang Taruna merawat seni Rinding Gumbeng dan Karawitan. Memang ini harapan pemdes kepada masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY,” tambahnya. (Sab)

Desa Beji Pertahankan Seni Rinding Gumbeng

Cakrawala Online


Biro DIY-Gunungkidul, cakrawalainterprize.xyz Kesenian rakyat yang berada di masyarakat seperti misalnya Rinding Gumbeng belakangan ini semakin punah. Karena kesenian ini tidak ada yang merawat, sehingga kesenian Rinding Gumbeng terlupakan oleh warga masyarakat di semua wilayah di Indonesia.
Sebab ini warga masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY mempertahankan kesenian Rinding Gumbeng. Kesenian ini dipertahankan oleh kelompok Karang Taruna desa, yang sekarang ini awal tahun 2018 desa Beji telah jadi desa budaya.
Sehingga kesenian Rinding Gumbeng semakin diminati oleh warga masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen. Hal itu diakui Slamet perangkat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY. Diungkapkan bahwa Rinding Gumbeng kini terlupakan oleh masyarakat.
Slamet bersama Karang Taruna berkeinginan melestarikan Kesenian Rinding Gumbeng dipertahankan. “Kesenian Rinding Gumbeng nantinya jadi barang langka. Maka Karang Taruna desa di Desa Beji harus mempertahankan,” pesan Slamet.
Hingga akhir September 2018 ini Slamet tetap mengajak kepada generasi muda dan Karang Taruna di desanya. Mereka harus tetap peduli mempertahankan atau memainkan Rinding Gumbeng agar tetap hidup sepanjang masa dalam generasi muda.
Kesenian Rinding Gumbeng ini sering dimainkan oleh para muda dan mudi pada acara besar tatkala ada acara di Hutan Wonosadi. “Mereka biasanya sering memainkan seni Rinding Gumbeng ini dalam acara sadranan di Hutan Wonosadi puncak gunung pegunungan di dusun Beji Ngawen,” kata Slamet.
“Para muda dan mudi harus peduli dengan Rinding Gumbeng. Karena desa kita telah jadi desa budaya. Maka seni ini harus dilestarikan seiring dengan kesenian karawitan,” pesannya. Sementara itu Suparno S.Sos kades Beji mengakui bahwa kesenian Rinding Gumbeng adalah kesenian rakyat dari semua kalangan di pedesaan.
“Rinding Gumbeng dan Karawitan yang ada di desa Beji ini sudah lama dipertahankan. Lebih dari sepuluh tahun Karang Taruna merawat seni Rinding Gumbeng dan Karawitan. Memang ini harapan pemdes kepada masyarakat desa Beji kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul DIY,” tambahnya. (Sab)

Tidak ada komentar